BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Puncak musim kemarau mulai dirasakan sejumlah masyarakat di Kabupaten Cilacap.
Keterbatasan sumber air bersih membuat warga di sejumlah wilayah membutuhkan pasokan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari PT PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap.
Keduanya menyalurkan bantuan 10 tangki air bersih kepada masyarakat di enam desa yang tersebar di empat kecamatan.
Setiap tangki memiliki kapasitas sekitar 5.000 liter. Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 50.000 liter air bersih untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.
Distribusi bantuan dilakukan di Kecamatan Patimuan, Gandrungmangu, Dayeuhluhur, dan Wanareja.
Enam desa yang menerima bantuan tersebut yakni Desa Cimrutu, Sidamukti, Layansari, Karanggintung, Dayeuhluhur, dan Tarisi.
Bantuan air bersih tersebut menjadi penting karena memasuki periode puncak musim kemarau.
Kondisi cuaca yang semakin kering membuat sebagian warga mulai mengalami keterbatasan sumber air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap Taryo mengatakan bantuan air bersih sangat dibutuhkan masyarakat, terutama di tengah kondisi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung.
“Bantuan ini tentu sangat berarti bagi masyarakat, terlebih berdasarkan informasi dari BMKG, kita akan menghadapi puncak musim kemarau,” ujar Taryo saat penyaluran bantuan di Desa Sidamukti, Rabu (12/8/2026).
Menurut Taryo, kebutuhan air bersih masyarakat menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah ketika memasuki musim kemarau.
Distribusi air dilakukan untuk membantu warga yang sumber airnya mulai terbatas.
Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, penyaluran air bersih juga menjadi bentuk antisipasi agar masyarakat tidak mengalami kesulitan yang lebih besar apabila kondisi kemarau berlangsung lebih lama.
Penyaluran air dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan masing-masing wilayah.
BPBD Cilacap bersama pihak terkait melakukan koordinasi agar bantuan dapat diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Enam desa yang menjadi sasaran bantuan tersebar di empat kecamatan.
Wilayah tersebut meliputi Desa Cimrutu dan Sidamukti di Kecamatan Patimuan, Desa Layansari dan Karanggintung di Kecamatan Gandrungmangu, serta Desa Dayeuhluhur dan Tarisi di wilayah lainnya yang terdampak keterbatasan air bersih.
Masing-masing tangki membawa sekitar 5.000 liter air. Jika seluruh bantuan 10 tangki disalurkan, volume air bersih yang tersedia mencapai 50.000 liter.
Penyaluran tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama untuk memasak dan aktivitas rumah tangga lainnya yang membutuhkan air.
Assistant Manager K3 dan Lingkungan PLTU Adipala, Nova Andri Wijanarko mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional.
Menurutnya, penyaluran air bersih menjadi salah satu bentuk dukungan perusahaan kepada masyarakat ketika menghadapi kondisi kemarau dan keterbatasan sumber air.
“Semoga bantuan yang kami berikan dapat diterima dan memberikan manfaat bagi warga Desa Sidamukti,” katanya.
Kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah daerah tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah Cilacap.
Keterlibatan BPBD juga diperlukan untuk memastikan distribusi bantuan dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Dengan koordinasi bersama pemerintah desa, bantuan dapat diarahkan ke masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air.
Salah seorang warga Sidamukti, Rusnadi, menyampaikan terima kasih atas bantuan air bersih yang diberikan.
Menurutnya, pasokan tersebut sangat membantu warga yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air.
Air bersih dibutuhkan untuk berbagai keperluan rumah tangga, mulai dari memasak hingga kebutuhan sehari-hari lainnya.
Ketika sumber air mengalami penurunan akibat kemarau, bantuan dari pemerintah maupun pihak swasta menjadi sangat berarti bagi masyarakat.
Penyaluran air bersih juga menjadi langkah penting dalam menghadapi potensi kemarau yang lebih panjang.
Terlebih, informasi mengenai puncak musim kemarau membuat masyarakat dan pemerintah perlu meningkatkan kesiapsiagaan.
BPBD Cilacap bersama pihak terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang mengalami keterbatasan air.
Penyaluran bantuan dapat dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan setiap daerah.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, BPBD, perusahaan, dan pemerintah desa, diharapkan kebutuhan air bersih warga Cilacap selama musim kemarau dapat tetap terpenuhi.
Bantuan tersebut sekaligus menjadi upaya untuk mengurangi dampak kemarau terhadap masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air. (*/stch/dda)














