BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Kabupaten Purbalingga masih menghadapi tantangan besar dalam mengatasi kemiskinan ekstrem yang melanda daerah tersebut.
Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, mengungkapkan bahwa lebih dari 50 ribu kepala keluarga di wilayahnya saat ini hanya memperoleh pendapatan sekitar Rp500 ribu per bulan.
“Ini menjadi problem yang luar biasa,” ungkap Fahmi Muhammad Hanif dalam wawancara pada Selasa (13/1/2026).
Hal ini bukan sekadar statistik, tetapi masalah nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari.
Dalam pandangan Bupati, kemiskinan ekstrem adalah persoalan mendasar yang memerlukan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya pemerintah daerah.
“Harus dicari bagaimana solusi terbaik untuk mengatasi hal tersebut,” ujarnya dengan penuh tekad.
Berdasarkan data yang ada, jumlah kepala keluarga dengan pendapatan sangat rendah itu mencapai sekitar 15 hingga 16 persen dari total penduduk Kabupaten Purbalingga.
Mereka masuk dalam kategori Desil 1, kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.
“Kondisi desil 1 ini adalah kelompok sangat miskin,” jelasnya lebih lanjut.
Lebih jauh, Bupati menjelaskan bahwa kelompok masyarakat ini seringkali mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Pendapatan mereka tidak stabil dan sebagian besar tidak memiliki pekerjaan tetap.
Oleh karena itu, kelompok ini menjadi prioritas utama penerima bantuan sosial dari pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan program perlindungan sosial lainnya.
Selain menghadapi kemiskinan ekstrem, Kabupaten Purbalingga juga dibelenggu oleh persoalan struktural lainnya.
Terbatasnya lapangan pekerjaan dan lemahnya daya dorong perekonomian merupakan beberapa tantangan tambahan yang harus dihadapi.
“Masalah-masalah tersebut harus dicari pemecahannya,” tegas Fahmi.
Tantangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah setempat.
Bupati Fahmi mendorong seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Purbalingga agar tidak hanya berhenti pada tahap pemetaan masalah saja, tetapi juga berani merumuskan langkah konkret yang dapat berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Dia yakin bahwa setiap kebijakan dan upaya yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat akan memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah.
Langkah-langkah konkret ini diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi masyarakat Kabupaten Purbalingga dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait lainnya, diharapkan masalah struktural seperti kemiskinan ekstrem dapat diatasi dengan lebih efektif.
Keberhasilan dalam menangani kemiskinan ekstrem akan menjadi tolok ukur penting bagi keberhasilan pemerintahan daerah dalam menjalankan tugasnya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Dengan demikian, harapan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Purbalingga bisa tercapai secara bertahap.
Kolaborasi antara berbagai pihak termasuk pemerintah pusat sangat diperlukan untuk mencari solusi terbaik yang dapat diterapkan secara efektif di lapangan.
Dengan upaya bersama ini, diharapkan masalah-masalah struktural yang ada dapat terurai dan memberikan dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Purbalingga. (tya/dda)
















