BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Cilacap dinilai masih sangat besar dan belum sepenuhnya dimanfaatkan.
DPRD Kabupaten Cilacap menilai optimalisasi aset daerah, perusahaan milik daerah, serta peningkatan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak dapat menjadi strategi untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah.
Ketua Komisi B DPRD Cilacap Didi Yudi Cahyadi mengatakan, pemerintah daerah masih memiliki sejumlah aset yang belum dikelola secara maksimal.
Padahal, aset-aset tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan yang dapat memperkuat keuangan daerah.
Menurut Didi, pembenahan tata kelola aset dan perusahaan daerah harus menjadi salah satu prioritas Kabupaten Cilacap dalam menghadapi tahun anggaran 2027.
Optimalisasi sumber pendapatan daerah dinilai penting agar Cilacap tidak terlalu bergantung pada transfer dari pemerintah pusat.
Salah satu perusahaan daerah yang menjadi perhatian DPRD adalah PT Cilacap Segara Artha (CSA).
Perusahaan tersebut dinilai memiliki aset dan lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal sehingga kontribusinya terhadap PAD belum sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Didi mengatakan, DPRD mendorong agar pengelolaan CSA dibenahi sehingga perusahaan daerah tersebut dapat berkembang menjadi perusahaan yang profesional dan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.
“Seperti CSA, nanti kita genjot supaya jadi sebuah perusahaan yang bonafit, kemudian profesional dan betul-betul menghasilkan PAD yang besar,” ujar Didi, Minggu (16/8/2026).
Menurutnya, apabila persoalan terkait pengelolaan aset dan lahan CSA dapat diselesaikan, potensi pendapatan yang bisa diperoleh Kabupaten Cilacap cukup besar.
DPRD bahkan memperkirakan kontribusi PAD dari sektor tersebut dapat berada pada kisaran Rp300 miliar hingga Rp400 miliar.
“Kalau ini dapat kita selesaikan, dan kita pecahkan, insyaallah kisaran Rp300-400 miliar itu ada,” katanya.
Besarnya potensi tersebut menunjukkan bahwa optimalisasi aset daerah dapat menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi Kabupaten Cilacap.
Karena itu, DPRD mendorong adanya pembenahan manajemen dan tata kelola agar aset yang selama ini belum produktif dapat memberikan manfaat ekonomi.
Selain PT Cilacap Segara Artha, DPRD Cilacap juga memberikan perhatian terhadap kinerja perusahaan daerah lainnya, termasuk PDAM.
Saat ini PDAM tengah melakukan penggantian jaringan pipa dengan dukungan anggaran sekitar Rp31 miliar.
Investasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga memberikan dampak terhadap kinerja dan pendapatan perusahaan.
Didi berharap setelah proses penggantian jaringan pipa selesai, kinerja PDAM dapat meningkat secara signifikan.
“Insyaallah kalau nanti sudah terpasang, kita targetkan naik 100 persen,” ujarnya.
Peningkatan kualitas infrastruktur jaringan air dinilai dapat memberikan manfaat ganda.
Di satu sisi, masyarakat memperoleh pelayanan air yang lebih baik, sementara di sisi lain perusahaan daerah memiliki peluang meningkatkan pendapatan dan pada akhirnya memberikan kontribusi lebih besar terhadap PAD Cilacap.
Potensi peningkatan PAD Cilacap juga dinilai terbuka dari sektor farmasi. DPRD mendorong Cahaya Husada untuk memperluas kegiatan usahanya dengan melihat besarnya kebutuhan obat-obatan dan alat kesehatan di Kabupaten Cilacap.
Didi menyebut kebutuhan obat dan alat kesehatan di Cilacap mencapai lebih dari Rp250 miliar setiap tahun.
Besarnya nilai kebutuhan tersebut menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha daerah sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Optimalisasi sektor farmasi diharapkan dapat dilakukan secara profesional dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat, kualitas produk, serta tata kelola usaha yang baik.
Selain mengoptimalkan aset dan perusahaan daerah, DPRD Cilacap juga menyoroti potensi penerimaan dari sektor pajak kendaraan bermotor.
Didi mengatakan jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Cilacap sangat besar, yakni hampir mencapai satu juta unit. Namun, kendaraan yang tercatat membayar pajak baru sekitar 500 ribu unit.
“Kendaraan bermotor di Kabupaten Cilacap itu jumlahnya hampir 1.000, ternyata yang bayar pajak di angka 500 ribuan, sehingga kita genjot untuk menaikkan angka PAD,” katanya.
Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat ruang yang cukup besar untuk meningkatkan penerimaan daerah melalui optimalisasi pajak kendaraan.
Peningkatan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi potensi kebocoran penerimaan.
DPRD Kabupaten Cilacap berharap berbagai langkah tersebut dapat menjadi bagian dari strategi meningkatkan kemandirian fiskal daerah.
Optimalisasi aset pemerintah, peningkatan kinerja perusahaan daerah, pengembangan sektor usaha, serta peningkatan kepatuhan pajak dinilai dapat memperluas sumber PAD.
Jika aset daerah yang selama ini belum produktif dapat dikelola secara profesional, peluang peningkatan pendapatan daerah akan semakin besar.
Potensi kontribusi Rp300 miliar hingga Rp400 miliar dari sektor tertentu juga menjadi gambaran besarnya peluang yang masih dapat digarap.
DPRD menilai peningkatan PAD bukan sekadar mengejar angka pendapatan, tetapi juga harus dibarengi dengan tata kelola yang transparan, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Dengan optimalisasi berbagai sumber tersebut, Kabupaten Cilacap diharapkan mampu meningkatkan kapasitas fiskalnya pada 2027 dan memiliki ruang anggaran yang lebih kuat untuk membiayai pembangunan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
DPRD Cilacap Sebut Potensi PAD Bisa Tembus Rp300 Miliar, Aset Daerah Jadi Sorotan
Potensi PAD Cilacap Capai Rp300-400 Miliar, DPRD Dorong Optimalisasi Aset Daerah
DPRD Ungkap Potensi Pendapatan Cilacap hingga Rp400 Miliar dari Optimalisasi Aset
PAD Cilacap Berpotensi Naik, DPRD Soroti Aset Daerah dan Pajak Kendaraan
Cilacap Punya Potensi PAD Ratusan Miliar, DPRD Dorong Perusahaan Daerah Lebih Profesional
Target PAD Cilacap 2027: DPRD Dorong Optimalisasi Aset, PDAM hingga Pajak Kendaraan
Aset Daerah Belum Maksimal, DPRD Cilacap Sebut Potensi PAD Bisa Rp400 Miliar
DPRD Cilacap Bongkar Potensi PAD Ratusan Miliar, Ada Aset CSA hingga Pajak Kendaraan
Peluang Investasi dan Pendapatan Daerah Cilacap Terbuka Lebar, PAD Bisa Tembus Rp400 Miliar
PAD Kabupaten Cilacap Bisa Melonjak, DPRD Soroti Aset Daerah dan Perusahaan Milik Pemda
Rekomendasi utama:
Potensi PAD Cilacap Capai Rp300-400 Miliar, DPRD Dorong Optimalisasi Aset Daerah
Judul ini paling kuat karena mengandung keyword PAD Cilacap, angka nominal yang menarik perhatian, DPRD, serta optimalisasi aset daerah sebagai keyword utama artikel.














