Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Bank Gunung Slamet Gelar Gebyar Undian Tabungan Simpatik 2026, Apresiasi untuk Nasabah
Kapolres Banjarnegara Ingatkan Siswa SRMP 27 Bahaya Bullying di Sekolah dan Media Sosial

Kapolres Banjarnegara Ingatkan Siswa SRMP 27 Bahaya Bullying di Sekolah dan Media Sosial

Kapolres: Pendidikan Harus Didukung Bebas PerundunganKapolres: Pendidikan Harus Didukung Bebas Perundungan
SOSIALISASI: Kapolres Banjarnegara AKBP Aruma Chandra Dewi saat mengajak para siswa SRMP 27 Banjarnegara untuk menolak aksi bullying

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Persoalan perundungan atau bullying menjadi perhatian dalam kunjungan Kapolres Banjarnegara AKBP Dr Aruma Chandra Dewi ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 27 SKB Banjarnegara, Senin (10/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres tidak hanya meninjau aktivitas belajar mengajar para siswa.

Ia juga memberikan pembinaan dan mengingatkan siswa agar bersama-sama mencegah berbagai bentuk kekerasan, baik yang terjadi di lingkungan sekolah, rumah, maupun media sosial.

Kunjungan Kapolres Banjarnegara tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan Polres Banjarnegara terhadap pelaksanaan Program Sekolah Rakyat.

Aruma melihat secara langsung aktivitas pendidikan sekaligus kondisi lingkungan yang menjadi tempat para siswa belajar dan tinggal.

Dalam kesempatan itu, Aruma juga menyambut Taruna Akpol/Akmil yang mengikuti program Taruna Bhakti.

Selain itu, ia meninjau proses pembelajaran, tempat tinggal siswa, serta sejumlah fasilitas yang digunakan dalam kegiatan pendidikan.

Menurut Aruma, kondisi lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan proses belajar siswa.

Pendidikan tidak hanya membutuhkan tenaga pendidik dan fasilitas yang memadai, tetapi juga suasana yang aman dan nyaman.

“Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas tenaga pendidik dan fasilitas sekolah, tetapi juga oleh terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan,” kata Aruma.

Karena itu, pencegahan bullying dinilai perlu dilakukan sejak dini. Para siswa diharapkan memahami bahwa tindakan perundungan dapat memberikan dampak bagi korban, baik secara langsung maupun dalam jangka panjang.

Bullying juga tidak hanya terjadi melalui kontak fisik atau perkataan secara langsung.

Perundungan dapat berlangsung melalui media sosial dan berbagai platform digital yang digunakan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.

Aruma mengingatkan para siswa untuk bijak dalam berinteraksi di media sosial. Candaan yang dianggap biasa oleh seseorang belum tentu dapat diterima dengan cara yang sama oleh orang lain.

Para siswa juga diminta tidak ikut menjadi pelaku maupun membiarkan tindakan perundungan terjadi di lingkungan sekitar.

Jika menemukan tindakan kekerasan atau bullying, siswa diharapkan dapat menyampaikan kepada guru, orang tua, atau pihak yang dapat memberikan bantuan.

Selain memberikan sosialisasi mengenai bullying, Kapolres Banjarnegara juga memberikan motivasi kepada para siswa.

Ia mendorong mereka untuk tetap bersemangat mengikuti pendidikan dan membangun hubungan yang baik dengan teman-teman.

Menurutnya, masa pendidikan harus dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membentuk karakter.

Lingkungan sekolah yang positif akan membantu siswa tumbuh dan belajar dengan lebih baik.

“Kami berharap seluruh siswa dapat mengikuti proses pendidikan dengan baik dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Yang paling penting bersama-sama menjaga lingkungan sekolah agar aman, nyaman dan bebas dari perundungan,” ujarnya.

Aruma mengatakan Polres Banjarnegara siap membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan pengelola Sekolah Rakyat.

Kerja sama tersebut diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif bagi seluruh siswa.

Keberadaan Sekolah Rakyat, lanjutnya, menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mendapatkan akses pendidikan sekaligus mengembangkan karakter.

Karena itu, siswa perlu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengikuti kegiatan pendidikan secara sungguh-sungguh.

Aruma juga meminta para siswa menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja.

Menurutnya, masa sekolah seharusnya digunakan untuk belajar, mengembangkan potensi, membangun pertemanan yang sehat, serta mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

Dalam kunjungan tersebut, interaksi antara Kapolres dan siswa berlangsung secara langsung.

Para siswa mendapatkan kesempatan menerima pembinaan sekaligus motivasi mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman.

Selain melihat kegiatan pembelajaran, Aruma juga meninjau kondisi sarana dan prasarana yang digunakan para siswa.

Fasilitas pendidikan dan tempat tinggal menjadi bagian yang diperhatikan dalam kunjungan tersebut.

Peninjauan tersebut memberikan gambaran langsung mengenai aktivitas siswa SRMP 27 Banjarnegara.

Kehadiran jajaran kepolisian juga diharapkan dapat memperkuat perhatian terhadap aspek keamanan di lingkungan Sekolah Rakyat.

Pencegahan bullying menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas.

Siswa membutuhkan lingkungan yang memungkinkan mereka belajar tanpa rasa takut, tekanan, atau ancaman kekerasan.

Dengan adanya pembinaan tersebut, para siswa SRMP 27 Banjarnegara diharapkan semakin memahami pentingnya saling menghargai.

Perbedaan karakter, latar belakang, maupun kemampuan tidak seharusnya menjadi alasan untuk melakukan perundungan terhadap teman.

Kapolres Banjarnegara juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik antara siswa, guru, pengelola sekolah, dan lingkungan sekitar.

Kolaborasi berbagai pihak dinilai diperlukan agar upaya mencegah bullying tidak hanya dilakukan ketika kasus sudah terjadi.

Melalui kunjungan tersebut, Polres Banjarnegara menunjukkan dukungan terhadap terciptanya Sekolah Rakyat yang aman, nyaman, dan bebas bullying.

Edukasi sejak dini diharapkan dapat membentuk siswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian terhadap sesama. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Gebyar Undian Tabungan Simpatik Bank Gunung Slamet Periode Ke 13 Tahun

Bank Gunung Slamet Gelar Gebyar Undian Tabungan Simpatik 2026, Apresiasi untuk Nasabah