BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Polres Purbalingga menggelar Turnamen Main Bareng (Mabar) Esports 2026 secara serentak di empat polsek, Sabtu (12/9/2026) malam.
Kegiatan tersebut mempertandingkan dua cabang esports yang populer di kalangan generasi muda, yakni Mobile Legends dan Free Fire.
Turnamen esports tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan hiburan bagi para peserta.
Polres Purbalingga menjadikannya sebagai salah satu sarana untuk membangun komunikasi dengan generasi muda melalui kegiatan yang positif.
Kasat Binmas Polres Purbalingga AKP Tedy Subiyarsono mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi anak muda untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang esports sekaligus mendapatkan edukasi mengenai penggunaan teknologi secara bijak.
“Selain menyalurkan minat dan bakat di bidang esports, kegiatan ini juga menjadi media edukasi agar mereka menggunakan teknologi secara bijak serta bertanggung jawab,” kata Tedy, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan Mabar Esports 2026 digelar di Polsek Kaligondang, Polsek Padamara, Polsek Karangreja, dan Polsek Pengadegan.
Antusiasme peserta terlihat dari jumlah tim dan pemain yang mengikuti pertandingan di masing-masing lokasi.
Tedy menjelaskan, turnamen esports tidak semata-mata diarahkan untuk mencari pemenang.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi Polri untuk membangun kedekatan dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
Melalui kegiatan yang sesuai dengan minat anak muda, komunikasi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan dapat terjalin lebih baik.
Menurut Tedy, esports dapat menjadi salah satu media untuk mempertemukan generasi muda dalam suasana kompetitif tetapi tetap mengedepankan sportivitas dan kebersamaan.
“Kami ingin generasi muda menjadi bagian dari terwujudnya kondusivitas wilayah dengan ikut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya,” jelasnya.
Pendekatan melalui kegiatan positif tersebut juga sejalan dengan kegiatan esports yang sebelumnya dilakukan Polres Purbalingga.
Pada Juni 2026, Polres Purbalingga juga menggelar turnamen Mobile Legends Kapolres Cup sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80.
Saat itu, kepolisian menekankan penggunaan teknologi secara positif dan produktif serta pentingnya sportivitas dalam kompetisi.
Turnamen Mabar Esports 2026 dilaksanakan secara serentak di empat lokasi. Masing-masing polsek menjadi tempat pertandingan untuk cabang dan peserta yang berbeda.
Cabang Free Fire digelar di Polsek Kaligondang. Pertandingan tersebut diikuti sebanyak 240 pemain.
Sementara itu, cabang Mobile Legends digelar di tiga polsek, yakni Polsek Padamara, Polsek Karangreja, dan Polsek Pengadegan.
Di Polsek Padamara, pertandingan diikuti 18 tim dengan total 90 peserta. Kemudian di Polsek Karangreja terdapat 16 tim atau 80 peserta.
Adapun pertandingan Mobile Legends di Polsek Pengadegan diikuti tujuh tim dengan jumlah 35 peserta.
Pembagian lokasi tersebut membuat kegiatan dapat berlangsung secara serentak di sejumlah wilayah.
Selain memperluas jangkauan peserta, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi komunitas esports lokal untuk bertemu dan berkompetisi.
Dari cabang Free Fire yang berlangsung di Polsek Kaligondang, Tim KalbejXayah berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Tim Evos Esport, sedangkan juara ketiga diraih Tim Xiope.
Untuk cabang Mobile Legends di Polsek Padamara, Tim Pragos keluar sebagai juara pertama. Sementara itu, Tim Warung26 menempati posisi kedua.
Pertandingan Mobile Legends di Polsek Pengadegan menghasilkan Tim SGA sebagai juara pertama dan Tim FRST sebagai juara kedua.
Sementara di Polsek Karangreja, Tim O2H berhasil menjadi juara pertama. Posisi kedua ditempati Tim AXC, sedangkan Tim Dadakan meraih juara ketiga.
Hasil tersebut menjadi bagian dari rangkaian kompetisi esports yang berlangsung serentak di empat wilayah hukum Polsek jajaran Polres Purbalingga.
Selain kompetisi, Polres Purbalingga menekankan aspek edukasi dalam kegiatan tersebut.
Generasi muda dinilai perlu mendapatkan ruang untuk memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif.
Tedy mengatakan, penggunaan teknologi perlu disertai dengan tanggung jawab. Karena itu, kegiatan esports diarahkan bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media komunikasi dan pembinaan generasi muda.
Menurutnya, perkembangan esports membuat permainan digital tidak lagi sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang.
Kompetisi esports juga dapat menjadi wadah untuk mengasah kemampuan, membangun kerja sama tim, dan memperluas jaringan pertemanan.
Namun, pemanfaatan teknologi tetap perlu dilakukan secara bijak. Pesan tersebut juga sebelumnya disampaikan Kapolres Purbalingga dalam turnamen Mobile Legends Kapolres Cup 2026.
Polres Purbalingga memastikan kegiatan yang menyasar generasi muda seperti turnamen esports akan terus dikembangkan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan generasi muda sekaligus upaya membangun komunikasi yang lebih dekat antara kepolisian dan masyarakat.
Tedy menambahkan, kegiatan serupa diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Dengan demikian, anak muda memiliki ruang untuk menyalurkan minat dan bakat melalui kegiatan yang positif.
Di sisi lain, kepolisian berharap generasi muda ikut berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Kedekatan yang terbangun melalui kegiatan bersama diharapkan dapat memperkuat komunikasi ketika muncul persoalan di masyarakat.
Turnamen Mabar Esports 2026 akhirnya tidak hanya menjadi ajang untuk menentukan tim terbaik di masing-masing cabang.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari strategi pendekatan Polres Purbalingga kepada generasi muda melalui aktivitas yang mereka minati.
Dengan menggabungkan kompetisi, silaturahmi, dan edukasi penggunaan teknologi, Polres Purbalingga berharap kegiatan esports dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Purbalingga. (tya/ads/stch/dda)














