Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Unik! Nama Taylor Swift Diabadikan untuk Genus Serangga Baru
ASUS Pamer Laptop AI 2026 di Surabaya, Diuji Beban hingga 100 Kg

ASUS Pamer Laptop AI 2026 di Surabaya, Diuji Beban hingga 100 Kg

ASUS Pamer Laptop Tangguh dan AI OfflineASUS Pamer Laptop Tangguh dan AI Offline
PRODUK BARU: Head of Public Relations and Digital ASUS Indonesia, Brama Setyadi (kiri) dan Technical Public Relations of ASUS Indonesia Adrian Pradipta memamerkan produk andalannya pada gelaran 'ASUS No.1 Quality Service 2026' di Surabaya, Kamis (10/9)

BANYUMASEKSPRES.ID, SURABAYA – Perkembangan laptop pada 2026 tidak lagi hanya berfokus pada desain tipis, ringan, dan performa prosesor.

Ketahanan perangkat, keamanan data, serta kemampuan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi sejumlah aspek yang semakin diperhatikan pengguna.

Hal tersebut ditunjukkan ASUS melalui gelaran ASUS No.1 Quality & Service 2026 di Surabaya, Kamis (10/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, ASUS memperlihatkan langsung kemampuan durabilitas laptop sekaligus memperkenalkan berbagai teknologi AI yang dibawa perangkat generasi terbaru.

Salah satu perhatian utama adalah kemampuan laptop menghadapi kondisi penggunaan yang cukup berat.

ASUS memperagakan sejumlah pengujian yang mengacu pada standar militer MIL-STD 810H, mulai dari simulasi perangkat terjatuh hingga pengujian tekanan dengan beban mencapai 100 kilogram.

Di sisi lain, ASUS juga menyoroti perkembangan laptop AI melalui penggunaan Neural Processing Unit (NPU).

Pada varian tertentu, kemampuan pemrosesan AI perangkat ASUS disebut dapat mencapai hingga 80 TOPS atau Trillion Operations Per Second.

Ketahanan menjadi salah satu fokus ASUS dalam program No.1 Quality & Service 2026.

Perusahaan menunjukkan bahwa laptop tidak hanya dituntut memiliki performa tinggi, tetapi juga harus mampu mendukung aktivitas pengguna dalam berbagai kondisi.

Dalam demonstrasi di Surabaya, sejumlah laptop ASUS diuji menggunakan standar MIL-STD 810H.

Pengujian yang diperlihatkan mencakup simulasi jatuh, guncangan, tekanan, serta kondisi lingkungan tertentu.

Salah satu demonstrasi yang menarik perhatian adalah pengujian dengan memberikan tekanan menggunakan beban hingga 100 kilogram.

ASUS juga memperlihatkan simulasi perangkat diinjak dan dijatuhkan sebagai bagian dari demonstrasi ketahanan fisik.

ASUS sebelumnya menjelaskan bahwa pengujian MIL-STD 810H pada lini laptopnya mencakup berbagai prosedur, termasuk uji jatuh, getaran, suhu ekstrem, kelembapan, dan tekanan udara rendah.

Country Manager ASUS Indonesia Lenny Lin mengatakan kondisi iklim Indonesia serta mobilitas pengguna menjadi alasan penting bagi perusahaan untuk menghadirkan perangkat yang lebih tangguh.

Menurut dia, laptop ASUS dirancang dan diuji agar dapat mendukung aktivitas harian pengguna di berbagai wilayah Indonesia.

“Ketahanan perangkat, layanan purnajual, keamanan data, hingga kemampuan menjalankan fitur artificial intelligence kini menjadi pertimbangan yang semakin penting,” kata Lenny Lin dalam kegiatan di Surabaya.

Selain durabilitas, perkembangan laptop AI 2026 menjadi sorotan utama dalam acara ASUS di Surabaya.

Laptop generasi terbaru ASUS mengandalkan NPU untuk menangani berbagai beban kerja AI.

Komponen tersebut dirancang khusus untuk memproses tugas-tugas AI secara lebih efisien sehingga tidak seluruh pekerjaan harus dibebankan kepada CPU atau GPU.

ASUS menyebut performa NPU pada perangkat tertentu dapat mencapai hingga 80 TOPS.

Kemampuan tersebut membuka peluang penggunaan berbagai fitur AI secara lebih intensif pada perangkat laptop.

Teknologi NPU juga menjadi bagian dari perkembangan PC AI yang semakin luas.

ASUS sebelumnya menjelaskan bahwa sejumlah lini seperti Zenbook, Vivobook S Series, dan ProArt telah dibekali NPU dengan performa lebih dari 50 TOPS, bahkan mencapai 80 TOPS pada varian tertinggi.

Dengan pemrosesan yang dilakukan secara lokal, sebagian tugas AI dapat ditangani langsung oleh perangkat.

Hal ini dapat memberikan keuntungan dari sisi efisiensi sekaligus menawarkan pilihan pemrosesan yang lebih memperhatikan privasi data.

ASUS juga memperkenalkan Virtual Assistant Omni, chatbot AI yang dapat bekerja sepenuhnya secara offline.

Kemampuan tersebut menjadi salah satu fitur yang menarik karena pengguna dapat menjalankan fungsi AI tanpa harus terus-menerus mengirim data ke layanan cloud.

Pemrosesan secara lokal juga dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang mempertimbangkan aspek privasi ketika menggunakan fitur AI.

Konsep AI lokal menjadi bagian dari perkembangan laptop AI yang tidak hanya mengandalkan koneksi internet.

Dengan dukungan perangkat keras yang semakin kuat, sejumlah tugas dapat diproses langsung pada laptop.

ASUS menyebut Virtual Assistant Omni dirancang untuk membantu pengguna menjalankan berbagai kebutuhan AI dengan tetap mempertimbangkan privasi data.

Fitur tersebut melengkapi perkembangan ekosistem AI ASUS yang kini tidak hanya menawarkan chatbot, tetapi juga teknologi yang dapat membantu pekerjaan secara lebih terintegrasi.

Selain Virtual Assistant Omni, ASUS memperkenalkan ASUS Zenni Claw sebagai platform AI agent.

Berbeda dari chatbot konvensional yang umumnya memberikan jawaban berdasarkan perintah pengguna, Zenni Claw dirancang untuk memahami tujuan, menyusun tahapan pekerjaan, dan membantu menyelesaikan tugas secara bertahap.

ASUS menjelaskan Zenni Claw dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pekerjaan, aktivitas sehari-hari, perjalanan, hingga proyek kreatif.

Platform ini dapat membantu membuat draf presentasi, menyusun rencana perjalanan, hingga merangkum berita.

Teknologi tersebut mengarah pada konsep agentic AI, yakni sistem AI yang tidak sekadar memberikan jawaban, tetapi dapat membantu mengatur alur kerja untuk mencapai tujuan tertentu.

ASUS menyebut Zenni Claw memiliki kemampuan untuk memetakan langkah yang dibutuhkan, memicu keterampilan tertentu, dan menangani alur kerja yang terdiri dari beberapa tahap.

Pengembangan ini menunjukkan perubahan tren penggunaan AI pada laptop.

AI tidak lagi sekadar diposisikan sebagai chatbot untuk menjawab pertanyaan, tetapi mulai diarahkan menjadi asisten yang membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan.

Pengembangan perangkat keras dan AI juga diikuti dengan peningkatan layanan purnajual.

ASUS memberikan peningkatan perlindungan untuk sejumlah lini produk.

Pada beberapa seri premium, seperti Zenbook, ProArt, dan Vivobook S, ASUS menyediakan hingga tiga tahun garansi internasional serta tiga tahun perlindungan terhadap kerusakan akibat kecelakaan atau Accidental Damage Protection (ADP).

Perlindungan tersebut mencakup sejumlah risiko kerusakan akibat kecelakaan pengguna, termasuk tumpahan cairan, sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

ASUS juga menyebut jaringan layanan resminya telah mencapai 141 titik di Indonesia.

Sementara itu, pengguna produk tertentu mendapatkan dukungan layanan premium seperti FastLane Priority Handling, layanan pengiriman dua arah, dan perawatan laptop melalui program Laptop Spa.

Penguatan layanan menjadi bagian dari strategi ASUS untuk tidak hanya menawarkan spesifikasi dan fitur baru, tetapi juga memberikan perlindungan setelah konsumen membeli perangkat.

Perkembangan laptop pada 2026 menunjukkan bahwa persaingan produsen tidak lagi hanya berada pada kecepatan prosesor atau desain perangkat.

Ketahanan, kemampuan AI, efisiensi pemrosesan, keamanan data, serta layanan purnajual menjadi bagian penting dalam pengalaman menggunakan laptop.

Melalui ASUS No.1 Quality & Service 2026, ASUS mencoba menggabungkan beberapa aspek tersebut dalam satu ekosistem.

Pengujian MIL-STD 810H menjadi representasi ketahanan fisik, sedangkan NPU dan berbagai aplikasi AI menunjukkan arah pengembangan komputasi personal ke depan.

Di sisi lain, keberadaan Virtual Assistant Omni dan ASUS Zenni Claw memperlihatkan semakin besarnya peran AI lokal dan agentic AI pada perangkat konsumen.

Bagi pengguna, perkembangan tersebut memberikan lebih banyak pilihan dalam menentukan laptop berdasarkan kebutuhan.

Laptop tidak hanya menjadi perangkat untuk mengetik, menjalankan aplikasi, atau menikmati hiburan, tetapi juga mulai berperan sebagai perangkat komputasi yang mampu membantu berbagai aktivitas berbasis AI.

Dengan kombinasi durabilitas, performa AI, privasi, dan layanan purnajual, ASUS ingin menjadikan lini laptop terbarunya lebih relevan dengan kebutuhan pengguna Indonesia yang memiliki mobilitas tinggi. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Jadi Inspirasi Nama Serangga Baru

Unik! Nama Taylor Swift Diabadikan untuk Genus Serangga Baru