BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen.
Salah satunya Kecamatan Karanggayam yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih hingga mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
Krisis air bersih di wilayah tersebut tidak hanya dirasakan warga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Sejumlah pondok pesantren, masjid, musala, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), dan Madrasah Diniyah (Madin) juga terdampak karena kesulitan mendapatkan air.
Keterbatasan air bersih bahkan mulai mengganggu aktivitas pendidikan keagamaan dan ibadah.
Para santri mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan bersuci atau thaharah, sementara aktivitas belajar mengajar di sejumlah lembaga keagamaan juga ikut terdampak.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen Anif Solikhin mengatakan, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat maupun lembaga keagamaan.
“Keterbatasan air bersih tidak hanya mengganggu kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga berdampak pada aktivitas ibadah dan pembelajaran santri, terutama untuk memenuhi kebutuhan bersuci (thaharah),” ujar Anif.
Menanggapi kondisi tersebut, Kemenag Kabupaten Kebumen menyalurkan bantuan sebanyak 50 tangki air bersih bagi lembaga keagamaan di Kecamatan Karanggayam. Bantuan tersebut disalurkan pada Kamis (6/8).
Air bersih tersebut diperuntukkan bagi pondok pesantren, masjid, musala, TPQ, dan Madrasah Diniyah yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air selama musim kemarau.
Penyaluran bantuan dilakukan setelah sejumlah lembaga keagamaan mengajukan permohonan bantuan karena kondisi air bersih di wilayah mereka semakin terbatas.
Kecamatan Karanggayam menjadi salah satu wilayah dengan permohonan bantuan cukup banyak.
Anif Solikhin berharap bantuan puluhan tangki air bersih tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat.
Meski jumlah bantuan masih terbatas, distribusi air diharapkan dapat menjaga aktivitas keagamaan tetap berjalan.
“Semoga bantuan 50 tangki air bersih ini membawa manfaat bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi kekeringan. Meskipun jumlahnya terbatas, kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih di pondok pesantren, masjid, musala, TPQ, dan madrasah diniyah di wilayah Karanggayam,” ujarnya, Jumat (7/8).
Menurut Anif, ketersediaan air bersih sangat penting bagi lembaga pendidikan keagamaan.
Selain digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, air juga diperlukan untuk mendukung kegiatan ibadah dan proses pembelajaran para santri.
Kondisi kekeringan yang terjadi selama musim kemarau membuat sejumlah sumber air mengalami penurunan debit.
Akibatnya, masyarakat dan lembaga yang bergantung pada sumber air setempat harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kemenag Kabupaten Kebumen juga mengapresiasi dukungan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen dalam penanganan persoalan air bersih.
Kolaborasi antarinstansi dinilai penting agar bantuan dapat segera diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Anif menyebut kerja sama berbagai pihak menjadi salah satu kunci dalam menghadapi dampak kekeringan.
Bantuan air bersih diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi masyarakat dan lembaga keagamaan selama musim kemarau masih berlangsung.
“Kami memohon kepada Allah SWT. agar segera menurunkan hujan sehingga bencana kekeringan di Kabupaten Kebumen dapat segera teratasi dan masyarakat kembali memperoleh air bersih dengan mudah,” tambahnya.
Ketua PMI Kabupaten Kebumen Sabar Irianto juga memberikan apresiasi terhadap kepedulian ASN Kantor Kemenag Kabupaten Kebumen.
Menurutnya, perhatian tersebut menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
Sabar mengatakan, lembaga pendidikan keagamaan dan tempat ibadah menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian ketika terjadi krisis air bersih.
Sebab, keterbatasan air dapat langsung memengaruhi kegiatan belajar maupun aktivitas ibadah.
PMI Kabupaten Kebumen juga menyatakan siap mendukung distribusi air bersih apabila masih terdapat lembaga keagamaan lain yang membutuhkan bantuan.
Dukungan tersebut akan diberikan selama kondisi kekeringan akibat musim kemarau masih berlangsung.
Berdasarkan data yang diterima Kantor Kemenag Kabupaten Kebumen, sebagian besar permohonan bantuan air bersih berasal dari Kecamatan Karanggayam.
Beberapa di antaranya berasal dari lembaga pendidikan Al-Qur’an dan keagamaan di sejumlah desa.
Lembaga yang mengajukan bantuan antara lain TPQ Arrahman Desa Clapar, TPQ Al Istiqomah Desa Logandu, TPQ Tsamrotuth Tholabah Desa Kalirejo, serta TPQ Nur Iman Desa Gunungsari.
Lembaga-lembaga tersebut melaporkan keterbatasan pasokan air bersih yang berdampak pada aktivitas belajar mengajar.
Kebutuhan air untuk bersuci bagi para santri juga menjadi salah satu persoalan yang harus segera ditangani.
Penyaluran 50 tangki air bersih di Karanggayam menjadi bentuk respons terhadap dampak kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menjaga kebutuhan dasar warga dan aktivitas lembaga keagamaan tetap terpenuhi.
Namun, distribusi air bersih bersifat sementara dan tidak sepenuhnya menyelesaikan persoalan kekeringan.
Masyarakat masih membutuhkan pasokan air secara berkelanjutan hingga sumber air kembali tersedia setelah musim hujan tiba.
Sinergi antara Kemenag, PMI, lembaga keagamaan, dan masyarakat pun menjadi penting untuk memastikan bantuan dapat diberikan kepada wilayah yang paling membutuhkan.
Dengan kondisi musim kemarau yang masih berlangsung, masyarakat di wilayah yang mengalami kekurangan air bersih diharapkan dapat menggunakan air secara bijak.
Pemerintah dan berbagai pihak juga diharapkan terus memantau kondisi wilayah terdampak agar bantuan dapat segera diberikan apabila kebutuhan air semakin meningkat. (cah/stch/dda)
















