BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Keterbatasan fasilitas tidak menjadi penghalang bagi Alim Surahman (11) untuk menorehkan prestasi membanggakan.
Siswa kelas V SD Negeri 7 Krandegan, Kabupaten Banjarnegara, berhasil meraih medali emas Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Jawa Tengah pada nomor Kanga’s Escape dan dipastikan mewakili Jawa Tengah di tingkat nasional.
Keberhasilan Alim menjadi bukti bahwa semangat, kerja keras, dan pembinaan yang konsisten mampu mengalahkan keterbatasan sarana latihan.
Di sekolahnya, lintasan latihan hanya dibuat menggunakan tali rafia, media latihan memanfaatkan kardus bekas, sementara lingkaran tolak peluru disusun dari batu bata.
Tak hanya berjaya di O2SN, Alim juga sukses menjadi juara pertama nomor lari 60 meter dan tolak peluru pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Banjarnegara.
Prestasi tersebut mengantarkannya mewakili Banjarnegara di Popda Provinsi Jawa Tengah.
Kepala SD Negeri 7 Krandegan, Suci Rahayu, mengatakan keberhasilan itu bermula dari keinginannya menghidupkan kembali kegiatan ekstrakurikuler olahraga setelah melihat banyak potensi siswa di bidang nonakademik.
“Saya melihat banyak prestasi olahraga yang pernah diraih sekolah ini. Berarti anak-anak memang memiliki potensi di bidang nonakademik. Dari situ kami mulai mengembangkan bakat mereka melalui ekstrakurikuler,” ujarnya.
Sekolah kemudian memilih cabang atletik karena dinilai lebih terjangkau dari sisi pembiayaan.
Dari proses pemetaan bakat siswa, kemampuan Alim mulai terlihat sehingga mendapatkan pembinaan secara khusus.
Pelatih atletik Oktavianto Hasto Prasetiyo mengungkapkan Alim bukanlah pelari tercepat saat pertama kali mengikuti seleksi.
Namun, ia memiliki semangat berlatih dan tekad kuat untuk menjadi juara.
Untuk menghadapi O2SN, Alim difokuskan pada nomor Kanga’s Escape, sedangkan untuk Popda ia dipersiapkan di nomor lari 60 meter dan tolak peluru.
Latihan dilakukan empat kali dalam sepekan dan ditingkatkan menjadi setiap hari menjelang pelaksanaan O2SN.
“Awalnya latihan menggunakan kardus, lintasan dibuat dari tali rafia, dan lingkaran tolak peluru dibatasi batu bata. Yang penting bagi saya anak-anak bahagia saat latihan. Kalau mereka senang, semangatnya akan tumbuh,” kata Hasto.
Kerja keras tersebut membuahkan hasil. Catatan waktu Alim pada nomor Kanga’s Escape meningkat signifikan dari sekitar 18 detik menjadi 14,13 detik, sekaligus mengantarkannya meraih medali emas tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Sementara pada nomor tolak peluru, lemparannya mencapai 9,78 meter saat Popda Kabupaten Banjarnegara.
“Progresnya sangat bagus. Target saya berikutnya bisa mencapai 11 meter,” ujar Hasto.
Di balik prestasinya, Alim mengaku memiliki motivasi sederhana. Ia ingin mengikuti jejak kakak kelasnya yang pernah menjadi juara sekaligus membanggakan kedua orang tuanya.
“Saya ingin seperti kakak kelas saya. Saya juga ingin membanggakan orang tua,” kata Alim.
Kini, Alim tengah mempersiapkan diri untuk membawa nama Jawa Tengah pada ajang O2SN tingkat nasional, sekaligus memperkuat kontingen Banjarnegara di Popda Provinsi Jawa Tengah.
Prestasi Alim menjadi bukti bahwa keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
Dengan semangat, disiplin, dan dukungan sekolah, siswa dari daerah pun mampu bersaing hingga tingkat nasional. (far/stch/dda)














