BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Kebakaran lahan terjadi di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Congot, Jalan Bisma, Kelurahan Gumilir, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, pada Selasa (7/7) petang.
Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merambat ke area lahan kering di sekitar lokasi.
Meski sempat menimbulkan kepulan asap tebal dan berpotensi meluas, kebakaran berhasil dipadamkan oleh tim gabungan pada malam hari.
Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan permukiman dalam kejadian tersebut karena lokasi kebakaran berada cukup jauh dari kawasan tempat tinggal warga.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Supriyadi, mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai kebakaran sekitar pukul 17.30 WIB.
Setelah menerima informasi tersebut, petugas segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan mencegah api meluas.
Berdasarkan hasil kaji cepat yang dilakukan BPBD, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 500 meter persegi dari total area sekitar 1.728 meter persegi.
Kondisi lahan yang kering akibat musim kemarau membuat kobaran api lebih cepat menyebar sehingga membutuhkan penanganan segera.
Menurut Supriyadi, meskipun tidak mengancam permukiman warga, kebakaran sempat menimbulkan pencemaran udara akibat asap yang menyelimuti kawasan sekitar.
Apabila tidak segera dipadamkan, api dikhawatirkan dapat merambat ke area lain yang dipenuhi vegetasi kering.
Dalam proses pemadaman, BPBD Kabupaten Cilacap mengerahkan berbagai peralatan, antara lain dua unit sprayer pemadam gendong, satu unit mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter, serta peralatan manual berupa gepyok bambu.
Upaya tersebut dilakukan secara terpadu bersama sejumlah instansi dan relawan.
Petugas bekerja selama beberapa jam untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam.
Setelah dilakukan proses pendinginan di sejumlah lokasi yang masih mengeluarkan asap, situasi akhirnya dinyatakan aman pada pukul 23.19 WIB.
BPBD Cilacap mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut.
Unsur yang ikut membantu antara lain UPT PKBD Cilacap, Babinsa, Kasi Trantib, Pemerintah Kelurahan Gumilir, para relawan kebencanaan, hingga masyarakat sekitar yang turut membantu proses pemadaman.
Kerja sama lintas instansi dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat pengendalian kebakaran sehingga api tidak meluas ke area yang lebih besar maupun mengancam fasilitas di sekitar lokasi.
Supriyadi juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati selama musim kemarau karena risiko kebakaran lahan meningkat cukup signifikan.
Aktivitas membakar sampah atau membersihkan lahan dengan cara dibakar sangat berpotensi memicu kebakaran apabila dilakukan tanpa pengawasan.
BPBD mengimbau warga untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan.
Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat setempat atau petugas BPBD agar penanganan dapat dilakukan sejak dini sebelum api berkembang menjadi lebih besar.
Musim kemarau yang sedang berlangsung membuat kondisi vegetasi menjadi lebih kering sehingga api lebih mudah menyala dan sulit dikendalikan.
Oleh karena itu, kewaspadaan seluruh masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya kebakaran lahan maupun kebakaran hutan.
BPBD Kabupaten Cilacap memastikan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan selama musim kemarau dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat.
Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kebakaran sekaligus menjaga keselamatan warga serta kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Cilacap. (jul/stch/dda)
















