BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinpendukcapil) Kabupaten Purbalingga terus memperluas akses pelayanan administrasi kependudukan melalui program Jemput Bola Adminduk.
Layanan tersebut menyasar warga yang tinggal di wilayah rawan bencana serta masyarakat yang berada cukup jauh dari kantor Dinpendukcapil.
Program ini tidak hanya ditujukan untuk mempermudah masyarakat mengurus dokumen kependudukan.
Pendataan dan verifikasi yang dilakukan di lapangan juga menjadi bagian penting untuk memastikan data kependudukan tetap akurat dan valid.
Kepala Dinpendukcapil Kabupaten Purbalingga Bambang Wijonarko mengatakan, data kependudukan memiliki peran penting dalam mendukung pemerintah ketika melakukan perencanaan penanggulangan bencana, mitigasi, hingga penanganan kondisi darurat.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan akurasi dan validitas data kependudukan sebagai dasar dalam perencanaan penanggulangan bencana, penyusunan strategi mitigasi, serta percepatan penanganan darurat apabila terjadi bencana di wilayah rawan,” kata Bambang, Jumat (11/9/2026).
Purbalingga memiliki sejumlah wilayah yang masuk kategori rawan bencana, terutama kawasan yang berpotensi mengalami tanah bergerak maupun longsor.
Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu pertimbangan Dinpendukcapil dalam mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.
Dengan sistem jemput bola, petugas mendatangi wilayah sasaran sehingga warga tidak harus menempuh perjalanan jauh menuju kantor Dinpendukcapil.
Pendekatan tersebut dinilai penting terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan lereng atau desa yang aksesnya relatif jauh dari pusat pemerintahan.
Selain membantu masyarakat memperoleh dokumen kependudukan, kegiatan lapangan juga memungkinkan petugas melakukan pendataan dan verifikasi secara langsung.
Data yang akurat menjadi salah satu kebutuhan penting dalam situasi kebencanaan.
Informasi mengenai penduduk di suatu wilayah dapat membantu pemerintah menyiapkan kebijakan dan langkah penanganan yang lebih tepat apabila terjadi keadaan darurat.
Bambang mengatakan layanan tersebut merupakan bagian dari komitmen Dinpendukcapil untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat.
Salah satu tujuan utama layanan Jemput Bola Adminduk adalah mengurangi hambatan jarak yang selama ini mungkin dihadapi masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan.
“Kini, warga tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor untuk mengurus dokumen kependudukan,” ujarnya.
Melalui layanan tersebut, masyarakat di wilayah desa maupun kawasan yang jauh dari pusat kota memperoleh kesempatan mengurus sejumlah dokumen dalam satu kegiatan pelayanan.
Model pelayanan jemput bola juga bukan hal baru bagi Dinpendukcapil Purbalingga.
Dinas tersebut secara berkala menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan langsung ke tengah masyarakat.
Pada September 2026, misalnya, layanan jemput bola juga digelar di Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja, dengan layanan perekaman dan pencetakan KTP-el, penerbitan KK, serta pembuatan KIA.
Dinpendukcapil juga mendorong warga memanfaatkan layanan digital kependudukan ketika tersedia.
Selain dokumen fisik, masyarakat dapat memperoleh informasi dan layanan terkait Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui kegiatan pelayanan yang digelar di lapangan.
Dalam pelaksanaan layanan jemput bola, antusiasme masyarakat disebut cukup tinggi.
Salah satu layanan yang banyak dimanfaatkan adalah pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA).
Sejumlah orang tua memanfaatkan kesempatan tersebut untuk sekaligus mengurus dokumen identitas bagi anak mereka.
Kehadiran petugas di lokasi membuat proses pengurusan menjadi lebih mudah karena masyarakat tidak perlu mengatur perjalanan khusus ke kantor Dinpendukcapil.
KIA menjadi salah satu dokumen yang dapat diurus melalui pelayanan jemput bola. Selain itu, masyarakat juga dapat mengurus Kartu Keluarga (KK).
Layanan lain yang tidak kalah penting adalah perekaman dan pencetakan KTP elektronik (KTP-el).
Fasilitas tersebut menyasar warga yang telah memenuhi persyaratan usia untuk melakukan perekaman identitas kependudukan.
Dengan tersedianya beberapa layanan dalam satu lokasi, warga dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan.
Hal ini menjadi semakin relevan bagi masyarakat yang tinggal di daerah dengan jarak cukup jauh dari pusat pelayanan administrasi kependudukan.
Program jemput bola di wilayah rawan bencana memiliki fungsi yang lebih luas dibandingkan sekadar mendekatkan pelayanan administrasi.
Dinpendukcapil juga memastikan data penduduk yang berada di kawasan tersebut dapat diperbarui dan diverifikasi.
Data kependudukan yang valid dapat membantu pemerintah mengetahui kondisi masyarakat di wilayah tertentu.
Informasi tersebut kemudian dapat menjadi bagian dari bahan perencanaan ketika pemerintah menyusun strategi mitigasi maupun langkah penanganan jika terjadi bencana.
Pendekatan ini juga menunjukkan bahwa administrasi kependudukan berkaitan erat dengan berbagai sektor pelayanan publik.
Data yang akurat dibutuhkan bukan hanya untuk dokumen identitas, tetapi juga dalam perencanaan program pemerintah.
Dinpendukcapil Purbalingga sendiri menempatkan akurasi data sebagai bagian penting dalam pelayanan.
Di sisi lain, dinas juga terus mengembangkan inovasi jemput bola untuk memperluas cakupan pelayanan.
Dalam perencanaan 2027, Dinpendukcapil menargetkan peningkatan kepuasan masyarakat dengan mengandalkan inovasi layanan jemput bola dan sistem daring.
Bambang menegaskan, layanan jemput bola menjadi bentuk komitmen Dinpendukcapil Purbalingga untuk tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor.
“Layanan ini menunjukkan komitmen Dinpendukcapil Purbalingga untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menunggu warga datang ke kantor pelayanan,” ujarnya.
Konsep tersebut menjadi penting dalam membangun pelayanan publik yang inklusif.
Masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan tetap memiliki hak mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan dengan mudah.
Dengan mendatangi wilayah sasaran, petugas juga dapat melihat langsung kebutuhan masyarakat.
Pelayanan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan, termasuk kebutuhan perekaman KTP-el, pencetakan dokumen, pengurusan KK maupun KIA.
Bagi warga Purbalingga yang tinggal di kawasan rawan bencana atau berada jauh dari pusat layanan, kehadiran program Jemput Bola Adminduk diharapkan semakin memudahkan pemenuhan dokumen kependudukan.
Ke depan, layanan tersebut diharapkan terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses administrasi kependudukan.
Dengan data yang akurat dan dokumen yang lengkap, pemerintah juga memiliki dasar yang lebih kuat dalam menyusun kebijakan, termasuk menghadapi potensi bencana dan kebutuhan pelayanan masyarakat.
Program tersebut pada akhirnya bukan hanya soal mendekatkan kantor pelayanan kepada warga.
Lebih dari itu, jemput bola menjadi upaya Dinpendukcapil Purbalingga membangun pelayanan publik yang cepat, mudah, merata, sekaligus mendukung ketersediaan data kependudukan yang valid. (tya/stch/dda)














