Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Bawaslu Cilacap Minta Penataan Dapil Pemilu 2029 Dilengkapi Kajian Ilmiah
Industri di Banjarnegara Kekurangan Tenaga Kerja, PT Hanmi Hair Butuh 90 Karyawan

Industri di Banjarnegara Kekurangan Tenaga Kerja, PT Hanmi Hair Butuh 90 Karyawan

Industri Sulit Penuhi Kebutuhan Tenaga KerjaIndustri Sulit Penuhi Kebutuhan Tenaga Kerja
TAMPAK DEPAN: Gedung PT Hanmi Hair yang terletak di Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Tingginya jumlah pencari kerja di Kabupaten Banjarnegara ternyata belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor industri.

Sejumlah perusahaan masih mengalami kesulitan mendapatkan dan mempertahankan karyawan, salah satunya PT Hanmi Hair yang berlokasi di Kecamatan Madukara.

Anggota Tim Percepatan Investasi Daerah Kabupaten Banjarnegara, Izak Danial Aloys, mengungkapkan hingga saat ini PT Hanmi Hair masih membutuhkan sekitar 90 tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan produksi perusahaan.

“Produksinya mengikuti pesanan dan tren. Jadi ketika permintaan meningkat, kebutuhan tenaga kerjanya juga ikut bertambah,” katanya.

Menurut Izak, persoalan utama yang dihadapi perusahaan bukan minimnya jumlah pelamar.

Tantangan terbesar justru berasal dari tingginya angka pergantian atau turnover karyawan yang menyebabkan kebutuhan tenaga kerja terus muncul.

Ia menjelaskan, banyak pekerja memilih mengundurkan diri setelah memiliki pengalaman kerja.

Sebagian besar kemudian mencoba mencari peluang pekerjaan di luar daerah yang dianggap menawarkan pengalaman baru.

“Kalau kami melihatnya bukan karena persoalan gaji. Setelah punya pengalaman, biasanya mereka ingin mencoba bekerja di tempat lain, terutama di luar daerah,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara terus berupaya menjaga iklim investasi agar perusahaan dapat berkembang dan tetap mampu menyerap tenaga kerja lokal.

Melalui Tim Percepatan Investasi Daerah, pemerintah melakukan pendampingan serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi para investor.

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan usaha yang kondusif sehingga industri yang telah beroperasi di Banjarnegara dapat terus berkembang dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Selain menyerap tenaga kerja, keberadaan kawasan industri juga dinilai memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Izak mencontohkan kawasan industri di Masaran yang berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Di sekitar kawasan tersebut, berbagai usaha kecil seperti warung makan, pedagang kaki lima, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ikut tumbuh seiring meningkatnya aktivitas para pekerja.

Efek berganda tersebut dinilai mampu menggerakkan perekonomian daerah sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat di sekitar kawasan industri.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mengajak masyarakat, khususnya para lulusan baru dan pencari kerja, untuk memanfaatkan peluang kerja yang tersedia di industri lokal.

Selain membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja perusahaan, langkah tersebut juga diharapkan dapat menekan angka pengangguran dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan masih terbukanya puluhan lowongan kerja di sektor industri, pemerintah berharap perusahaan dan masyarakat dapat saling mendukung sehingga kebutuhan tenaga kerja terpenuhi, investasi terus berkembang, dan manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Banjarnegara. (far/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Bawaslu Minta Penataan Dapil Dilengkapi Kajian Ilmiah

Bawaslu Cilacap Minta Penataan Dapil Pemilu 2029 Dilengkapi Kajian Ilmiah