Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
336 Ribu Orang Daftar Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Pemerintah Tambah 3.400 Slot
Sumber Air Banjarnegara Capai 500 Liter per Detik, Perumdam Siapkan untuk 8.000 Pelanggan

Sumber Air Banjarnegara Capai 500 Liter per Detik, Perumdam Siapkan untuk 8.000 Pelanggan

Atasi Keterbatasan Air Bersih Bidik Sumber KaliurangAtasi Keterbatasan Air Bersih Bidik Sumber Kaliurang
Pj Direktur Perumdam Tirta Serayu Banjarnegara, Fauzan

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Perumdam Tirta Serayu Banjarnegara menyiapkan sumber air Kaliurang di Desa Paweden, Kecamatan Karangkobar, sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi keterbatasan pasokan air bersih.

Sumber tersebut memiliki potensi debit hingga 500 liter per detik.

Dari potensi tersebut, Perumdam Tirta Serayu mengusulkan pemanfaatan sekitar 100 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Jika rencana tersebut terealisasi, pasokan air itu diproyeksikan dapat melayani sekitar 8.000 pelanggan sekaligus membuka peluang penambahan pelanggan baru.

Pj Direktur Perumdam Tirta Serayu Banjarnegara, Fauzan, mengatakan usulan pemanfaatan sumber air Kaliurang telah disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Yogyakarta.

“Kita usulkan 100 liter per detik untuk memenuhi delapan ribu pelanggan. Kalau ini bisa terealisasi, kita tidak lagi kekurangan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang ada, bahkan bisa menambah pelanggan,” ujar Fauzan.

Menurut Fauzan, sumber air Kaliurang dinilai memiliki potensi besar karena debitnya cukup tinggi.

Selain itu, kondisi geografis sumber tersebut memungkinkan air dialirkan menggunakan sistem gravitasi.

Pemanfaatan sistem gravitasi menjadi salah satu keunggulan yang dipertimbangkan Perumdam.

Sistem tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kontinuitas distribusi air sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sistem perpompaan, terutama ketika memasuki musim kemarau.

Saat ini, Perumdam Tirta Serayu masih menghadapi sejumlah kendala dalam menjaga pasokan air bersih bagi pelanggan.

Salah satunya karena perusahaan masih mengandalkan tiga intake yang menggunakan sistem perpompaan.

Sebagian peralatan pada sistem tersebut juga sudah berusia cukup tua sehingga kerap mengalami kerusakan.

Kondisi itu dapat mengganggu kelancaran distribusi air kepada pelanggan apabila terjadi gangguan pada peralatan.

Selain menggunakan intake dengan sistem perpompaan, pasokan air Perumdam Tirta Serayu juga berasal dari sejumlah mata air.

Beberapa di antaranya adalah Mata Air Pawinihan, Kendaha, dan Bawong. Perumdam juga memanfaatkan air dari Sungai Serayu yang kemudian melalui proses pengolahan.

Banjarnegara sebenarnya memiliki potensi sumber air yang cukup besar.

Sejumlah wilayah, termasuk Pejawaran, memiliki sumber air yang dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Namun, pengembangan sumber air di sejumlah lokasi tidak mudah dilakukan.

Kondisi geografis Banjarnegara yang didominasi wilayah pegunungan dan memiliki kontur cukup terjal membuat pembangunan infrastruktur air membutuhkan biaya investasi besar.

Karena pertimbangan tersebut, sumber air Kaliurang menjadi salah satu pilihan yang dinilai cukup memungkinkan untuk dikembangkan.

Potensi debit yang besar serta peluang penggunaan sistem gravitasi menjadi pertimbangan utama dalam rencana pemanfaatannya.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, dibutuhkan pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung. Perumdam memperkirakan kebutuhan investasi mencapai sekitar Rp50 miliar.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun intake, jaringan perpipaan transmisi dan distribusi, serta berbagai infrastruktur pendukung lainnya.

Infrastruktur tersebut diperlukan agar sumber air Kaliurang dapat disalurkan dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Selain mengembangkan sumber air Kaliurang, Perumdam Tirta Serayu juga mendorong penyambungan instalasi Gumiwang dan Mandiraja.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelayanan air bersih di Banjarnegara.

Fauzan mengatakan persoalan utama bukan karena Banjarnegara kekurangan sumber air.

Menurutnya, tantangan yang lebih besar adalah bagaimana sumber-sumber air tersebut dapat diambil, diolah, dan disalurkan kepada masyarakat dengan dukungan infrastruktur yang memadai.

“Potensi air di Banjarnegara sebenarnya cukup banyak. Tinggal bagaimana kita bisa mengambil dan menyalurkannya kepada masyarakat dengan investasi yang memungkinkan,” pungkas Fauzan.

Jika pemanfaatan sumber air Kaliurang terealisasi, tambahan pasokan tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pelayanan Perumdam Tirta Serayu Banjarnegara dalam jangka panjang.

Usulan pemanfaatan 100 liter air per detik dari sumber Kaliurang juga menjadi peluang untuk meningkatkan cakupan layanan.

Selain memenuhi kebutuhan sekitar 8.000 pelanggan, tambahan kapasitas tersebut dapat memberikan ruang bagi Perumdam untuk memperluas sambungan pelanggan baru.

Pengembangan sumber air baru sekaligus menjadi langkah penting menghadapi kebutuhan air bersih yang terus meningkat.

Dengan dukungan investasi dan pembangunan infrastruktur yang tepat, potensi sumber air Kaliurang diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga ketersediaan air bersih masyarakat Banjarnegara, termasuk saat menghadapi musim kemarau. (far/stch/dda)

Berita Sebelumnya
3.400 Slot Baru Disiapkan

336 Ribu Orang Daftar Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Pemerintah Tambah 3.400 Slot