Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Data Bansos Temanggung Bermasalah, 20 Persen Warga Miskin Masuk Desil 6-10
110 Warga Maos Cilacap Jalani Skrining Kesehatan Gratis, Ada Pemeriksaan Rontgen untuk Deteksi TB

110 Warga Maos Cilacap Jalani Skrining Kesehatan Gratis, Ada Pemeriksaan Rontgen untuk Deteksi TB

Deteksi TB Sejak Dini Warga MaosDeteksi TB Sejak Dini Warga Maos
PERIKSA KESEHATAN : Masyarakat di Desa Maos Kidul, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, mengikuti kegiatan sosialisasi dan skrining kesehatan gratis

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebanyak 110 warga mengikuti kegiatan sosialisasi dan skrining kesehatan gratis di Desa Maos Kidul, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin sekaligus mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini.

Sosialisasi tidak hanya diisi dengan penyampaian informasi mengenai kesehatan.

Warga juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara langsung.

Salah satu layanan yang diberikan berupa pemeriksaan rontgen atau X-ray yang dapat membantu proses deteksi gangguan kesehatan, termasuk tuberkulosis atau TB.

Kegiatan skrining kesehatan ini mendapat perhatian karena pemeriksaan dini dapat membantu tenaga kesehatan mengetahui kondisi warga sebelum keluhan berkembang menjadi lebih berat.

Warga yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan juga dapat segera diarahkan untuk mendapatkan penanganan sesuai kondisi masing-masing.

Kepala Puskesmas Maos, Armiza, mengatakan skrining kesehatan merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatan masing-masing.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu menunggu munculnya keluhan berat untuk memeriksakan kesehatan.

Melalui pemeriksaan secara berkala, kondisi kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga apabila ditemukan masalah, warga dapat segera mendapatkan tindak lanjut.

“Melalui skrining ini, masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal. Kalau ditemukan adanya masalah, nantinya bisa segera dilakukan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut,” ujar Armiza.

Kegiatan di Desa Maos Kidul tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di wilayahnya.

Pemeriksaan secara langsung juga membantu tenaga kesehatan melakukan identifikasi awal terhadap warga yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Hasil skrining nantinya dapat menjadi dasar untuk menentukan apakah seseorang memerlukan pemeriksaan tambahan atau penanganan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut adalah pemeriksaan rontgen atau X-ray.

Pemeriksaan ini digunakan sebagai salah satu bagian dari upaya mendeteksi gangguan kesehatan, termasuk tuberkulosis.

TB merupakan penyakit yang perlu mendapatkan perhatian karena seseorang dapat mengalami kondisi tersebut tanpa langsung menunjukkan gejala berat.

Karena itu, deteksi dini menjadi bagian penting dalam upaya menemukan kasus dan memberikan penanganan lebih cepat.

Armiza menjelaskan, warga yang dalam proses pemeriksaan terindikasi TB akan mendapatkan tindak lanjut dari Puskesmas Maos.

Tindak lanjut tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengobatan, tetapi juga pendampingan selama proses pengobatan.

“Bagi yang terindikasi TB, akan segera kami tindak lanjuti dengan pengobatan dan pendampingan dari Puskesmas,” katanya.

Dengan adanya mekanisme tindak lanjut tersebut, warga yang membutuhkan penanganan tidak berhenti pada tahap skrining.

Puskesmas akan memberikan arahan sesuai hasil pemeriksaan dan kondisi kesehatan warga.

Armiza mengatakan pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan karena TB terkadang tidak langsung menimbulkan gejala yang berat.

Kondisi tersebut membuat seseorang dapat tidak menyadari adanya gangguan kesehatan dan baru mencari pertolongan ketika kondisinya sudah mengganggu aktivitas.

Melalui deteksi lebih awal, tenaga kesehatan dapat melakukan tindak lanjut dengan lebih cepat.

Penanganan yang dilakukan sejak awal juga diharapkan dapat membantu menekan risiko penularan di lingkungan masyarakat.

Karena itu, masyarakat didorong untuk tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan.

Layanan skrining dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara lebih dini.

Pesan tersebut juga menjadi bagian dari edukasi dalam kegiatan di Desa Maos Kidul.

Pemeriksaan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pengobatan ketika seseorang sudah sakit, tetapi juga upaya mengenali kondisi kesehatan dan menemukan potensi masalah sejak awal.

Bagi warga yang hasil pemeriksaannya menunjukkan indikasi tertentu, Puskesmas Maos menyiapkan tindak lanjut sesuai kebutuhan.

Hal ini menjadi bagian penting dari kegiatan skrining agar pemeriksaan tidak berhenti hanya pada pengumpulan data kesehatan.

Pendampingan juga diberikan kepada warga yang menjalani pengobatan TB.

Dengan adanya pendampingan dari petugas kesehatan, proses pengobatan diharapkan dapat dijalani secara lebih terarah.

Armiza berharap masyarakat semakin terbiasa memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.

Menurutnya, kesadaran untuk melakukan pemeriksaan sejak dini menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Masyarakat juga diimbau tidak menunggu sampai mengalami keluhan berat sebelum memeriksakan diri.

Semakin cepat kondisi kesehatan diketahui, semakin cepat pula langkah lanjutan dapat ditentukan oleh tenaga kesehatan.

Kegiatan skrining gratis di Desa Maos Kidul dengan jumlah peserta mencapai 110 warga menjadi salah satu contoh upaya mendekatkan layanan pemeriksaan kepada masyarakat.

Selain memberikan edukasi, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada warga untuk mengetahui kondisi kesehatan secara langsung.

Puskesmas Maos berharap kegiatan serupa dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan.

Dengan partisipasi aktif warga dan tindak lanjut dari tenaga kesehatan, upaya deteksi dini berbagai gangguan kesehatan, termasuk TB, dapat terus diperkuat di wilayah Kecamatan Maos dan Kabupaten Cilacap. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Data Bansos Masih Ditemukan Anomali Desil

Data Bansos Temanggung Bermasalah, 20 Persen Warga Miskin Masuk Desil 6-10