Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Tecno Pova 8 Pro Resmi Hadir dengan Layar 144Hz, Cocok untuk Gaming
Mau Daftar Poltek SSN 2026? Cek Syarat Lengkap dan Ketentuan UTBK

Mau Daftar Poltek SSN 2026? Cek Syarat Lengkap dan Ketentuan UTBK

Pendaftaran Poltek SSNPendaftaran Poltek SSN
Pendaftaran Poltek SSN 2026 dibuka 18-30 Agustus dengan 50 formasi taruna. Simak syarat, jurusan, dokumen, dan tahapan seleksinya.

BANYUMASEKSPRES.ID, Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) menjadi salah satu sekolah kedinasan 2026 yang membuka pendaftaran mulai besok.

Sekolah kedinasan di bawah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) tersebut membuka kesempatan bagi lulusan SMA dan SMK tertentu.

Formasi Poltek SSN 2026 berjumlah 50 taruna berdasarkan persetujuan kebutuhan peserta didik sekolah kedinasan untuk tahun anggaran 2026.

Ketentuan tersebut tercantum dalam Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor B/4038/M.SM.01.00/2026 tertanggal 10 Agustus 2026.

Kuota tersebut terbagi menjadi 22 orang untuk D-IV Rekayasa Keamanan Siber, 10 orang untuk D-IV Rekayasa Perangkat Keras Kriptografi.

Sementara itu, D-IV Rekayasa Kriptografi mendapatkan alokasi sebanyak 18 orang dari keseluruhan formasi taruna Poltek SSN tahun ini.

Pendaftaran SPTB Poltek SSN 2026 berlangsung serentak dengan sekolah kedinasan lainnya mulai 18 Agustus hingga 30 Agustus 2026.

Proses pendaftaran hanya menggunakan portal Badan Kepegawaian Negara (BKN), yakni SSCASN melalui sistem seleksi calon aparatur sipil negara.

Pelamar perlu membuat akun SSCASN Sekolah Kedinasan 2026 melalui menu Registrasi, kemudian mencetak Kartu Informasi Akun yang tersedia.

Setelah akun dibuat, pelamar dapat masuk menggunakan NIK dan kata sandi yang telah didaftarkan, kemudian mengunggah swafoto terlebih dahulu.

Syarat resmi yang dikutip pada 17 Agustus 2026 tidak mencantumkan nilai UTBK sebagai dokumen persyaratan pendaftaran Poltek SSN tahun ini.

Calon pendaftar Poltek SSN perlu memperhatikan ketentuan pendidikan, usia, nilai rapor, kesehatan, hingga persyaratan administrasi lainnya secara teliti.

Peserta merupakan WNI yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta setia kepada Pancasila, UUD 1945, dan NKRI.

Pelamar harus berusia minimal 17 tahun dan maksimal 21 tahun pada 31 Desember 2026, baik pria maupun wanita.

Syarat pendidikan mencakup siswa kelas XII atau lulusan SMA/MA jurusan IPA bagi sekolah yang tidak menggunakan Kurikulum Merdeka.

Lulusan SMA/MA semua jurusan dapat mendaftar apabila sekolahnya menggunakan Kurikulum Merdeka sesuai ketentuan penerimaan Poltek SSN tahun 2026.

Untuk SMK, jurusan diterima mencakup Teknik Elektronika, Teknik Audio Video, Teknik Elektronika Industri, Teknik Otomasi Industri, dan Teknik Elektronika Komunikasi.

Jurusan lain yang diterima meliputi Teknik Mekatronika serta bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan kompetensi tertentu sesuai ketentuan.

Kompetensi tersebut mencakup Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputer dan Jaringan, Sistem Informatika Jaringan dan Aplikasi, serta Pengembangan Gim.

Peserta juga wajib memiliki rata-rata nilai Matematika minimal 80 pada semester IV dan V berdasarkan nilai teori atau pengetahuan.

Rata-rata nilai Bahasa Inggris pada semester IV dan V juga harus minimal 80 berdasarkan nilai teori atau pengetahuan.

Rapor wajib disertakan dalam Bahasa Indonesia, termasuk transkripsi apabila sekolah menggunakan bahasa selain Bahasa Indonesia dalam dokumen akademik.

Persyaratan kesehatan mencakup kondisi jasmani dan rohani yang baik, tidak buta warna, serta tidak memiliki penyakit bawaan tertentu.

Kondisi tersebut harus dibuktikan melalui surat hasil pemeriksaan dokter pemerintah atau unit pelayanan kesehatan pemerintah yang sesuai ketentuan.

Tinggi badan minimal calon taruna pria adalah 160 sentimeter, sedangkan wanita minimal 150 sentimeter dengan berat badan seimbang.

Ketentuan fisik lainnya melarang tato atau bekas tato serta tindik atau bekas tindik yang tidak sesuai ketentuan penerimaan.

Pelamar harus belum menikah, bersedia tidak menikah selama pendidikan, serta belum pernah melahirkan atau memiliki anak biologis sebelumnya.

Calon taruna juga tidak boleh pernah putus studi atau drop out dari Poltek SSN maupun perguruan tinggi kedinasan lainnya.

Peserta tidak sedang menjalani ikatan dinas dengan instansi lain dan bersedia membayar biaya pelaksanaan SKD sesuai peraturan berlaku.

Pelamar wajib memiliki Kartu BPJS Kesehatan dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang valid untuk mengikuti seluruh proses pendaftaran.

Setelah lulus pendidikan, taruna harus bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia serta menjalani masa ikatan dinas sesuai aturan.

Poltek SSN menyediakan tiga program studi, yaitu Rekayasa Keamanan Siber, Rekayasa Perangkat Keras Kriptografi, dan Rekayasa Kriptografi untuk taruna.

Dalam pendaftaran Poltek SSN 2026, calon peserta juga perlu menyiapkan sejumlah dokumen sesuai format dan ukuran yang telah ditentukan.

Dokumen pertama berupa pas foto berwarna terbaru, bukan hasil scan, dengan latar belakang merah dan format JPG maksimal 200 KB.

Peserta juga harus menyiapkan scan KTP asli atau Kartu Keluarga asli maupun digital dengan kode QR bagi pemilik tanpa KTP.

Scan rapor asli harus digabungkan dalam satu PDF, mencakup halaman identitas siswa serta nilai semester IV dan V.

Nilai yang dicantumkan harus memuat Matematika dan Bahasa Inggris, termasuk nilai hasil magang bagi SMK yang melaksanakannya pada semester tersebut.

Jika menggunakan skala huruf, peserta perlu menyertakan surat konversi nilai rapor skala 0-100 yang telah dilegalisasi kepala sekolah bersangkutan.

Dokumen kesehatan mencakup hasil pemeriksaan dari Puskesmas yang mencantumkan tinggi badan serta berat badan dengan format PDF maksimal 500 KB.

Peserta juga membutuhkan hasil pemeriksaan kesehatan dokter Puskesmas atau unit pelayanan kesehatan pemerintah yang diterbitkan tahun 2026.

Hasil pemeriksaan tersebut harus mencantumkan keterangan buta warna dengan format PDF dan ukuran maksimal 500 KB.

Selain itu, tersedia surat pernyataan diri sebagai persetujuan persyaratan umum dengan materai Rp10.000 sesuai format terlampir pada laman penerimaan.

Dokumen pernyataan tersebut memiliki format PDF dengan ukuran maksimal 700 KB dan wajib disiapkan sesuai ketentuan.

Peserta juga harus mengunggah scan atau screenshot Kartu BPJS Kesehatan peserta dengan format JPG dan ukuran maksimal 200 KB.

Tahapan seleksi Poltek SSN 2026 mencakup seleksi administrasi, SKD, seleksi akademik, psikologi, kesehatan, kebugaran, hingga Pantukhir atau pemantauan akhir.

Seleksi Litpers juga dilaksanakan melalui CT/MI tertulis dan wawancara litpers, sebelum peserta mengikuti tahapan Pantukhir atau pemantauan akhir.

Jadwal seleksi akan diinformasikan melalui laman resmi Poltek SSN sehingga peserta perlu memantau pembaruan informasi secara berkala selama proses.

Poltek SSN mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Panitia Seleksi Penerimaan Taruna Baru tahun 2026.

Informasi resmi penerimaan taruna baru hanya disampaikan melalui laman resmi Poltek SSN demi menghindari informasi palsu beredar. (vip)

Berita Sebelumnya
Tecno Pova 8 Pro

Tecno Pova 8 Pro Resmi Hadir dengan Layar 144Hz, Cocok untuk Gaming