Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Tabebuya Mekar Percantik Kota Lama Banyumas, Jadi Spot Foto Viral Mirip Sakura Jepang

Tabebuya Mekar Percantik Kota LamaTabebuya Mekar Percantik Kota Lama
BERTEDUH: Pengunjung berteduh di bawah pohon di pedestrian koridor Jalan Pungkuran-Mruyung Banyumas Kota Lama, Selasa (7/4). Pohon tabebuya dan ungu sedang bermekaran

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Di tengah kesibukan kota, keindahan alam sering kali menjadi oase yang menyegarkan jiwa.

Hal ini terlihat jelas di kawasan pedestrian koridor Jalan Pungkuran-Mruyung, Banyumas Kota Lama, yang saat ini tengah memikat hati banyak pengunjung dengan mekarnya mayoritas pohon tabebuya.

Bunga-bunga berwarna kuning keemasan ini tidak hanya menawarkan pemandangan yang menawan, tetapi juga memperkuat karakter heritage dari kawasan tersebut.

Suasana yang diciptakan oleh deretan tabebuya yang berbunga serentak berhasil menarik perhatian warga setempat dan turis yang datang untuk menikmati keindahan alamnya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sudagaran, Doso Hidayatulloh, menjelaskan bahwa penanaman bunga tabebuya di kawasan ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik wisata.

“Tujuan ditanam bunga tabebuya adalah untuk menambah daya tarik pengunjung,” ungkap Doso pada hari Selasa, 7 April.

Dia menilai bahwa estetika kawasan tersebut memberikan nilai tambah bagi wisata kota lama, sekaligus menciptakan pengalaman visual yang tak terlupakan bagi pengunjung.

Bunga tabebuya dikenal memiliki waktu mekar yang bersamaan dan rimbun, sehingga sering disebut sebagai “sakura lokal” oleh masyarakat.

Bentuknya yang mirip dengan bunga sakura membuatnya semakin menarik untuk dijadikan latar foto.

Banyak pengunjung yang sengaja datang ke lokasi ini hanya untuk mengabadikan momen indah saat bunga-bunga tersebut bermekaran.

Selain itu, keberadaan pohon tabebuya juga berfungsi sebagai peneduh yang sangat penting, terutama saat cuaca cerah ketika suhu siang hari di koridor Jalan Pungkuran-Mruyung cenderung panas.

Dengan rindangnya cabang-cabang pohon tabebuya dengan nama latin Handroanthus chrysotrichus ini, para pejalan kaki dapat berteduh dan menikmati suasana dengan lebih nyaman.

Doso menyebutkan bahwa di sepanjang pedestrian Pungkuran-Mruyung juga terdapat pohon berbunga ungu yang sedang mekar.

Kombinasi warna antara tabebuya kuning keemasan dan bunga ungu semakin memperkaya tampilan visual koridor ini.

Kawasan pedestrian tersebut tidak hanya sekadar tempat lalu lintas pejalan kaki, tetapi juga menjadi lokasi ideal untuk bersantai dan menikmati keindahan alam.

Dengan suasana yang semakin semarak berkat perpaduan warna-warni bunga yang bermekaran, diharapkan pengunjung akan merasa betah berlama-lama di kawasan kota lama Banyumas. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pembangunan Pasar Kroya Berlanjut

SPK Sudah Ditandatangani, Pembangunan Pasar Kroya Cilacap Dilanjut Kembali

Berita Selanjutnya
Mahasiswa belajar lpdp

Bisa S2 ke Luar Negeri Saat Masih S1? Ini Syarat Beasiswa Akselerasi LPDP 2026