Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Hasil MotoGP Inggris 2026: Marc Marquez Terpuruk, Tertinggal 40 Poin dari Jorge Martin
Gedung Kopdes Merah Putih di Cilacap Viral Dipakai Badminton, Pemdes: Karpet Digulung Lagi

Gedung Kopdes Merah Putih di Cilacap Viral Dipakai Badminton, Pemdes: Karpet Digulung Lagi

Gedung Kopdes Jadi Arena BadmintonGedung Kopdes Jadi Arena Badminton
VIRAL: Warga mengikuti pertandingan badminton di dalam Gedung Kopdes Merah Putih Desa Sikanco, Kecamatan Nusawungu, Cilacap, dalam rangka HUT ke-81 RI

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Gedung Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Sikanco, Kecamatan Nusawungu, Cilacap, menjadi perhatian setelah video warga bermain badminton di dalam bangunan tersebut viral di media sosial.

Pemerintah Desa Sikanco memastikan gedung tersebut tidak dialihfungsikan menjadi lapangan badminton.

Penggunaan untuk pertandingan hanya bersifat sementara dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI tingkat desa.

Video berdurasi sekitar 14 detik yang memperlihatkan warga bermain badminton di dalam Gedung Kopdes Merah Putih beredar di media sosial.

Dalam video tersebut terlihat lapangan berwarna hijau yang membuat sebagian masyarakat mengira bangunan koperasi telah diubah menjadi arena olahraga.

Pemerintah Desa Sikanco kemudian memberikan klarifikasi mengenai penggunaan gedung tersebut.

Sekretaris Desa Sikanco Atik Setiawan mengatakan, pertandingan badminton digelar selama empat hari, yakni 4 hingga 7 Agustus 2026.

Menurut Atik, penggunaan Gedung Kopdes Merah Putih dilakukan karena Desa Sikanco belum memiliki lapangan badminton yang bisa digunakan untuk perlombaan dalam rangka HUT ke-81 RI.

“Kegiatan tersebut bukan mengubah gedung koperasi jadi lapangan badminton, itu hanya untuk kegiatan perlombaan dalam HUT RI tingkat desa,” kata Atik, Senin (10/8/2026).

Ia menjelaskan, lapangan badminton yang terlihat dalam video juga bukan fasilitas permanen.

Panitia hanya memasang karpet khusus badminton selama pertandingan berlangsung. Setelah kegiatan selesai, karpet tersebut kembali digulung.

“Mungkin dikira permanen karena hijau. Kami pakai karpet khusus untuk lapangan, kalau sudah selesai digulung lagi,” ujar Atik.

Pemdes memilih menggunakan gedung tersebut karena Kopdes Merah Putih di Desa Sikanco hingga saat ini belum beroperasi.

Sebelum digunakan untuk kegiatan warga, pemerintah desa juga mengaku telah melakukan koordinasi dengan Babinsa.

“Sementara karena memang belum beroperasi. Kami sebelumnya sudah koordinasi dengan Babinsa, memang diperbolehkan untuk hal-hal positif, kalau untuk kegiatan negatif tentu enggak boleh,” jelasnya.

Pertandingan badminton tersebut diikuti perwakilan warga dari berbagai dusun di Desa Sikanco. Kegiatan olahraga itu menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT ke-81 RI tingkat desa.

Atik mengatakan, pemanfaatan gedung untuk kegiatan tersebut juga telah melalui musyawarah desa.

Menurutnya, warga membutuhkan tempat untuk menggelar kegiatan positif, sementara fasilitas lapangan badminton belum tersedia.

“Kegiatan ini sudah melalui musyawarah desa. Kami ingin membuat kegiatan positif, tapi tidak punya lapangan,” katanya.

Setelah video pertandingan badminton viral, Pemdes Sikanco mulai mempertimbangkan penggunaan Gedung Kopdes Merah Putih untuk kegiatan warga berikutnya.

Salah satunya adalah rencana pertandingan pingpong yang sebelumnya juga akan digelar di lokasi tersebut.

“Nanti malam ada pertandingan ping pong, tapi ini lagi dipertimbangkan akan dilanjut di situ atau enggak,” ujar Atik.

Viralnya penggunaan Gedung Kopdes Merah Putih untuk olahraga juga mendapat perhatian dari anggota Komisi VI DPR RI Budi Sulistyono.

Ia melihat persoalan tersebut tidak hanya dari sisi pemanfaatan bangunan, tetapi juga mempertanyakan kesiapan program koperasi desa.

Budi menilai penggunaan gedung koperasi untuk kegiatan lain dapat menjadi tanda bahwa pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih belum sepenuhnya memiliki perencanaan yang matang.

“Ini menunjukkan bahwa berdirinya KDKMP grusa-grusu tanpa perencanaan dalam segala aspek, baik aspek keuangan, aspek psikologis masyarakat desa, pemasaran, maupun asas manfaat,” kata Budi.

Ia juga mengaku menerima informasi mengenai sejumlah fasilitas Kopdes yang digunakan untuk kegiatan di luar fungsi utamanya.

Selain gedung yang digunakan untuk kegiatan warga, terdapat informasi mengenai fasilitas koperasi yang digunakan untuk resepsi pernikahan hingga kendaraan operasional yang dimanfaatkan untuk mengangkut tebu.

Menurut Budi, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena fasilitas dasar koperasi seperti gedung dan kendaraan operasional sudah tersedia, tetapi kegiatan usaha koperasi belum berjalan.

“Penggunaan di luar tujuan utama perkoperasian ini saya melihatnya sebagai bentuk frustrasi warga saja, daripada mubazir. Itu saja saya kira,” ucapnya.

Sementara itu, Pemdes Sikanco memastikan Gedung Kopdes Merah Putih hingga kini belum digunakan untuk kegiatan usaha koperasi.

Di dalam bangunan tersebut baru terdapat motor roda tiga sebagai salah satu fasilitas yang tersedia.

Penggunaan gedung untuk pertandingan badminton akhirnya menjadi sorotan karena memperlihatkan kondisi fasilitas Kopdes yang belum beroperasi secara optimal. Di satu sisi, warga memanfaatkannya untuk kegiatan positif dan perayaan HUT RI.

Namun, di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai kapan Gedung Kopdes Merah Putih Desa Sikanco akan mulai menjalankan fungsi utamanya sebagai fasilitas koperasi.

Pemdes Sikanco menegaskan bahwa pertandingan badminton tersebut hanya berlangsung sementara.

Setelah kegiatan selesai, karpet lapangan digulung kembali sehingga bangunan tetap dapat digunakan sesuai peruntukannya ketika operasional Kopdes Merah Putih mulai berjalan. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Marquez Gagal Kejar Podium

Hasil MotoGP Inggris 2026: Marc Marquez Terpuruk, Tertinggal 40 Poin dari Jorge Martin