BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Minat masyarakat Kabupaten Purbalingga untuk menunaikan ibadah haji terus menunjukkan tren yang tinggi.
Akibatnya, jumlah antrean atau waiting list haji reguler di daerah tersebut semakin panjang.
Berdasarkan data Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Purbalingga per 2 Juli 2026, jumlah calon jemaah haji yang masuk daftar tunggu telah mencapai 13.555 orang.
Tingginya jumlah pendaftar membuat estimasi masa tunggu keberangkatan haji di Purbalingga mencapai sekitar 29 tahun.
Kondisi ini menjadi gambaran besarnya antusiasme masyarakat untuk menunaikan rukun Islam kelima, sekaligus menunjukkan panjangnya antrean haji reguler di Indonesia.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purbalingga, Ani Mufarokhakh, menjelaskan bahwa jumlah pendaftar terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Berdasarkan data terbaru, calon jemaah perempuan masih mendominasi dibandingkan laki-laki.
“Per awal Juli 2026, jumlah calon jemaah haji reguler di Purbalingga mencapai 13.555 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.287 merupakan perempuan, sedangkan 6.268 lainnya laki-laki,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Selain tingginya jumlah pendaftar, Kemenhaj juga memberikan perhatian khusus terhadap calon jemaah lanjut usia (lansia).
Dari total antrean yang ada, sebanyak 1.860 orang tercatat masuk kategori lansia.
Keberadaan jemaah lansia menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan ibadah haji karena membutuhkan pelayanan, pendampingan, dan perhatian yang lebih optimal, baik sebelum keberangkatan maupun saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Data Kemenhaj menunjukkan mayoritas calon jemaah haji di Kabupaten Purbalingga berasal dari kelompok usia produktif hingga pra-lansia.
Kelompok usia 50–60 tahun menjadi yang terbanyak dengan 3.394 orang, disusul usia 40–50 tahun sebanyak 3.389 orang.
Kondisi ini menunjukkan banyak masyarakat memilih mendaftar haji jauh sebelum memasuki usia lanjut agar memiliki kesempatan berangkat lebih cepat meski harus menunggu puluhan tahun.
Dengan masa tunggu yang mencapai hampir tiga dekade, masyarakat kini semakin didorong untuk mendaftar haji sejak usia muda agar peluang berangkat saat kondisi fisik masih prima semakin besar.
Dilihat dari latar belakang pekerjaan, calon jemaah haji reguler di Purbalingga berasal dari berbagai profesi.
Pendaftar terbanyak berasal dari sektor pekerja swasta sebanyak 3.044 orang. Posisi berikutnya ditempati Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan 2.986 orang, kemudian ibu rumah tangga sebanyak 2.013 orang.
Data tersebut menunjukkan bahwa minat menunaikan ibadah haji tidak hanya datang dari kalangan aparatur sipil negara, tetapi juga masyarakat umum dengan berbagai latar belakang pekerjaan.
Sementara itu, berdasarkan tingkat pendidikan, antrean haji reguler di Kabupaten Purbalingga didominasi oleh lulusan Strata 1 (S1).
Jumlah pendaftar dengan pendidikan sarjana mencapai 4.760 orang, sedangkan lulusan SMA berada di posisi kedua dengan 3.037 orang.
Data tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat dari berbagai tingkat pendidikan untuk mempersiapkan ibadah haji sejak dini.
Menghadapi jumlah antrean yang terus bertambah, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purbalingga memastikan akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh calon jemaah.
Menurut Ani Mufarokhakh, pelayanan yang profesional, amanah, dan berintegritas menjadi prioritas utama agar proses penyelenggaraan ibadah haji berjalan semakin baik.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh calon jemaah haji dengan mengedepankan profesionalisme, amanah, dan integritas demi penyelenggaraan ibadah haji yang semakin berkualitas,” tegasnya.
Dengan waiting list yang kini mencapai 29 tahun, masyarakat yang berencana menunaikan ibadah haji diimbau segera melakukan pendaftaran sejak dini.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperbesar peluang memperoleh jadwal keberangkatan lebih cepat di masa mendatang sekaligus mempersiapkan kondisi fisik, mental, dan finansial dengan lebih matang. (alw/stch/dda)














