Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Tren Investasi Emas di Banyumas Naik, Kini Bisa Mulai dari 50 Ribu

Minat Investasi Emas MeningkatMinat Investasi Emas Meningkat
DIMINATI: Perhiasan emas di salah satu toko emas di Kota Purwokerto, minat investasi emas warga meningkat seiring kemudahan akses digital

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Tren investasi emas di kawasan Banyumas Raya menunjukkan peningkatan yang signifikan, terutama di tengah kondisi inflasi yang tetap terkendali.

Kenaikan minat masyarakat untuk berinvestasi dalam bentuk emas ini didorong oleh kemudahan akses digital dan meningkatnya literasi keuangan di kalangan masyarakat.

Berdasarkan data inflasi yang tercatat pada Maret 2026, Purwokerto mengalami inflasi sebesar 3,31 persen (year on year), dengan laju inflasi bulanan mencapai 0,68 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 1,10 persen.

Dalam keadaan inflasi yang stabil ini, banyak individu mulai mencari instrumen investasi yang dianggap lebih aman, salah satunya adalah emas.

Ahmad Widodo, Area Manager BSI Area Purwokerto, menjelaskan bahwa tren kepemilikan emas semakin meluas di antara generasi muda.

Ia mengungkapkan bahwa kemudahan transaksi melalui platform digital merupakan faktor pendorong utama peningkatan minat tersebut.

“Minat masyarakat terhadap emas terus meningkat seiring bertambahnya literasi dan edukasi mengenai bullion bank,” ujarnya dalam acara Ngopi Bareng Media yang berlangsung pada Selasa (7/4/2026).

Dengan adanya aplikasi resmi, masyarakat kini dapat memulai investasi emas dengan nominal yang terjangkau. Bahkan, pembelian dapat dilakukan mulai dari kisaran Rp 50 ribu secara real-time.

“Cukup dengan sekitar Rp 50 ribuan, masyarakat sudah bisa membeli emas secara aman dan real-time melalui aplikasi,” kata Ahmad menambahkan pentingnya aksesibilitas dalam investasi emas.

Lebih dari sekadar sebagai instrumen investasi, emas juga berfungsi untuk menjaga likuiditas keuangan individu.

Fitur cicil emas dan gadai emas menjadi alternatif yang sangat membantu masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil yang seringkali membutuhkan dana cepat.

“Produk seperti cicil emas dan gadai emas bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan mendesak maupun perencanaan keuangan jangka panjang,” jelas Ahmad.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Christoveny, menyatakan bahwa meskipun terjadi peningkatan permintaan selama bulan Ramadan dan Idulfitri, inflasi masih berada dalam batas aman.

Ia menyoroti bahwa tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

“Inflasi pada Maret terutama dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri, khususnya pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” ujar Christoveny pada kesempatan yang sama.

Komoditas seperti beras, daging ayam ras, bensin, minyak goreng serta tarif angkutan antarkota menjadi beberapa faktor pendorong kenaikan inflasi tersebut.

Namun demikian, tekanan inflasi ini tertahan oleh penurunan harga emas perhiasan serta tarif kereta api dan bawang putih.

Selain itu, di Cilacap tercatat inflasi sebesar 0,70 persen (mtm) dan 3,51 persen (yoy), angka ini juga lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan harga barang kebutuhan pokok dipicu oleh faktor musiman seperti momentum Lebaran dan penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

“Momentum mudik dan arus balik turut memberikan tekanan tambahan terhadap inflasi terutama pada sektor transportasi,” ungkap Christoveny lebih lanjut.

Stabilitas inflasi ini menjadi salah satu faktor penting yang mendorong masyarakat untuk mengalihkan minat mereka kepada instrumen investasi yang lebih aman seperti emas.

Emas dinilai sebagai pilihan utama karena kemampuannya untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang.

Melihat fenomena ini, tidak mengherankan jika banyak orang kini berpaling kepada investasi emas sebagai upaya untuk melindungi kekayaan mereka dalam situasi ekonomi yang tidak menentu.

Dengan adanya kemudahan akses digital serta edukasi finansial yang semakin meningkat di masyarakat Banyumas Raya, prospek investasi emas diperkirakan akan terus berkembang pesat ke depan. (dms/bay/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Penyalahgunaan BBM dan LPG Rugikan Rp 1,26 T

Bareskrim Polri Ungkap 755 Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Negara Rugi 1,26 Triliun

Berita Selanjutnya
PCNU Ganti Sejumlah Ketua Lembaga Strategis

Rotasi Besar di PCNU Kebumen, Empat Lembaga Strategis Ganti Pimpinan