Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Banyak PJUTS Rusak di Purbalingga, Dinhub Konversi ke PJU Konvensional
Trans Banyumas Segera Beroperasi Lagi, Wangon hingga Tambak Diusulkan Jadi Koridor Baru

Trans Banyumas Segera Beroperasi Lagi, Wangon hingga Tambak Diusulkan Jadi Koridor Baru

Wisatawan Lokal Berharap Trans Banyumas Segera MengaspalWisatawan Lokal Berharap Trans Banyumas Segera Mengaspal
MASIH PROSES: Pemkab Banyumas masih berupaya memaksimalkan pengelolaan Bus Trans Banyumas yang saat ini beralih dari pendanaan APBN ke APBD

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Wisatawan lokal berharap layanan Bus Trans Banyumas segera kembali beroperasi.

Keberadaan transportasi massal tersebut dinilai penting untuk memudahkan mobilitas masyarakat, termasuk wisatawan yang ingin berkunjung ke kawasan Banyumas Kota Lama.

Salah satu rute yang dinilai memiliki peran penting adalah Koridor Terminal Bulupitu Purwokerto-Terminal Kejawar, termasuk akses menuju RSUD Banyumas.

Koridor tersebut selama ini menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat yang bepergian dari Purwokerto menuju wilayah Banyumas.

Saat layanan Trans Banyumas belum kembali beroperasi, wisatawan yang mengandalkan transportasi umum harus menggunakan beberapa moda untuk mencapai lokasi tujuan.

Kondisi tersebut dirasakan Dian (62), wisatawan asal Purwokerto yang sengaja menggunakan angkutan umum ketika berkunjung ke kawasan Banyumas Kota Lama, Minggu (13/9).

“Saya dari Purwokerto, naik angkutan umum turun di terminal lanjut Bus Trans Jateng, terus ganti angkutan umum lagi baru sampai ke Banyumas,” ujar Dian.

Menurut dia, penggunaan transportasi umum menjadi pilihan yang cukup praktis untuk berwisata.

Namun, penghentian sementara Trans Banyumas membuat perjalanan harus dilakukan dengan beberapa kali pergantian kendaraan.

Banyumas Kota Lama menjadi salah satu kawasan yang menarik perhatian wisatawan karena memiliki beragam potensi wisata.

Kawasan tersebut menawarkan destinasi yang berkaitan dengan sejarah, budaya, hingga edukasi.

Bagi masyarakat yang tidak menggunakan kendaraan pribadi, keberadaan transportasi umum menjadi faktor penting untuk mendukung akses menuju kawasan wisata.

Dian memilih menggunakan angkutan umum ketika berkunjung ke Museum Wayang Banyumas.

Ia mengaku baru pertama kali mendatangi museum tersebut, meskipun sudah cukup lama mengetahui keberadaan destinasi wisata edukasi itu.

Perjalanan menggunakan transportasi umum tetap dapat dilakukan meskipun Trans Banyumas belum beroperasi.

Namun, wisatawan harus berganti moda transportasi beberapa kali sehingga perjalanan menjadi kurang praktis.

Kondisi tersebut terutama dirasakan wisatawan yang datang dari Purwokerto dan harus melanjutkan perjalanan menuju wilayah Banyumas.

Dengan kembali beroperasinya Trans Banyumas, masyarakat berharap perjalanan menuju kawasan Banyumas Kota Lama dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Harapan serupa disampaikan Menik (61), wisatawan asal Purwokerto yang juga berkunjung ke Museum Wayang Banyumas.

Menurut Menik, ketersediaan transportasi umum sangat membantu masyarakat yang ingin berwisata tanpa membawa kendaraan pribadi.

Ia berharap Trans Banyumas dapat segera kembali melayani penumpang sehingga perjalanan menuju kawasan Banyumas Kota Lama tidak perlu dilakukan dengan banyak pergantian kendaraan.

“Harapannya bus Trans Banyumas operasional lagi, jadi kalau ke Banyumas Kota Lama naik angkutan umum menjadi lebih mudah,” ujar Menik.

Dian dan Menik sama-sama mengunjungi Museum Wayang Banyumas untuk pertama kalinya.

Keduanya menunjukkan bahwa destinasi wisata di kawasan Banyumas Kota Lama juga memiliki potensi dikunjungi wisatawan dari wilayah lain di sekitar Purwokerto.

Keberadaan transportasi massal yang terintegrasi dapat menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan kawasan wisata.

Masyarakat tidak hanya membutuhkan destinasi yang menarik, tetapi juga akses yang mudah untuk mencapainya.

Harapan wisatawan tersebut sejalan dengan rencana Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk mengoperasikan kembali layanan Trans Banyumas.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono sebelumnya menyampaikan bahwa layanan Trans Banyumas ditargetkan kembali beroperasi pada 18 September 2026.

Target tersebut dimajukan setelah pemerintah daerah bersama DPRD mempercepat pembahasan pembiayaan operasional.

Sebelumnya, operasional Trans Banyumas dihentikan sementara setelah dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat berakhir.

Pemkab Banyumas kemudian mengambil langkah untuk membiayai operasional layanan tersebut melalui APBD.

Pemkab Banyumas menyiapkan anggaran sekitar Rp14 miliar untuk memenuhi kebutuhan operasional Trans Banyumas hingga akhir 2026.

Peralihan pembiayaan tersebut membuat pemerintah daerah harus melakukan evaluasi terhadap pengelolaan layanan, termasuk efektivitas koridor yang selama ini beroperasi.

Selain memastikan layanan kembali berjalan, Pemkab Banyumas juga melakukan evaluasi terhadap sejumlah koridor Trans Banyumas.

Koridor yang dinilai sepi penumpang berpotensi dialihkan ke wilayah lain yang memiliki permintaan transportasi massal lebih tinggi.

Sadewo mengatakan masyarakat telah menyampaikan sejumlah usulan wilayah yang membutuhkan layanan Trans Banyumas.

Beberapa di antaranya adalah Wangon, Kemranjen, dan Tambak.

“Kita pindah ke koridor-koridor yang teman-teman masyarakat minta,” ujar Sadewo.

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah agar armada Trans Banyumas dapat digunakan secara lebih efektif.

Koridor dengan tingkat keterisian rendah akan dievaluasi, sementara wilayah dengan kebutuhan transportasi yang lebih tinggi dapat menjadi pertimbangan untuk mendapatkan layanan.

Pemkab Banyumas kini memiliki kewenangan lebih besar dalam menentukan koridor setelah pembiayaan layanan beralih sepenuhnya menggunakan APBD.

Sebelumnya, penentuan koridor berkaitan dengan rekomendasi konsultan pemerintah pusat.

Evaluasi layanan Trans Banyumas juga dipercepat. Jika sebelumnya proses evaluasi dijadwalkan selesai pada akhir September, pemerintah menargetkan proses tersebut dapat dirampungkan pada pertengahan September.

Percepatan evaluasi diperlukan karena Pemkab Banyumas juga mengejar target pengoperasian kembali pada 18 September.

Dengan evaluasi tersebut, pemerintah dapat menentukan koridor yang akan dipertahankan, dikurangi, atau dialihkan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan tingkat penggunaan layanan.

Langkah tersebut diharapkan membuat operasional Trans Banyumas lebih tepat sasaran.

Transportasi massal tidak hanya tersedia, tetapi juga menjangkau kawasan yang memang membutuhkan layanan.

Penghentian sementara Trans Banyumas sebelumnya menimbulkan keluhan dari masyarakat karena pengguna harus mencari moda transportasi alternatif.

Bupati Banyumas juga menyebut banyak masyarakat yang menyampaikan keluhan setelah layanan dihentikan.

Trans Banyumas selama ini menjadi salah satu pilihan transportasi publik bagi masyarakat, termasuk pelajar dan kelompok masyarakat lainnya.

Bagi wisatawan seperti Dian dan Menik, keberadaan bus juga dapat memberikan kemudahan ketika hendak mengunjungi destinasi wisata tanpa kendaraan pribadi.

Kembali beroperasinya Trans Banyumas diharapkan bukan hanya membantu aktivitas harian masyarakat, tetapi juga mendukung mobilitas wisatawan menuju berbagai destinasi di Kabupaten Banyumas.

Terlebih, Banyumas Kota Lama memiliki sejumlah tujuan wisata sejarah, budaya, dan edukasi yang berpotensi menarik kunjungan wisatawan lokal.

Jika akses transportasi umum semakin mudah, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk berwisata tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.

Dengan target kembali mengaspal pada 18 September 2026, masyarakat kini menantikan kepastian operasional sekaligus hasil penataan koridor Trans Banyumas.

Pemkab Banyumas juga masih harus memastikan layanan dapat berjalan secara berkelanjutan setelah pembiayaan beralih ke APBD.

Pemerintah telah menyiapkan anggaran hingga akhir 2026, sementara keberlanjutan layanan pada tahun berikutnya masih membutuhkan perencanaan anggaran lebih lanjut.

Bagi wisatawan, harapannya sederhana: Trans Banyumas kembali beroperasi dan memberikan akses transportasi yang lebih mudah menuju kawasan wisata, termasuk Banyumas Kota Lama. (fij/res/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Dinhub Pilih Konversi ke PJU PLN

Banyak PJUTS Rusak di Purbalingga, Dinhub Konversi ke PJU Konvensional