BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Upaya pencarian terhadap Museni (72), warga Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, terus dilakukan secara intensif.
Memasuki hari ketujuh pencarian, Rabu (8/7), tim gabungan kembali menyisir kawasan hutan dengan dukungan Unit Satwa (K9) Polres Purbalingga yang membawa anjing pelacak untuk membantu menemukan keberadaan lansia yang dilaporkan hilang sejak Rabu (1/7).
Museni diduga tersesat setelah terakhir kali terlihat berjalan menuju kawasan perkebunan di sebelah utara lapangan desa.
Hingga kini, keberadaannya masih belum diketahui meski berbagai metode pencarian telah dilakukan oleh tim gabungan.
Kepala Satuan Samapta Polres Purbalingga, AKP Tri Haryanto, mengatakan bahwa pihaknya menerjunkan personel Unit K9 sebagai bagian dari upaya maksimal dalam proses pencarian.
“Kami menerjunkan Unit K9 untuk mendeteksi jejak keberadaan lansia yang dilaporkan hilang,” ujarnya.
Menurut Tri Haryanto, anjing pelacak dikerahkan untuk menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi jalur yang dilalui korban.
Area pencarian meliputi permukiman warga hingga kawasan hutan yang memiliki vegetasi cukup lebat.
Meski telah dilakukan penyisiran secara menyeluruh menggunakan kemampuan pelacakan anjing K9, hingga hari ketujuh Museni masih belum berhasil ditemukan.
Tim gabungan memastikan proses pencarian akan terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.
Selain Unit K9, pencarian juga memanfaatkan teknologi drone untuk memantau area-area yang sulit dijangkau oleh petugas.
Namun demikian, kondisi medan menjadi salah satu tantangan terbesar.
Vegetasi hutan yang rapat, jalur berbukit dan terjal, serta minimnya saksi mata membuat proses pencarian berlangsung cukup sulit.
“Pencarian masih akan dilakukan tim gabungan dengan harapan lansia tersebut bisa segera ditemukan,” kata Tri Haryanto.
Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, Aris Mulyanto, menjelaskan bahwa Rabu (8/7) merupakan hari terakhir pelaksanaan operasi pencarian sesuai prosedur operasi standar.
Meski demikian, evaluasi akan dilakukan setelah operasi resmi berakhir untuk menentukan langkah selanjutnya apabila korban belum juga ditemukan.
Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, Museni diketahui mengalami kondisi kepikunan.
Hal tersebut diduga menjadi penyebab korban kehilangan arah hingga masuk ke kawasan hutan di sekitar Desa Tunjungmuli.
Sejak laporan kehilangan diterima, tim gabungan yang terdiri atas personel Polres Purbalingga, BPBD, TNI, relawan, perangkat desa, serta masyarakat setempat terus melakukan pencarian secara terpadu.
Berbagai metode telah diterapkan, mulai dari penyisiran manual, pemanfaatan drone untuk pengamatan dari udara, hingga pelacakan menggunakan anjing K9 yang memiliki kemampuan mendeteksi jejak manusia.
Polres Purbalingga berharap keberadaan Museni dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Aparat juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi atau melihat keberadaan korban agar segera melapor kepada petugas agar proses pencarian dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Dengan dukungan berbagai unsur serta teknologi yang digunakan, tim gabungan tetap berkomitmen memberikan upaya terbaik demi menemukan lansia yang hilang tersebut dan memberikan kepastian bagi pihak keluarga yang hingga kini masih menunggu kabar keberadaan Museni. (tya/stch/dda)














