BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Komposisi murid baru Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) II Banyumas pada angkatan pertama masih didominasi lulusan sekolah umum.
Dari total 80 murid baru jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA, hanya lima murid yang berasal dari madrasah.
Data tersebut terlihat saat pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SNT II Banyumas pada Senin (10/8).
Lima murid dari madrasah tersebut seluruhnya berasal dari MA negeri. Sementara itu, untuk jenjang SMP/MTs, belum terdapat murid baru SNT II Banyumas yang berasal dari MTs negeri.
Dengan kondisi tersebut, lebih dari 90 persen murid baru SNT II Banyumas berasal dari sekolah umum.
Komposisi ini menjadi salah satu catatan dalam penerimaan murid baru angkatan pertama sekolah tersebut.
Kepala SNT II Banyumas, Dr Sigit Mangun Wardoyo, S.Pd., M.Pd., mengatakan seluruh murid baru dikumpulkan di SMP Negeri 2 Purwokerto untuk mengikuti pembukaan MPLS secara daring.
Pembukaan tersebut menjadi bagian awal dari rangkaian MPLS sebelum para murid mengikuti kegiatan secara langsung di Semarang.
Selama kegiatan, murid baru akan mendapatkan berbagai pembekalan sebelum memulai proses pembelajaran di SNT II Banyumas.
“Anak bakal mengikuti MPLS di Semarang hingga Senin (17/8). Mengikuti upacara hari proklamasi di Semarang,” kata Sigit.
Sebanyak 80 murid baru SNT II Banyumas kemudian diberangkatkan ke Semarang pada Selasa (11/8).
Mereka akan mengikuti rangkaian MPLS di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah hingga Senin (17/8).
Agenda MPLS tersebut juga akan diisi dengan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Proklamasi.
Para murid dijadwalkan mengikuti upacara Hari Proklamasi di Semarang sebagai bagian dari rangkaian kegiatan selama masa pengenalan sekolah.
Sigit menjelaskan, dominasi lulusan sekolah umum dalam angkatan pertama SNT II Banyumas tidak terlepas dari proses sosialisasi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Sebagai sekolah yang baru mulai beroperasi, sosialisasi penerimaan murid tahun ini belum dilakukan secara masif.
Kondisi tersebut membuat informasi mengenai SNT II Banyumas belum menjangkau seluruh calon murid secara merata, termasuk calon murid yang berasal dari madrasah.
Menurut Sigit, pihak sekolah akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB tahun pertama.
Sosialisasi penerimaan murid baru pada tahun berikutnya ditargetkan dapat dilakukan lebih awal dan menjangkau lebih banyak sekolah.
“SNT II Banyumas yang tahun ini baru dimulai setelah MPLS karena benar-benar baru siap. Tahun depan kami buka bersamaan dengan SPMB sekolah umum dan penerimaan murid baru madrasah,” terang Sigit.
Sosialisasi SPMB nantinya tidak hanya diarahkan kepada sekolah umum. Pihak SNT II Banyumas juga akan memperluas informasi penerimaan kepada madrasah agar peluang calon murid dari berbagai latar belakang pendidikan dapat semakin terbuka.
Langkah tersebut diharapkan membuat komposisi murid SNT II Banyumas pada penerimaan berikutnya menjadi lebih beragam.
Madrasah menjadi salah satu sasaran penting dalam sosialisasi karena pada penerimaan perdana keterwakilan murid dari lembaga pendidikan tersebut masih cukup terbatas.
Di sisi lain, pihak SNT II Banyumas telah menyiapkan berbagai kebutuhan untuk mendukung pelaksanaan MPLS.
Koordinasi dilakukan dengan sejumlah pihak agar keberangkatan dan pelaksanaan kegiatan para murid di Semarang dapat berlangsung dengan baik.
Orang tua dan wali murid juga diminta mengikuti pelaksanaan MPLS yang ramah dan sesuai dengan ketentuan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu murid beradaptasi dengan lingkungan dan sistem pendidikan baru.
Sigit mengatakan MPLS bukan sekadar kegiatan pengenalan sekolah. Kegiatan tersebut juga menjadi tahapan untuk membantu murid mempersiapkan diri sebelum mengikuti pembelajaran di SNT II Banyumas.
“Tujuan MPLS untuk mempersiapkan murid mengenal dirinya, mengenal lingkungan sekolahnya, mengenal kemampuannya serta mempersiapkan diri untuk pembelajaran di SNT II Banyumas,” pungkasnya.
Dengan dimulainya MPLS, SNT II Banyumas memasuki tahap awal perjalanan sebagai sekolah baru.
Sebanyak 80 murid yang menjadi angkatan pertama akan menjalani berbagai kegiatan pengenalan sebelum mengikuti proses pembelajaran secara penuh.
Sementara itu, komposisi murid baru yang mayoritas berasal dari sekolah umum menjadi bahan evaluasi bagi pihak sekolah.
Perluasan sosialisasi SPMB ke madrasah menjadi salah satu strategi yang akan dilakukan untuk penerimaan murid baru pada tahun berikutnya.
Dengan sosialisasi yang dilakukan lebih awal dan mencakup sekolah umum maupun madrasah, SNT II Banyumas berharap dapat menjangkau lebih banyak calon murid.
Hal tersebut sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi lulusan berbagai jenjang pendidikan untuk mengikuti penerimaan murid baru SNT II Banyumas pada periode mendatang. (yda/stch/dda)














