BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas terus berupaya untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sebagai salah satu strategi dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Salah satu langkah penting yang diambil adalah melalui pengembangan desa wisata, yang melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengungkapkan bahwa potensi pariwisata di wilayah ini sangat besar dan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD.
“Sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Bupati Sadewo menekankan bahwa tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi pariwisata juga dapat menciptakan lapangan kerja baru serta memperkuat kearifan lokal dan identitas budaya masyarakat setempat.
“Kami mendorong agar sektor kepariwisataan bisa menjadi penggerak utama roda ekonomi daerah dan juga mensejahterakan masyarakat,” tambahnya.
Sekretaris Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Wahyudiono, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 22 desa wisata di Banyumas.
Namun, ia mengakui bahwa belum semua desa wisata tersebut melibatkan BUMDes.
“Belum semua melibatkan BUMDes, kami berupaya kolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa karena mereka memiliki tugas pokok dan fungsi terkait BUMDes. Oleh karena itu, kolaborasi ini sangat penting,” ungkapnya.
Wahyudiono menambahkan bahwa mayoritas pengelola desa wisata merupakan pelaku dari BUMDes.
Harapannya, dengan adanya kerjasama ini, dapat meningkatkan pendapatan baik untuk desa maupun pelaku usaha wisata di dalamnya.
“Setiap tahun kami menargetkan untuk membentuk minimal dua desa wisata baru,” terangnya.
Dalam upaya mencapai target tersebut, pihaknya terus melakukan pendampingan dan pembinaan kepada calon desa wisata yang ada.
“Beberapa kriteria harus dipenuhi terkait kelembagaan, administrasi, dan potensi yang dimiliki desa tersebut. Kami juga akan melakukan penilaian untuk menentukan apakah desa tersebut masuk dalam kategori rintisan atau sudah berkembang,” jelas Wahyudiono.
Salah satu contoh sukses dalam pengembangan desa wisata adalah Desa Wisata Melung yang meraih Juara 1 Lomba Desa Wisata Nusantara 2025.
“Desa Wisata Melung telah menjadi perhatian sejak tahun 2023 dan berhasil berkolaborasi dengan BUMDes,” kata Wahyudiono.
Potensi desa wisata di Banyumas umumnya didominasi oleh kekayaan alam yang luar biasa.
Namun demikian, beberapa desa juga memanfaatkan budaya lokal sebagai daya tarik utama.
“Tantangan terbesar kita saat ini adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM). Biasanya di desa-desa tidak terdapat orang yang secara spesifik menguasai sector pariwisata, oleh karena itu kami terus melakukan pendampingan,” pungkasnya.
Pengembangan sektor pariwisata melalui desa wisata tidak hanya berdampak positif terhadap ekonomi lokal tetapi juga membantu pelestarian budaya dan kearifan lokal.
Keberadaan desa wisata seperti Melung menunjukkan betapa pentingnya inovasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk menciptakan destinasi pariwisata yang berkualitas.
Dengan berbagai upaya ini, Kabupaten Banyumas berharap dapat menarik lebih banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara. (ads/stch/dda)
















