Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pemkot Magelang Kembangkan Zona Tematik di Kebun Raya Gunung Tidar

Pemerintah kota (pemkot) magelang tengah menyiapkan zona tematik di kebun raya gunung tidarPemerintah kota (pemkot) magelang tengah menyiapkan zona tematik di kebun raya gunung tidar
JUJUKAN: Tidak hanya peziarah, banyak warga yang menyempatkan naik ke Gunung Tidar untuk olahraga.

BANYUMASEKSPRES.ID, MAGELANG – Pemerintah Kota Magelang terus melanjutkan proses penataan dan pengembangan kawasan Gunung Tidar melalui rencana pembangunan zona tematik di Kebun Raya Gunung Tidar. Persiapan lahan dan koleksi tanaman yang akan mengisi zona tersebut saat ini tengah dilakukan secara bertahap.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya Pemkot untuk menjadikan Gunung Tidar sebagai kawasan konservasi sekaligus destinasi wisata edukasi berbasis lingkungan dan keanekaragaman hayati. Konsep pengembangan kawasan pun mengacu langsung pada master plan yang telah disusun sebelumnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, M Yunus, menegaskan bahwa pembangunan zona di Gunung Tidar harus dijalankan sesuai perencanaan induk.

“Secara bertahap kita harus memenuhi zona-zona yang belum terpenuhi,” jelasnya saat ditemui di lokasi.

Ia menyebutkan bahwa pengembangan tersebut mencakup sejumlah zona penting seperti zona penerima, pengelola, hingga zona koleksi.

Namun, menurutnya, untuk mendukung Gunung Tidar sebagai sarana wisata edukatif, diperlukan penambahan zona khusus seperti zona koleksi taksonomi, insitu, kehormatan, hingga zona tematik.

Yunus menjelaskan bahwa zona-zona tambahan tersebut idealnya ditempatkan di bagian bawah kawasan. Untuk itu, DLH telah mulai menyiapkan lahan khusus untuk zona tematik yang nantinya akan diisi dengan tanaman-tanaman khas dan langka.

“Kami juga harus mengumpulkan tanamannya, karena tanaman itu tidak bisa diperoleh dengan cara jual beli, harus ada hibah atau barter,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tanaman yang digunakan dalam zona tematik haruslah teregistrasi secara resmi. Terlebih lagi, sebagian besar merupakan tanaman langka yang juga memiliki nilai historis penting.

Saat ini, berbagai spesimen tanaman langka tersebut masih berada di kebun bibit yang dikelola di kawasan Gunung Tidar. Yunus menyebut bahwa proses berikutnya tinggal pada tahap penanaman serta pembangunan fisik lokasi zona tematik.

“Tinggal penanaman dan pembuatan tempatnya,” kata dia.

Sementara itu, Teknisi Perkebunrayaan dari UPT Kebun Raya Gunung Tidar, Satrio Agung Laksono, mencatat bahwa kawasan tersebut kini telah memiliki setidaknya 20 spesimen tanaman endemik khas Pulau Jawa. Salah satu yang cukup menonjol adalah Shorea javanica, yang dikenal sebagai tanaman hutan dataran rendah khas Jawa.

“Koleksi itu hibah dari Kebun Raya Baturaden, ada juga dari Kebun Raya Kuningan dan Java Learning Center (Javlec) Jogja,” sebutnya.

Dalam catatannya, saat ini terdapat total 111 jenis tanaman yang tumbuh di kawasan Gunung Tidar. Namun, sebagian besar dari tanaman tersebut masih didominasi oleh jenis pohon pinus.

Dari total spesies yang ada, sebanyak 32 jenis di antaranya merupakan tanaman yang tumbuh secara alami di Gunung Tidar. Salah satu yang umum dijumpai adalah jenis ficus, yang berperan penting dalam menjaga kelembaban tanah dan ekosistem lokal.

Tidak hanya menjadi rumah bagi keanekaragaman flora, Gunung Tidar juga dihuni oleh berbagai jenis fauna liar. Satwa yang biasa terlihat di kawasan ini antara lain monyet ekor panjang, ular, burung, landak, trenggiling, musang, hingga tupai.

“Kalau monyet ekor panjang, terbagi menjadi tiga kelompok. Areanya di puncak, depan loket, dan dekat terminal,” ucap Satrio.

Pembangunan zona tematik yang mengintegrasikan koleksi flora dan fauna ini menjadi bagian dari visi jangka panjang Pemkot Magelang dalam menghadirkan wisata edukasi berwawasan lingkungan.

Selain memperkuat daya tarik wisata alam lokal, proyek ini juga bertujuan melestarikan biodiversitas yang sudah mulai langka, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konservasi.

Dengan optimalisasi zona-zona yang belum terisi dan pemanfaatan lahan yang ada secara berkelanjutan, Kebun Raya Gunung Tidar diharapkan menjadi pusat pembelajaran lingkungan sekaligus ruang terbuka hijau yang memperkuat identitas ekologis Kota Magelang. (*)

Berita Sebelumnya
Driver ojol purwokerto demo tuntut kepastian regulasi

800 Pengemudi Ojek Online Gelar Aksi di Purwokerto, Tuntut Regulasi yang Berpihak pada Mitra Pengemudi

Berita Selanjutnya
Inilah kondisi jembatan gantung sindang banjaran yang putus

Inilah Kondisi Jembatan Gantung Sindang-Banjaran Purbalingga yang Putus