BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Pelaksanaan Dieng Culture Festival (DCF) 2026 pada 28-30 Agustus diprediksi kembali menarik banyak wisatawan ke kawasan Dieng.
Lonjakan kendaraan menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Kabupaten Banjarnegara karena berpotensi menimbulkan kepadatan hingga kemacetan di sejumlah ruas jalan.
Mengantisipasi kondisi tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarnegara menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas selama pelaksanaan DCF 2026.
Pengaturan akan dilakukan bersama Satlantas Polres Banjarnegara dengan menyesuaikan kondisi arus kendaraan di lapangan.
Plt Kabid Lalu Lintas Dishub Banjarnegara, Margono, mengatakan petugas akan berupaya menjaga kendaraan tetap bergerak meski terjadi peningkatan volume lalu lintas.
Kendaraan yang berhenti di badan jalan juga akan diarahkan menuju lokasi parkir yang sudah disiapkan.
“Kalau terkait stuck volume kendaraan, kita buat pengaturan lalu lintas agar kendaraan jangan sampai menumpuk dan tetap mengalir walaupun perlahan,” ujar Margono.
Menurutnya, sejumlah titik yang berpotensi mengalami kepadatan akan mendapat perhatian khusus. Petugas akan ditempatkan di kawasan Titik Nol Dieng dan Kailasa.
Pengaturan tersebut dilakukan untuk mencegah pengunjung menghentikan kendaraan sembarangan, terutama hanya untuk berswafoto.
Pengunjung nantinya diarahkan untuk memarkirkan kendaraan terlebih dahulu sebelum melanjutkan aktivitas di kawasan wisata.
Langkah tersebut dinilai penting karena kendaraan yang berhenti di badan jalan dapat mempersempit ruang lalu lintas dan menyebabkan antrean semakin panjang.
Jika volume kendaraan semakin padat, Dishub Banjarnegara menyiapkan skema buka-tutup arus.
Sistem tersebut akan diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas, termasuk arus kendaraan dari Wonosobo menuju Dieng maupun sebaliknya.
Selain sistem buka-tutup, terdapat opsi penerapan jalur satu arah. Salah satu skema yang disiapkan yakni jalur searah jarum jam melalui Dieng Wetan, Telaga Warna, Kawah Sikidang, hingga Kompleks Candi Arjuna.
Rekayasa lalu lintas tersebut diharapkan dapat mengurangi penumpukan kendaraan di jalur utama kawasan Dieng selama DCF 2026.
Dengan jumlah wisatawan yang diperkirakan meningkat, pengaturan arus menjadi bagian penting agar kegiatan festival tetap berjalan lancar.
Dishub Banjarnegara juga akan mengerahkan 25 personel selama pelaksanaan Dieng Culture Festival 2026.
Para personel akan berkoordinasi dengan Satlantas Polres Banjarnegara, terutama di jalur masuk dan keluar Dieng serta sejumlah titik yang dinilai rawan mengalami kepadatan.
Selain mengatur arus kendaraan, persoalan parkir juga menjadi perhatian. Dishub melarang kendaraan parkir di jalan utama maupun bahu jalan.
Pengunjung akan diarahkan menggunakan kantong parkir yang telah disiapkan di sejumlah lokasi.
Sekitar 40 kantong parkir disediakan untuk mendukung pelaksanaan DCF 2026.
Beberapa lokasi yang disiapkan antara lain Lapangan Rikuwut, Terminal Aswatama, Rest Area GeoDipa, Lapangan GeoDipa, Kawah Sikidang, dan Kailasa.
Pengelola homestay dan penginapan di kawasan Dieng juga diminta menyediakan lahan parkir bagi tamu.
Hal tersebut dilakukan agar kendaraan wisatawan tidak berhenti atau parkir di badan jalan yang dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Persiapan tidak hanya dilakukan melalui rekayasa lalu lintas dan penyediaan tempat parkir.
Dishub Banjarnegara sebelumnya juga melakukan survei terhadap sarana keselamatan jalan.
Dari hasil survei tersebut, jalur Wanayasa-Batur-Dieng turut direkomendasikan sebagai salah satu akses yang dapat digunakan wisatawan.
Lampu penerangan jalan umum (LPJU) di kawasan tersebut juga telah diperbaiki.
Perbaikan ini menjadi bagian dari persiapan infrastruktur untuk mendukung keamanan dan kenyamanan perjalanan masyarakat selama festival berlangsung.
Margono mengatakan pihaknya belajar dari pelaksanaan DCF tahun sebelumnya.
Koordinasi dengan Satlantas menjadi salah satu langkah yang terus diperkuat agar kepadatan kendaraan dapat ditangani dengan cepat ketika terjadi peningkatan arus.
“Belajar dari tahun lalu, kita optimis DCF tahun ini sukses dan tidak ada kendala di arus kendaraan yang melintas. Pengunjung tetap ramai, dan tidak ada kemacetan berarti karena kita sudah kerja sama dengan Satlantas untuk memberikan pelayanan yang terbaik,” ujarnya.
Dieng Culture Festival 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 28 hingga 30 Agustus.
Festival tersebut diperkirakan kembali menjadi salah satu magnet wisatawan yang berkunjung ke kawasan dataran tinggi Dieng.
Dengan persiapan rekayasa lalu lintas, 25 personel Dishub, koordinasi bersama Satlantas, serta sekitar 40 kantong parkir, pemerintah berharap kepadatan kendaraan selama DCF 2026 tetap dapat dikendalikan.
Dishub juga mengimbau wisatawan untuk mengikuti arahan petugas di lapangan.
Pengunjung diminta tidak berhenti sembarangan di jalan, terutama di titik-titik yang menjadi jalur utama kendaraan.
“Harapan kami acara ke depan tidak ada kendala, bisa lancar, dan kendaraan bisa berjalan dengan lancar,” pungkas Margono. (far/stch/dda)














