Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Siswa SMPN 1 Cilacap Ukir Prestasi, Raih Juara Murid Berprestasi hingga OSN
Jembatan Kali Klantang Ambruk Akibat Banjir, Pemkab Kebumen Siapkan Proyek Pembangunan 2026

Jembatan Kali Klantang Ambruk Akibat Banjir, Pemkab Kebumen Siapkan Proyek Pembangunan 2026

Jembatan Kali Klantang Menanti PerbaikanJembatan Kali Klantang Menanti Perbaikan
AMBROL: Kondisi masih Jembatan Kali Klantang yang ambrol akibat banjir pada 9 November 2025

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Jembatan Kali Klantang di ruas jalan Tembana-Peniron, Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan, Kebumen, ambruk sejak 9 November 2025 akibat banjir.

Hingga Agustus 2026, jembatan dengan panjang sekitar 4 meter dan lebar 6 meter tersebut belum dibangun kembali.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen sebelumnya telah meninjau lokasi dan merencanakan pembangunan jembatan pada 2026.

Kondisi jembatan yang belum diperbaiki membuat warga harus lebih berhati-hati saat melintas.

Apalagi, jalur tersebut merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Kebumen.

Salah seorang warga, Eko, mengaku masih merasa was-was ketika melewati lokasi Jembatan Kali Klantang.

Ia berharap pemerintah segera melakukan penanganan agar masyarakat dapat kembali menggunakan akses tersebut dengan aman dan nyaman.

Kerusakan Jembatan Kali Klantang sebenarnya sudah berlangsung sebelum jembatan tersebut akhirnya ambruk pada November 2025.

Kepala Desa Peniron, Triyono Adi, menjelaskan, bagian jembatan sebelumnya telah mengalami kerusakan akibat erosi Sungai Lukulo.

“Jembatan Klantang di Peniron itu dari awal sebelum tahun 2025 memang sudah tergerus erosi akibat erosi dari Sungai Lukulo,” kata Triyono, Senin (10/8/2026).

Menurut Triyono, pada bagian bawah jembatan sebelumnya telah dipasang bronjong sebagai perlindungan. Namun, konstruksi tersebut akhirnya jebol ketika banjir melanda.

Kondisi itu membuat pondasi jembatan semakin lama semakin tergerus hingga akhirnya tidak mampu menahan beban.

“Lama-lama pondasi dari jembatan itu tergerus. Di bulan November 2025 jembatan ambrol,” ujarnya.

Setelah jembatan ambruk, Pemerintah Desa Peniron langsung melaporkan kondisi tersebut.

Pihak desa juga memasang pagar pengaman di sekitar lokasi untuk mengurangi risiko bagi masyarakat yang melintas.

Namun, hingga kini belum tersedia jembatan darurat di lokasi tersebut. Warga masih menggunakan akses yang ada meski kondisi jembatan membutuhkan perhatian dan penanganan lebih lanjut.

Bagi masyarakat Desa Peniron dan wilayah sekitarnya, keberadaan Jembatan Kali Klantang sangat penting.

Jalur tersebut menjadi penghubung sejumlah kecamatan, mulai dari Pejagoan, Karangsambung, Karanggayam, hingga Sadang.

“Jembatan itu akses vital karena memang penghubung antarkecamatan, dari Kecamatan Pejagoan, Karangsambung, Karanggayam dan Kecamatan Sadang,” jelas Triyono.

Jembatan tersebut tidak hanya digunakan untuk mobilitas kendaraan pribadi. Kendaraan pengangkut barang, termasuk truk, juga melintasi jalur tersebut.

Karena itu, kondisi jembatan turut berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah.

Selain kegiatan ekonomi, akses tersebut juga penting bagi aktivitas pendidikan. Warga memanfaatkannya untuk menuju sekolah, pasar, pusat pemerintahan, hingga pusat perekonomian di Kabupaten Kebumen.

“Kalau untuk kegiatan ekonomi itu pokok, untuk sekolah juga pokok. Karena memang SMP di situ, kalau mau ke SMA juga lewat situ. Akses ke pasar atau ke pusat kota Kebumen juga lewat situ,” kata Triyono.

Pemkab Kebumen sebelumnya telah mengetahui kondisi Jembatan Kali Klantang.

Bupati Kebumen bersama jajaran pemerintah daerah bahkan telah melakukan peninjauan ke lokasi jembatan yang ambruk tersebut.

Dalam peninjauan itu, pemerintah daerah disebut telah menyampaikan rencana pembangunan kembali jembatan pada 2026.

Namun, sampai saat ini pembangunan fisik belum terealisasi. Triyono berharap rencana pembangunan tersebut segera diwujudkan.

Menurutnya, perbaikan jembatan bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Saya berharap kepada Pemkab Kabupaten Kebumen, terutama mendesak kepada Ibu Bupati untuk segera merealisasikan pembangunan Jembatan Klantang yang ada di Desa Peniron. Karena itu adalah akses pokok dari segala bidang,” imbuhnya.

Persoalan Jembatan Kali Klantang juga tidak bisa dilepaskan dari kondisi aliran sungai di sekitar lokasi. Triyono menjelaskan, jembatan tersebut berada di atas Sungai Klantang.

Sementara itu, aliran Sungai Lukulo yang sebelumnya berada cukup jauh dari kawasan tersebut kini bergeser mendekati wilayah Peniron akibat proses erosi.

Pergeseran aliran sungai tersebut menjadi salah satu faktor yang dikhawatirkan dapat kembali memengaruhi konstruksi jembatan.

Karena itu, pembangunan jembatan baru dinilai perlu dibarengi dengan penanganan erosi di sekitar lokasi.

Triyono berharap proyek pembangunan Jembatan Kali Klantang nantinya menggunakan konstruksi yang lebih kuat dan memiliki ukuran yang lebih memadai.

Dengan begitu, jembatan dapat bertahan lebih lama dan mampu menunjang mobilitas masyarakat.

“Harapannya dibikin lebih luas, pokoknya lebih kuat. Karena prinsip saya itu adalah akses jembatan yang sangat vital. Terus yang erosi di sekitar jembatan itu juga segera ditanggulangi,” ujarnya.

Pembangunan kembali Jembatan Kali Klantang diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan akses warga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur jalan di wilayah selatan dan timur Kebumen.

Penanganan erosi di sekitar sungai juga menjadi bagian penting agar kerusakan serupa tidak kembali terjadi.

Dengan statusnya sebagai jalur penghubung antarkecamatan, masyarakat berharap rencana pembangunan Jembatan Kali Klantang dapat segera direalisasikan.

Terlebih, jembatan tersebut telah ambruk sejak November 2025 dan hingga kini warga masih harus berhati-hati ketika melintasi kawasan tersebut. (mam/stch/dda)

Berita Sebelumnya
SMPN 1 Cilacap Raih Juara Tingkat Kabupaten hingga Nasional

Siswa SMPN 1 Cilacap Ukir Prestasi, Raih Juara Murid Berprestasi hingga OSN