BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten Kebumen resmi memulai rehabilitasi Stadion Candradimuka dengan pendekatan bertahap yang diproyeksikan akan berlangsung hingga tahun 2026.
Proyek ini dimulai dengan alokasi anggaran sebesar Rp 4,2 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025.
Dana tersebut dialokasikan untuk berbagai keperluan termasuk penyiapan lahan lapangan, ruang-ruang baru, serta penataan kawasan sekitar stadion. Proses pengerjaan tahap awal ini ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025.
Pada kunjungan lapangan yang dilakukan baru-baru ini, terlihat alat-alat berat telah dikerahkan untuk melakukan pengerukan tanah di area stadion.
Tri Mujiyanto, Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kebumen, menjelaskan bahwa rehabilitasi ini dilakukan karena kondisi stadion saat ini sudah tidak lagi layak untuk digunakan.
Selain itu, upaya ini juga merupakan bagian dari persiapan menyediakan sarana olahraga yang lebih representatif dan memenuhi standar nasional bahkan internasional seperti standar FIFA.
“Jadi, pembangunan tahun 2025 ini Detail Engineering Design (DED) disesuaikan dengan statuta FIFA,” ujar Tri Mujiyanto dalam wawancaranya Kamis (30/10).
Ia menambahkan bahwa tahapan rehabilitasi yang dilakukan saat ini terutama berfokus pada penyiapan lahan.
Sementara itu, pemasangan rumput baru direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Langkah berikutnya dalam proses rehabilitasi melibatkan pengerukan tanah dengan volume sekitar 2.000 meter kubik.
Tanah hasil pengerukan tersebut akan dibuang ke bagian timur stadion sebagai persiapan lokasi pembangunan sport center baru.
Proses ini tidak hanya sekadar mengubah tampilan fisik stadion tetapi juga meningkatkan fungsionalitasnya.
Salah satu inovasi yang akan diterapkan adalah sistem penyiraman lapangan otomatis.
Untuk mendukung sistem penyiraman tersebut, Pemkab Kebumen berencana membangun bak penampungan air serta menggali sumur dalam dengan kedalaman sekitar 40 meter.
“Ada 30 titik untuk penyiraman, yang akan menyiram secara otomatis,” jelas Tri Mujiyanto.
Selain fokus pada area lapangan, bagian luar stadion juga akan mendapatkan perhatian khusus dalam bentuk penataan kembali.
Renovasi di area dalam stadion termasuk penambahan ruang sekretariat KONI juga menjadi bagian dari rencana besar rehabilitasi ini.
Dengan adanya berbagai perbaikan tersebut, penggunaan Stadion Candradimuka harus dihentikan sementara waktu hingga proyek selesai.
Rehabilitasi Stadion Candradimuka bukan sekadar proyek renovasi infrastruktur olahraga tetapi juga merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas fasilitas publik di Kebumen.
Pemkab berharap bahwa setelah proyek selesai, stadion ini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat setempat tetapi juga dapat digunakan untuk menggelar berbagai acara olahraga berskala nasional.
Tri Mujiyanto menegaskan bahwa upaya perbaikan ini adalah investasi jangka panjang bagi masyarakat Kebumen dan pengembangan potensi olahraga di daerah tersebut.
“Kami ingin masyarakat bisa menikmati fasilitas olahraga yang memadai dan bisa mendukung prestasi atlet-atlet lokal,” imbuhnya.
Dengan dimulainya proyek rehabilitasi ini, Pemkab Kebumen menunjukkan komitmennya dalam memperbaiki fasilitas umum dan memberikan ruang bagi kemajuan dunia olahraga di wilayahnya.
Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk meningkatkan daya tarik Kebumen sebagai destinasi olahraga sekaligus menggerakkan perekonomian lokal melalui kegiatan-kegiatan yang akan digelar di masa depan. (mam/dda)
















