BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Kabupaten Banjarnegara semakin menunjukkan kualitas dan daya saingnya di pasar internasional.
Berbagai produk unggulan daerah kini berhasil menembus pasar ekspor, mulai dari angklung produksi Kecamatan Punggelan yang mendapatkan repeat order dari luar negeri, tepung mocaf yang rutin dikirim ke kawasan Jazirah Arab, hingga puluhan produk lokal yang berhasil lolos seleksi promosi ke Jepang.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa produk UMKM Banjarnegara mampu bersaing di pasar global.
Namun, di balik peluang ekspor yang semakin terbuka, masih terdapat tantangan besar yang harus dihadapi para pelaku usaha, yakni keterbatasan kapasitas produksi sehingga belum mampu memenuhi permintaan dalam jumlah besar dari pembeli mancanegara.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Banjarnegara, Adi Cahyono, mengatakan pemerintah daerah terus memberikan pendampingan secara menyeluruh kepada para pelaku UMKM agar mampu menembus pasar ekspor.
Pendampingan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga mencakup pengembangan pemasaran, pemenuhan standar internasional, hingga pengurusan berbagai dokumen yang menjadi syarat ekspor ke berbagai negara.
“Selama ini kami tidak hanya melakukan pembinaan bagaimana menghasilkan barang yang baik dan cara memperdagangkannya, tetapi juga sampai pada proses ekspor. Kami memfasilitasi berbagai persyaratan, termasuk HACCP dan dokumen lainnya, karena setiap negara dan setiap jenis produk memiliki ketentuan yang berbeda,” ujar Adi.
Menurutnya, sertifikasi dan kelengkapan dokumen menjadi salah satu faktor penting agar produk UMKM dapat diterima di pasar internasional.
Setiap negara memiliki standar keamanan pangan maupun kualitas produk yang berbeda sehingga pelaku usaha perlu mendapatkan pendampingan agar mampu memenuhi seluruh persyaratan tersebut.
Upaya yang dilakukan pemerintah daerah mulai membuahkan hasil. Salah satu contoh sukses datang dari produk angklung asal Kecamatan Punggelan yang telah memperoleh repeat order dari pembeli luar negeri.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kualitas produk Banjarnegara mampu memenuhi ekspektasi pasar internasional.
Selain itu, sebanyak 26 produk unggulan Banjarnegara berhasil lolos dari sekitar 46 hingga 47 produk yang diajukan dalam program promosi menuju pasar Jepang.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting mengingat Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan standar kualitas produk yang sangat ketat.
“Jepang merupakan salah satu negara yang cukup ketat dalam proses ekspor. Alhamdulillah, ada 26 produk Banjarnegara yang berhasil lolos. Harapannya ini menjadi awal munculnya order baru dan peningkatan ekspor bagi pelaku usaha,” jelasnya.
Tidak hanya Jepang, produk tepung mocaf asal Banjarnegara juga terus menunjukkan performa positif di pasar internasional.
Produk berbahan baku singkong tersebut secara rutin diekspor ke kawasan Jazirah Arab, termasuk Dubai, yang memiliki permintaan cukup tinggi terhadap produk pangan alternatif.
Selain tepung mocaf, gula aren produksi Banjarnegara juga pernah berhasil menembus pasar ekspor.
Hal ini menunjukkan bahwa potensi produk lokal Banjarnegara sangat besar apabila didukung dengan peningkatan kualitas, inovasi, serta akses pemasaran yang lebih luas.
Meski peluang ekspor semakin besar, Adi mengakui bahwa tantangan utama justru muncul ketika pelaku UMKM berhasil mendapatkan calon pembeli dari luar negeri.
Sebagian besar UMKM di Banjarnegara masih berada pada skala mikro dan supermikro sehingga kapasitas produksinya belum mampu memenuhi permintaan dalam jumlah besar.
“Permasalahannya, ketika bertemu buyer mereka sering kesulitan memenuhi kuota yang diminta. Kemampuan produksi kita di daerah masih kecil karena rata-rata pelaku usaha masih berskala mikro dan supermikro,” ungkapnya.
Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan melalui peningkatan kapasitas produksi, penguatan kelembagaan usaha, akses pembiayaan, serta kolaborasi antarpelaku UMKM agar mampu memenuhi kebutuhan pasar ekspor secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara berharap semakin banyak produk lokal yang mampu menembus pasar internasional.
Dengan bertambahnya jumlah UMKM yang berhasil melakukan ekspor, diharapkan mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Ke depan, Disperindagkop UKM Banjarnegara akan terus memperluas pendampingan kepada pelaku usaha agar semakin siap menghadapi persaingan global.
Melalui peningkatan kualitas produk, sertifikasi internasional, dan penguatan kapasitas produksi, UMKM Banjarnegara diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak ekspor daerah sekaligus membawa nama Banjarnegara semakin dikenal di pasar dunia. (far/stch/dda)














