BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Kesempatan mendapatkan pendidikan kembali terbuka bagi sejumlah warga binaan di Lapas Kelas IIB Cilacap.
Mereka yang sebelumnya harus berhenti sekolah kini kembali mengikuti kegiatan belajar melalui Program Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket A, B, dan C.
Program pendidikan kesetaraan tersebut mulai berjalan di Lapas Cilacap pada Kamis (10/9/2026).
Kegiatan ini ditujukan bagi warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan formal sebelum menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
Melalui program tersebut, warga binaan dapat melanjutkan pendidikan sesuai jenjang yang dibutuhkan.
Mereka mengikuti pembelajaran secara bertahap hingga nantinya dapat memperoleh ijazah resmi setelah menyelesaikan pendidikan.
Program ini menjadi salah satu bentuk pembinaan di Lapas Cilacap yang tidak hanya berorientasi pada masa menjalani hukuman, tetapi juga mempersiapkan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Cilacap Alian Nur Kundy mengatakan pendidikan tetap menjadi hak warga binaan.
Menurutnya, sebagian warga binaan yang mengikuti program tersebut sebelumnya harus meninggalkan bangku sekolah karena berbagai persoalan dalam kehidupan.
Karena itu, program pendidikan kesetaraan diharapkan dapat membuka kembali kesempatan yang sebelumnya sempat terhenti.
“Banyak warga binaan yang harus berhenti sekolah karena berbagai persoalan hidup. Melalui program ini kami ingin mengembalikan kesempatan yang sempat hilang,” ujar Alian.
Program Kejar Paket A, B, dan C memberikan pilihan pendidikan berdasarkan jenjang yang perlu diselesaikan oleh masing-masing peserta.
Dengan mengikuti pembelajaran tersebut, warga binaan memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan sekaligus mengejar ijazah yang dapat digunakan setelah mereka menyelesaikan masa pembinaan.
Program pendidikan kesetaraan yang diselenggarakan di Lapas Cilacap mencakup tiga jenjang, yakni Paket A, Paket B, dan Paket C.
Secara umum, pendidikan kesetaraan menjadi jalur pendidikan nonformal yang dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal untuk memperoleh pembelajaran dan ijazah sesuai ketentuan.
Di Lapas Cilacap, warga binaan mengikuti pembelajaran berdasarkan jenjang pendidikan masing-masing.
Kesempatan tersebut penting bagi warga binaan yang sebelumnya mengalami putus sekolah.
Mereka tidak harus membiarkan pendidikan yang pernah terhenti menjadi penghalang ketika nantinya kembali ke lingkungan masyarakat.
Dengan mengikuti program secara berkelanjutan, peserta diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan hingga memperoleh ijazah resmi.
Ijazah tersebut nantinya dapat menjadi salah satu bekal ketika warga binaan menyelesaikan masa pembinaan dan kembali menjalani kehidupan di luar Lapas.
Kepala Lapas Kelas IIB Cilacap Gowim Mahali mengatakan pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan.
Menurutnya, lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani hukuman.
Ada pula proses pembinaan yang diarahkan untuk membantu warga binaan mempersiapkan kehidupan setelah bebas.
Salah satu bentuknya adalah memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk melanjutkan pendidikan yang sebelumnya belum selesai.
“Lapas tidak hanya menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga tempat membangun kembali masa depan,” kata Gowim.
Pendidikan diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan sekaligus membantu membangun kepercayaan diri warga binaan ketika nantinya kembali ke masyarakat.
Bagi mereka yang sebelumnya putus sekolah, keberadaan program kesetaraan menjadi kesempatan untuk memperbaiki capaian pendidikan tanpa harus mengabaikan proses pembinaan yang sedang dijalani.
Salah satu tujuan utama program pendidikan kesetaraan tersebut adalah memberikan bekal yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Ijazah dapat menjadi salah satu dokumen penting dalam perjalanan pendidikan maupun kehidupan seseorang.
Karena itu, kesempatan memperoleh ijazah menjadi hal yang berarti bagi warga binaan yang sebelumnya tidak sempat menyelesaikan pendidikan formal.
Gowim berharap program tersebut dapat membantu warga binaan memiliki bekal lebih lengkap ketika kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Ketika mereka bebas nanti, mereka tidak hanya membawa pengalaman hidup, tetapi juga ilmu pengetahuan, karakter yang lebih baik, dan ijazah,” tandasnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan pentingnya pendidikan dalam proses reintegrasi sosial.
Warga binaan diharapkan tidak hanya menyelesaikan masa hukuman, tetapi juga memiliki kemampuan dan bekal yang dapat membantu mereka menjalani kehidupan secara lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
Program Kejar Paket A, B, dan C di Lapas Cilacap juga menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan kedua dalam bidang pendidikan.
Putus sekolah dapat terjadi karena berbagai faktor dan persoalan kehidupan.
Ketika kesempatan untuk belajar kembali tersedia, warga binaan dapat memanfaatkannya untuk menyelesaikan jenjang pendidikan yang sebelumnya tertunda.
Pembelajaran yang dilakukan di dalam Lapas menjadi bagian dari proses tersebut.
Peserta tetap mengikuti pendidikan sesuai jenjang masing-masing dan diarahkan untuk menyelesaikan tahapan pembelajaran hingga memperoleh ijazah.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa proses pembinaan warga binaan dapat mencakup berbagai aspek, termasuk pendidikan.
Bekal pendidikan diharapkan dapat memberikan nilai tambah ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
Dengan pengetahuan, keterampilan, karakter yang lebih baik, dan dokumen pendidikan, mereka memiliki modal yang lebih lengkap untuk menata kehidupan berikutnya.
Pada akhirnya, Program Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket A, B, dan C di Lapas Kelas IIB Cilacap menjadi kesempatan bagi warga binaan yang sempat putus sekolah untuk kembali mengejar pendidikan.
Melalui program tersebut, masa lalu yang membuat pendidikan mereka terhenti tidak harus menjadi akhir dari perjalanan belajar.
Warga binaan tetap memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan ijazah sebagai salah satu bekal dalam membangun masa depan. (jul/stch/dda)














