Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Transaksi QRIS hingga Rp500 Ribu Bebas Biaya untuk Pedagang, Begini Aturannya
Bangun Tidur Ketiak Bau? Ternyata Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bangun Tidur Ketiak Bau? Ternyata Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bau KetiakBau Ketiak
Bau ketiak saat bangun tidur dapat dipengaruhi keringat, bakteri kulit, dan kebiasaan sebelum tidur.

BANYUMASEKSPRES.ID, Bangun tidur dengan ketiak berbau tidak sedap sebenarnya cukup umum dan tidak selalu menandakan seseorang kurang menjaga kebersihan. Bau muncul ketika keringat bercampur dengan bakteri alami di kulit, sementara area ketiak memiliki kelenjar apokrin yang menghasilkan keringat lebih mudah menimbulkan aroma.

Keringat sendiri pada dasarnya tidak berbau. Aroma khas muncul ketika bakteri memecah komponen dalam keringat di permukaan kulit.

Kebiasaan sebelum tidur dapat membuat bau ketiak semakin kuat pada pagi hari. Suhu kamar, pakaian tidur, makanan, stres, hingga produksi keringat berlebih juga bisa menjadi faktor yang memengaruhinya.

Tidur setelah tubuh berkeringat tanpa membersihkan diri dapat membuat ketiak tetap lembap selama berjam-jam. Kondisi tersebut memberi kesempatan bagi bakteri untuk berinteraksi dengan keringat dan menghasilkan bau yang lebih kuat.

Kebiasaan memakai pakaian tidur yang sama berulang kali juga perlu diperhatikan. Sisa keringat dan bakteri dapat menempel pada kain, kemudian kembali bersentuhan dengan kulit ketika digunakan pada malam berikutnya.

Pakaian yang terlalu ketat dapat membuat area ketiak lebih lembap dan kurang mendapatkan sirkulasi udara. Karena itu, pakaian longgar dan berbahan yang membantu mengelola kelembapan dapat membuat tubuh lebih nyaman saat tidur.

Pilihan produk ketiak juga berpengaruh terhadap masalah bau badan. Deodoran berfungsi terutama menyamarkan bau, sedangkan antiperspiran membantu mengurangi jumlah keringat yang keluar.

Antiperspiran dapat digunakan pada kulit yang kering, termasuk sebelum tidur sesuai petunjuk produk. American Academy of Dermatology menyebut penggunaan pada kulit yang kering dapat membantu mengurangi risiko iritasi.

Makanan tertentu juga dapat membuat aroma tubuh berubah pada sebagian orang. Bawang putih, bawang bombai, kubis, brokoli, kembang kol, dan daging merah termasuk makanan yang dapat berkontribusi terhadap perubahan bau tubuh.

Makanan pedas, kafein, dan alkohol juga dapat meningkatkan keringat pada sebagian orang. Ketika jumlah keringat bertambah, peluang keringat berinteraksi dengan bakteri kulit dan menghasilkan bau juga dapat meningkat.

Stres dan kecemasan merupakan faktor lain yang patut diperhatikan. Kondisi tersebut dapat mengaktifkan kelenjar apokrin sehingga keringat yang dihasilkan di area seperti ketiak berpotensi menimbulkan aroma lebih kuat.

Mandi secara rutin, terutama setelah beraktivitas atau berkeringat, menjadi langkah dasar untuk mengurangi bau badan. Area ketiak perlu dibersihkan dengan baik dan dikeringkan agar tidak terus berada dalam kondisi lembap.

Pakaian tidur juga sebaiknya diganti secara teratur dan dicuci setelah terkena banyak keringat. Memilih pakaian yang longgar dan memungkinkan kulit bernapas dapat membantu mengurangi kelembapan di sekitar ketiak.

Jika masalah utama adalah keringat berlebih, antiperspiran dapat dipertimbangkan. Produk tersebut bekerja dengan mengurangi keluarnya keringat dan untuk hasil tertentu dapat digunakan pada malam hari sesuai aturan pemakaian.

Penggunaan produk perlu dihentikan atau dikonsultasikan apabila muncul iritasi, kemerahan, atau perubahan warna kulit. Kulit yang sensitif mungkin memerlukan formulasi produk yang berbeda agar tetap nyaman digunakan.

Mengurangi makanan yang terbukti membuat aroma tubuh semakin kuat juga dapat dicoba. Setiap orang memiliki respons berbeda sehingga mencatat makanan tertentu yang diikuti perubahan bau bisa membantu menemukan pemicunya.

Ketiak yang terus-menerus basah meski tubuh tidak sedang beraktivitas berat dapat berkaitan dengan hiperhidrosis. Kondisi ini menyebabkan seseorang berkeringat lebih banyak dari yang diperlukan tubuh dan dapat membuat kulit terus lembap.

Keringat berlebihan juga dapat diikuti bau badan karena keringat bercampur dengan bakteri di permukaan kulit. Jika kondisi tersebut mengganggu aktivitas, pemeriksaan dokter dapat membantu mencari penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.

Bau ketiak yang muncul sesekali umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, perubahan bau yang mendadak, sangat kuat, atau terus terjadi meskipun kebersihan sudah dijaga sebaiknya mendapat perhatian.

Pemeriksaan medis semakin penting jika seseorang sering berkeringat saat tidur, pakaian sampai basah, kulit terus lembap, atau keringat berlebihan mulai mengganggu kegiatan sehari-hari. Perubahan bau tubuh tertentu juga dapat berkaitan dengan kondisi medis, termasuk diabetes serta gangguan hati atau ginjal.

Jika bau tetap bertahan setelah berbagai kebiasaan diperbaiki, sebaiknya jangan hanya menutupinya dengan pewangi atau deodoran. Konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu memastikan apakah penyebabnya berkaitan dengan keringat berlebih, kondisi kulit, atau masalah kesehatan tertentu. (mdr)

Berita Sebelumnya
Transaksi QRIS

Transaksi QRIS hingga Rp500 Ribu Bebas Biaya untuk Pedagang, Begini Aturannya