BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMP Muhammadiyah Plus Cimanggu, Kabupaten Cilacap.
Tiga siswi sekolah tersebut menunjukkan kemampuan terbaik di bidang bahasa Inggris dan olahraga.
Dua siswi berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Cilacap English Festival (CEF) 2026. Keduanya adalah Mayra Zahrani dan Azaria Sherinafisa.
Mayra Zahrani, siswi kelas 9 Tahfidz, berhasil menjadi Juara 1 Story Telling Contest.
Sementara Azaria Sherinafisa, siswi kelas 8 English, meraih Juara 1 Speech Contest.
Capaian tersebut mengantarkan Mayra dan Azaria untuk melaju ke final tingkat Kabupaten Cilacap yang dijadwalkan berlangsung pada 29 September 2026.
Selain prestasi di bidang bahasa Inggris, SMP Muhammadiyah Plus Cimanggu juga menyiapkan siswi lainnya untuk mengikuti kompetisi olahraga.
Kinara Az Zahra Winata, siswi kelas 7 English, akan berlaga dalam Kejurkab Bupati Cup Pencak Silat Kabupaten Cilacap 2026.
Keberhasilan Mayra Zahrani dan Azaria Sherinafisa menjadi pencapaian tersendiri bagi SMP Muhammadiyah Plus Cimanggu dalam ajang Cilacap English Festival 2026.
Mayra yang duduk di kelas 9 Tahfidz berhasil menjadi juara pertama pada kategori Story Telling Contest.
Kemampuan menyampaikan cerita menggunakan bahasa Inggris menjadi salah satu kekuatan yang mengantarkannya meraih posisi teratas.
Sementara itu, Azaria Sherinafisa dari kelas 8 English menjadi Juara 1 Speech Contest.
Prestasi tersebut menunjukkan kemampuan siswa dalam menyampaikan gagasan melalui pidato berbahasa Inggris.
Kedua siswi tersebut selanjutnya akan kembali berkompetisi di tingkat Kabupaten Cilacap. Final CEF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 29 September 2026.
Bagi sekolah, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian individu bagi Mayra dan Azaria.
Prestasi itu sekaligus menjadi gambaran potensi siswa SMP Muhammadiyah Plus Cimanggu dalam mengembangkan kemampuan bahasa asing.
Kemampuan berbahasa Inggris juga terus menjadi salah satu bidang yang mendapatkan perhatian sekolah.
Kompetisi seperti CEF menjadi ruang bagi siswa untuk menguji kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman tampil di hadapan orang lain.
Kepala SMP Muhammadiyah Plus Cimanggu, Rakhmat Efendi, SAg, menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih kedua siswinya.
Menurut Rakhmat, keberhasilan Mayra dan Azaria menjadi bukti bahwa siswa SMP Muhammadiyah Plus Cimanggu memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui berbagai ajang kompetisi.
“Alhamdulillah, prestasi Mayra dan Azaria menjadi kebanggaan bagi sekolah. Ini menunjukkan bahwa siswa-siswi kami memiliki potensi yang luar biasa, khususnya dalam kemampuan berbahasa Inggris,” ujar Rakhmat.
Ia menjelaskan bahwa prestasi tersebut tidak diraih secara instan. Ada proses latihan, kerja keras, pendampingan guru, serta dukungan orang tua yang ikut berperan dalam perkembangan siswa.
Sekolah pun berkomitmen memberikan ruang kepada para siswa untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka.
Kompetisi dipandang bukan hanya sebagai tempat untuk mengejar gelar juara, tetapi juga sebagai sarana membangun keberanian dan pengalaman.
“Kami terus mendorong anak-anak untuk berani berkompetisi dan mengembangkan bakatnya. Prestasi bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga tentang proses, keberanian, disiplin dan pengalaman yang mereka dapatkan,” katanya.
Prestasi SMP Muhammadiyah Plus Cimanggu tidak hanya datang dari bidang bahasa Inggris.
Sekolah juga tengah mempersiapkan Kinara Az Zahra Winata untuk mengikuti kompetisi pencak silat.
Kinara merupakan siswi kelas 7 English yang akan ambil bagian dalam Kejurkab Bupati Cup Pencak Silat Kabupaten Cilacap 2026.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 11-12 September 2026 di Gedung KONI Cilacap.
Keikutsertaan Kinara menjadi kesempatan bagi SMP Muhammadiyah Plus Cimanggu untuk kembali menunjukkan potensi siswanya di bidang olahraga.
Dengan demikian, tiga siswi sekolah tersebut memiliki kiprah di bidang yang berbeda.
Mayra dan Azaria mengukir prestasi melalui kompetisi bahasa Inggris, sedangkan Kinara bersiap membawa nama sekolah dalam ajang pencak silat.
Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan potensi siswa tidak hanya berorientasi pada satu bidang.
Kemampuan akademik, bahasa, seni, maupun olahraga dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan diri.
Prestasi yang diraih Mayra dan Azaria sekaligus menjadi motivasi bagi siswa SMP Muhammadiyah Plus Cimanggu lainnya.
Bagi sekolah, keberanian mengikuti kompetisi merupakan bagian dari proses pendidikan.
Siswa tidak hanya belajar memahami materi di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman ketika harus tampil, berkompetisi, dan menghadapi penilaian.
Dalam kompetisi bahasa Inggris, misalnya, siswa dituntut memiliki kemampuan komunikasi sekaligus kepercayaan diri.
Story telling membutuhkan kemampuan menyampaikan cerita dengan baik, sedangkan speech menuntut peserta mampu menyampaikan gagasan secara terstruktur.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi siswa untuk terus mengembangkan kemampuan mereka.
Rakhmat menegaskan bahwa sekolah akan terus mendorong siswa agar berani mengikuti berbagai kompetisi sesuai dengan bakat masing-masing.
Dukungan orang tua dan guru juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Dengan pendampingan yang berkelanjutan, siswa diharapkan tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga memahami arti kerja keras, kedisiplinan, keberanian, dan proses belajar.
Setelah berhasil menjadi Juara 1 pada kategori masing-masing dalam Cilacap English Festival 2026, Mayra Zahrani dan Azaria Sherinafisa masih memiliki tantangan berikutnya.
Keduanya dijadwalkan tampil pada final tingkat Kabupaten Cilacap pada 29 September 2026.
Kesempatan tersebut menjadi momentum bagi Mayra dan Azaria untuk kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Sekolah tentu berharap pengalaman dari babak sebelumnya dapat menjadi bekal untuk menghadapi persaingan di tingkat kabupaten.
Sementara itu, perhatian sekolah juga tertuju pada Kinara yang akan berlaga dalam Kejurkab Bupati Cup Pencak Silat pada 11-12 September 2026.
Tiga siswi tersebut pun menjadi representasi dari beragam potensi yang dimiliki SMP Muhammadiyah Plus Cimanggu.
Prestasi Mayra dan Azaria serta keikutsertaan Kinara dalam kompetisi olahraga memperlihatkan bahwa siswa memiliki kesempatan untuk berkembang sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.
Bagi sekolah, pencapaian tersebut bukan sekadar soal jumlah piala. Lebih dari itu, kompetisi menjadi bagian dari proses membentuk siswa agar berani tampil, disiplin, memiliki semangat berprestasi, dan mampu mengembangkan potensi diri. (wln/stch/dda)














