Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Budidaya Melon Hidroponik BUMDes Karanggedang Ganti Varietas, Kini Gunakan Kenshin
Jalan Lama Sering Longsor, TMMD Bangun Jalur Alternatif 230 Meter di Danasri Purbalingga

Jalan Lama Sering Longsor, TMMD Bangun Jalur Alternatif 230 Meter di Danasri Purbalingga

Akses Baru Danasari Jadi Fokus TMMDAkses Baru Danasari Jadi Fokus TMMD
AKSES BARU: Pembukaan program TMMD Sengkuyung Tahap III di Komplek Pendapa Dipakusuma, Kamis (13/8/2026)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Jalan lama di Desa Danasari, Kecamatan Karangjambu, Kabupaten Purbalingga, yang beberapa kali mengalami longsor kini memiliki jalur alternatif.

Akses baru sepanjang 230 meter dengan lebar lima meter tersebut dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026.

Pembangunan jalan alternatif dilakukan karena jalur lama dinilai rawan dan berpotensi membahayakan warga.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan masyarakat mengusulkan pembangunan akses baru melalui program TMMD.

Program TMMD Sengkuyung Tahap III 2026 di Desa Danasari berlangsung selama 30 hari, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026.

Seluruh rangkaian kegiatan kemudian resmi ditutup melalui upacara di Halaman Pendapa Dipokusumo, Kamis (13/8/2026).

Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf Aries Ika Satria mengatakan pembangunan jalan baru tersebut merupakan hasil dari usulan masyarakat.

Sebelum pembangunan dilakukan, warga memang menghadapi persoalan akses karena jalan lama beberapa kali mengalami longsor.

“Jalan yang lama sering terjadi longsor, sehingga ada kekhawatiran masyarakat bisa membahayakan. Kemudian kita musyawarahkan dan tentukan sebagai sasaran TMMD dilaksanakan di Desa Danasari,” katanya.

Jalan alternatif yang dibangun melalui TMMD memiliki panjang 230 meter dan lebar lima meter.

Dengan ukuran tersebut, akses baru diharapkan dapat digunakan untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menjadi jalur penghubung yang lebih aman dibandingkan jalan lama.

Pembangunan infrastruktur tidak hanya dilakukan pada badan jalan. Untuk mendukung keamanan dan ketahanan jalan, program TMMD juga mencakup pembangunan drainase sepanjang 230 meter.

Selain itu, dibangun pula talud sepanjang 30 meter dengan tinggi mencapai 4,7 meter.

Infrastruktur pendukung lainnya berupa empat unit gorong-gorong yang berfungsi membantu pengelolaan aliran air di sekitar jalan.

Keberadaan drainase, talud, dan gorong-gorong menjadi bagian penting dalam pembangunan akses baru tersebut.

Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko kerusakan jalan akibat aliran air maupun kondisi tanah, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Program TMMD di Desa Danasari juga tidak hanya berfokus pada pembangunan jalan dan infrastruktur.

Dua unit rumah tidak layak huni (RTLH) turut direhabilitasi sebagai bagian dari sasaran fisik program.

Dari seluruh sasaran yang ditetapkan, Kodim 0702/Purbalingga memastikan pekerjaan fisik maupun nonfisik telah mencapai penyelesaian 100 persen.

Dengan rampungnya program tersebut, masyarakat diharapkan dapat segera merasakan manfaat pembangunan.

“Semoga ini bisa bermanfaat untuk masyarakat, menghubungkan jalan transportasi. Sehingga roda perekonomian bisa berjalan dengan baik yang tentunya akan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Aries.

Selain pembangunan fisik, warga Desa Danasari juga mendapatkan sejumlah kegiatan nonfisik.

Penyuluhan dilakukan dengan melibatkan unsur TNI, Polri, kejaksaan, serta sejumlah organisasi perangkat daerah di Kabupaten Purbalingga.

Materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut cukup beragam. Mulai dari kesadaran hukum, wawasan kebangsaan, lingkungan, hingga berbagai materi yang berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat.

“Seluruh sasaran fisik maupun nonfisik TMMD Sengkuyung Tahap III di Danasari telah rampung 100 persen,” tegasnya.

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengatakan pembangunan jalan alternatif tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat.

Program tersebut sekaligus menjadi upaya untuk menjawab kebutuhan warga terhadap akses transportasi yang lebih aman dan memadai.

Menurutnya, keberadaan jalan baru tidak hanya berkaitan dengan kelancaran mobilitas masyarakat.

Akses transportasi yang lebih baik juga diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi warga Desa Danasari dan wilayah sekitarnya.

Pembangunan jalan alternatif menjadi penting bagi masyarakat karena akses transportasi memiliki hubungan langsung dengan aktivitas sehari-hari.

Jalan dapat digunakan untuk mendukung mobilitas warga, mengangkut hasil pertanian, serta memperlancar akses menuju berbagai fasilitas dan pusat kegiatan ekonomi.

Dengan selesainya pembangunan melalui TMMD Sengkuyung Tahap III 2026, masyarakat Danasari kini memiliki alternatif akses selain jalan lama yang sebelumnya kerap mengalami longsor.

Pemerintah berharap infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. (tya/stch/dda)

Berita Sebelumnya
BUMDes Karanggedang Ganti Varietas Melon

Budidaya Melon Hidroponik BUMDes Karanggedang Ganti Varietas, Kini Gunakan Kenshin