BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Gerakan Pengendalian (Gerdal) yang selama ini identik diterapkan pada tanaman padi kini mulai dilakukan pada tanaman kacang hijau di Kabupaten Kebumen.
Inovasi tersebut dilakukan oleh Kelompok Tani Margo Raharjo di Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Karanganyar, yang menggelar Gerdal secara serentak di lahan kacang hijau seluas 10 hektare pada Minggu (26/7/2026).
Ketua Kelompok Tani Margo Raharjo, Sehat Mukiyono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan pengalaman pertama bagi para petani dalam menerapkan pengendalian hama secara massal pada komoditas kacang hijau.
Selama ini, metode Gerdal lebih banyak diterapkan pada tanaman padi, baik pada musim tanam pertama maupun musim tanam kedua.
Menurut Sehat, pengendalian hama secara serentak dinilai lebih efektif dibandingkan dilakukan secara individu.
Dengan pelaksanaan yang dilakukan pada waktu yang sama, penyebaran hama dapat diputus lebih cepat sehingga risiko kerusakan tanaman menjadi lebih kecil.
“Gerdal kali ini menyasar hama walang dan ulat daun yang mulai menyerang tanaman kacang hijau. Kami berharap pengendalian secara serentak ini mampu menekan perkembangan hama sehingga tanaman tetap tumbuh optimal,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, para petani menggunakan pestisida hayati yang difasilitasi oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Karanganyar.
Penggunaan pestisida hayati dipilih sebagai salah satu upaya pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung budidaya pertanian yang berkelanjutan.
Sehat menjelaskan, pengalaman selama melakukan Gerdal pada tanaman padi menunjukkan hasil yang cukup memuaskan.
Serangan organisme pengganggu tanaman dapat ditekan sehingga produktivitas panen meningkat.
Keberhasilan tersebut menjadi alasan metode yang sama kini mulai diterapkan pada budidaya kacang hijau.
“Hasilnya selama ini cukup memuaskan. Risiko serangan hama pada tanaman padi dapat ditekan sehingga produktivitas juga meningkat,” katanya.
Saat ini, tanaman kacang hijau yang berada di lahan seluas 10 hektare tersebut telah memasuki usia sekitar 40 hari setelah tanam.
Para petani memperkirakan masa panen akan berlangsung pada akhir Agustus hingga awal September 2026 apabila kondisi cuaca dan serangan hama tetap terkendali.
Melalui pelaksanaan Gerdal perdana ini, para petani berharap kualitas dan kuantitas hasil panen dapat meningkat.
Mereka menargetkan produktivitas tinggi yang dalam istilah petani setempat dikenal dengan sebutan “ijen”, yaitu setiap 100 ubin lahan mampu menghasilkan sekitar satu kuintal kacang hijau.
“Harapannya ya bisa dapat hasil maksimal. Bisa ijen lah istilahnya, seratus ubin bisa dapet satu kuintal,” ucap Sehat.
Penerapan Gerakan Pengendalian pada tanaman kacang hijau ini juga menjadi contoh penerapan pengendalian hama secara terpadu di luar komoditas padi.
Jika hasilnya terbukti efektif, metode tersebut berpotensi diterapkan di wilayah lain sebagai upaya meningkatkan produktivitas kacang hijau sekaligus menekan kerugian akibat serangan hama.
Dengan dukungan Balai Penyuluhan Pertanian, kerja sama antarpetani, serta penggunaan pestisida hayati, Kelompok Tani Margo Raharjo optimistis panen kacang hijau tahun ini dapat memberikan hasil yang lebih baik.
Keberhasilan program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga menjadi model pengendalian hama yang efektif bagi pengembangan budidaya kacang hijau di Kabupaten Kebumen. (*/stch/dda)














