BANYUMASEKSPRES.ID, Beasiswa LPDP menjadi salah satu program pembiayaan pendidikan paling bergengsi yang selalu dinantikan para pelajar Indonesia. Program ini bukan hanya menanggung biaya kuliah, tetapi juga memberikan uang saku yang jumlahnya disesuaikan dengan negara tujuan studi.
Jumlah uang saku LPDP tidak sama setiap tahunnya, melainkan menyesuaikan standar biaya hidup di tiap kota atau negara tujuan. Aturan beasiswa LPDP ini sangat penting karena mahasiswa yang kuliah di luar negeri menghadapi kebutuhan yang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan di dalam negeri.
Dengan adanya tunjangan ini, mahasiswa penerima beasiswa bisa lebih fokus menuntut ilmu tanpa harus terbebani biaya hidup sehari-hari. Pemerintah berupaya memastikan bahwa mereka dapat hidup layak dan nyaman selama menjalani studi.
Tidak heran jika banyak calon mahasiswa yang ingin mengetahui daftar besaran uang saku LPDP terbaru, baik untuk studi dalam negeri maupun luar negeri. Informasi ini menjadi salah satu pertimbangan penting dalam memilih universitas tujuan.
Uang Saku LPDP Dalam Negeri
Untuk mahasiswa yang menempuh studi di dalam negeri, besaran uang saku ditentukan berdasarkan kota tempat universitas berada. Kota dengan biaya hidup tinggi biasanya mendapat nominal lebih besar dibandingkan kota lainnya.
Berikut ini adalah besaran uang saku beasiswa LPDP untuk mahasiswa di dalam negeri:
- Mahasiswa LPDP yang kuliah di Jakarta, Surabaya, Bandung, Makassar, dan Yogyakarta: Rp4.200.000 per bulan
- Kota lainnya: Rp 3.600.000 per bulan.
Jika dihitung secara tahunan, total uang saku bisa mencapai Rp 50 juta hingga Rp 60 juta, tergantung lokasi studi. Nominal tersebut dinilai memadai untuk mencukupi kebutuhan harian mahasiswa selama menempuh studi.
Uang Saku LPDP Luar Negeri
Bagi penerima beasiswa yang kuliah di luar negeri, besaran uang saku biasanya jauh lebih beragam. Hal ini karena biaya hidup di setiap negara berbeda, bahkan antar kota dalam satu negara pun bisa tidak sama.
Berikut daftar besaran uang saku LPDP di beberapa negara tujuan studi tahun 2025:
- Amerika Serikat (New York, New Jersey, California): USD 2.600 per bulan ≈ Rp 42,4 juta.
- Inggris (London): GBP 1.900 per bulan ≈ Rp 37,6 juta.
- Australia: AUD 2.800 per bulan ≈ Rp 29 juta.
- Belanda: EUR 1.500 per bulan ≈ Rp 26 juta.
- Jerman: EUR 1.400 per bulan ≈ Rp 24 juta.
- Kanada: CAD 2.900 per bulan ≈ Rp 33 juta.
- Hong Kong: HKD 12.700 per bulan ≈ Rp 25 juta.
- Jepang: JPY 195.000 per bulan ≈ Rp 19 juta.
- Korea Selatan: KRW 1.300.000 per bulan ≈ Rp 15 juta.
- Taiwan: TWD 35.100 per bulan ≈ Rp 10 juta.
- Afrika Selatan: USD 920 per bulan ≈ Rp 14 juta.
Jika dihitung per tahun, uang saku LPDP untuk studi luar negeri dapat mencapai Rp300 juta hingga lebih dari Rp500 juta, tergantung negara tujuan.
Angka tersebut ditetapkan bukan sembarangan, melainkan hasil kajian biaya hidup di tiap kota dan negara. Perhitungan dilakukan agar mahasiswa dapat hidup layak dan fokus pada studi.
“LPDP sudah menyesuaikan besaran uang saku berdasarkan lokasi dan kebutuhan hidup mahasiswa, sehingga diharapkan tidak ada kesenjangan antara penerima di negara dengan biaya hidup tinggi maupun rendah,” jelas perwakilan LPDP.
Kebijakan ini menunjukkan fleksibilitas sekaligus komitmen pemerintah untuk memastikan mahasiswa berprestasi tidak terbebani masalah finansial.
Besaran uang saku LPDP tidak sekadar angka, tetapi merupakan bentuk investasi pemerintah untuk mencetak sumber daya manusia unggul dan berkualitas. Dengan dukungan penuh, mahasiswa bisa belajar dengan tenang, melakukan riset, dan menghasilkan karya terbaik.
Banyak alumni mengakui bahwa tunjangan uang saku benar-benar membantu mereka beradaptasi di negara tujuan. Mereka dapat menyelesaikan studi dengan baik dan kembali ke Indonesia untuk berkontribusi di berbagai bidang.
Melalui skema pembiayaan yang komprehensif, beasiswa LPDP telah membuktikan diri sebagai program pendidikan unggulan yang tidak hanya membiayai kuliah, tetapi juga menjamin kehidupan sehari-hari penerimanya.
Dengan penyesuaian tahunan sesuai kondisi global, LPDP tetap relevan dan memberikan perlindungan nyata bagi para penerima. Hal ini menjadikan beasiswa LPDP sebagai salah satu instrumen terbaik untuk mendukung masa depan pendidikan bangsa. (Okt)
















