BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Gemuruh semangat kepanduan memenuhi Stadion GOR Satria Purwokerto, Kamis (10/9/2026), saat Kabupaten Banyumas menjadi tuan rumah Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah.
Sekitar 5.000 peserta mengikuti puncak peringatan tersebut. Banyumas tidak hanya dipercaya menjadi lokasi upacara tingkat provinsi, tetapi juga menjadi titik akhir rangkaian Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwarda Jawa Tengah 2026.
Penetapan Banyumas sebagai tuan rumah telah dipersiapkan sejak beberapa bulan sebelumnya.
Dalam rangkaian ETK 2026, Banyumas ditetapkan sebagai titik kumpul utama dari berbagai rute yang diberangkatkan dari sejumlah wilayah Jawa Tengah.
Tradisi tersebut akhirnya bermuara di GOR Satria Purwokerto bersamaan dengan pelaksanaan puncak Hari Pramuka ke-65 tingkat Kwarda Jawa Tengah.
Estafet Tunas Kelapa menjadi salah satu tradisi yang memperkuat rangkaian peringatan Hari Pramuka di Jawa Tengah tahun ini.
ETK 2026 diberangkatkan dari 14 titik di Jawa Tengah. Rute tersebut kemudian bergerak menuju Banyumas yang menjadi titik akhir sekaligus lokasi puncak peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kwarda Jawa Tengah.
Sebelum mencapai puncak acara, perjalanan ETK juga melewati sejumlah wilayah di Banyumas.
Pada 6 September 2026, misalnya, pasukan ETK dari Kwarcab Purbalingga diserahterimakan kepada Kwarcab Banyumas di Lapangan Desa Silado, Kecamatan Sumbang.
Rangkaian tersebut kemudian berlanjut hingga seluruh pasukan dan simbol ETK tiba di Banyumas.
Tradisi Estafet Tunas Kelapa bukan sekadar perjalanan simbolik. Kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat gotong royong antaranggota Gerakan Pramuka di Jawa Tengah.
Dalam amanat yang dibacakan pada puncak peringatan, Wakil Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Bidang Bela Negara Mayjen TNI (Purn) Widagdo Hendro Sukoco mengingatkan pentingnya makna Tunas Kelapa sebagai simbol persaudaraan dan regenerasi bangsa.
Pesan tersebut juga menekankan bahwa anggota Pramuka tidak cukup hanya memiliki kemampuan membangun.
Mereka juga harus mampu merawat berbagai hal yang telah dibangun, termasuk lingkungan, keunggulan daerah, serta persatuan bangsa.
“Pramuka Jawa Tengah tidak hanya harus pandai membangun, tetapi juga harus mampu merawat apa yang telah dibangun, baik lingkungan, keunggulan daerah, maupun persatuan bangsa,” pesan Widagdo di hadapan ribuan anggota Pramuka.
Pesan tersebut menjadi relevan dengan tantangan generasi muda saat ini. Gerakan Pramuka didorong untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, termasuk perkembangan teknologi digital.
Anggota Pramuka diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya menangkal penyebaran informasi palsu atau hoaks serta mencegah perundungan di ruang digital atau cyberbullying.
Selain itu, generasi muda Pramuka juga didorong memiliki kemandirian melalui kegiatan kewirausahaan.
Dengan demikian, Pramuka tidak hanya dikenal sebagai organisasi yang membentuk kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang kreatif, mandiri, dan adaptif.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Banyumas menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Banyumas.
Menurut Sadewo, menjadi pusat pelaksanaan peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Provinsi Jawa Tengah merupakan sebuah kehormatan bagi Kabupaten Banyumas.
“Merupakan sebuah kebanggaan bagi kami karena Kabupaten Banyumas mendapat amanah menjadi pusat pelaksanaan Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026,” ungkap Sadewo.
Kepercayaan tersebut sekaligus menunjukkan kesiapan Banyumas dalam menjadi lokasi kegiatan berskala provinsi.
Pemerintah Kabupaten Banyumas sebelumnya juga telah mempublikasikan agenda Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kwarda Jawa Tengah pada 10 September 2026.
Tidak hanya upacara utama, rangkaian kegiatan di GOR Satria juga diisi dengan berbagai kegiatan Pramuka.
Sehari sebelumnya, Banyumas menggelar Festival Pramuka yang berlangsung pada 9–10 September 2026 dan menjadi bagian dari rangkaian besar peringatan Hari Pramuka tingkat Jawa Tengah.
Puncak peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kwarda Jawa Tengah juga menjadi momentum penghargaan bagi sejumlah anggota Gerakan Pramuka.
Sekretaris Daerah Banyumas Agus Nur Hadie yang juga menjabat Ketua Kwarcab Banyumas dianugerahi Lencana Pancawarsa VI.
Lencana tersebut merupakan salah satu bentuk penghargaan bagi anggota dewasa Gerakan Pramuka atas kesetiaan dan keaktifannya dalam kegiatan kepramukaan selama lima tahun atau kelipatannya secara terus-menerus.
Agus menjelaskan bahwa Pancawarsa VI memiliki makna enam kali lima tahun pengabdian.
“Pancawarsa VI berarti 6 kali 5, 30 tahun berturut-turut mengabdi sebagai Pramuka,” kata Agus Nur Hadie.
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari apresiasi terhadap anggota dewasa yang selama bertahun-tahun ikut menjaga keberlangsungan kegiatan Gerakan Pramuka.
Bagi Banyumas, menjadi tuan rumah peringatan Hari Pramuka tingkat Kwarda Jawa Tengah tahun ini bukan pengalaman pertama.
Agus Nur Hadie menyebut Banyumas sebelumnya juga pernah dipercaya menjadi tuan rumah pada 2014.
“Tahun 2014 dan tahun ini,” pungkasnya.
Artinya, Banyumas telah dua kali mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah peringatan Hari Pramuka tingkat Kwarda Jawa Tengah.
Kepercayaan tersebut sekaligus memperkuat posisi Banyumas sebagai salah satu daerah yang aktif dalam kegiatan kepramukaan di Jawa Tengah.
Puncak Hari Pramuka ke-65 tingkat Jawa Tengah di GOR Satria Purwokerto bukan sekadar seremoni tahunan.
Rangkaian kegiatan yang melibatkan ribuan anggota Pramuka tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kembali nilai persaudaraan, gotong royong, kedisiplinan, kepedulian lingkungan, serta kesiapan menghadapi perkembangan zaman.
Bermuaranya Estafet Tunas Kelapa di Banyumas juga memberikan makna tersendiri.
Dari berbagai penjuru Jawa Tengah, pasukan ETK bergerak menuju satu titik yang sama sebelum akhirnya mengikuti puncak peringatan di Purwokerto.
Dengan demikian, Banyumas bukan hanya menjadi lokasi penyelenggaraan upacara, tetapi juga menjadi titik pertemuan semangat kepramukaan dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 diharapkan dapat menjadi momentum bagi generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengambil peran positif di tengah masyarakat.
Pramuka Jawa Tengah pun diharapkan mampu terus berkembang menjadi organisasi yang relevan dengan kebutuhan generasi muda, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi gerakan kepanduan. (res/stch/dda)














