Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Pilkades Serentak Cilacap 2026 Digelar 17 Desember, Sebanyak 48 Desa Siap Laksanakan Pemungutan Suara
Gen Z Dominasi Penerima KPR FLPP 2026, Lebih dari 69 Ribu Orang Berhasil Miliki Rumah Subsidi

Gen Z Dominasi Penerima KPR FLPP 2026, Lebih dari 69 Ribu Orang Berhasil Miliki Rumah Subsidi

Gen Z Dominasi Penerima KPR FLPPGen Z Dominasi Penerima KPR FLPP
Ilustrasi rumah subsidi dengan pembiayaan FLPP

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat generasi Z (Gen Z) menjadi kelompok penerima Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terbesar sepanjang tahun 2026 hingga 23 Juli.

Dari total 111.005 penerima FLPP, sebanyak 69.363 orang berasal dari kelompok usia 19 hingga 30 tahun.

Data tersebut menunjukkan tingginya minat generasi muda dalam memanfaatkan program pembiayaan rumah subsidi yang disediakan pemerintah untuk memiliki hunian pertama.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengatakan kelompok usia 19–25 tahun menjadi penerima FLPP terbanyak dengan jumlah 40.263 orang.

“Dengan total 40.263 dari total 111.005 penerima,” ujar Heru dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Sementara itu, kelompok Gen Z berusia 26–30 tahun mencatat 29.100 penerima. Jika digabungkan, jumlah penerima FLPP dari kalangan Gen Z mencapai 69.363 orang hingga akhir Juli 2026.

Selain Gen Z, program FLPP juga dimanfaatkan oleh kelompok usia milenial.

BP Tapera mencatat sebanyak 17.526 penerima berasal dari rentang usia 31–35 tahun, sedangkan kelompok usia 36–40 tahun mencapai 11.203 orang.

Untuk masyarakat berusia di atas 40 tahun, jumlah penerima FLPP tercatat sebanyak 13.445 orang.

Secara keseluruhan, mayoritas penerima FLPP berasal dari kelompok usia produktif dengan penghasilan berkisar Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan.

“Rentang penghasilannya rata-rata Rp4 juta ke atas,” kata Heru.

BP Tapera juga mencatat sebaran penerima FLPP paling banyak berada di wilayah yang memiliki kawasan industri dan pusat tenaga kerja.

Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah penerima FLPP tertinggi, yakni 26.394 orang.

Selanjutnya disusul:

  • Jawa Tengah: 9.772 penerima
  • Sulawesi Selatan: 9.310 penerima
  • Jawa Timur: 7.774 penerima
  • Sumatra Selatan: 7.110 penerima
  • Banten: 7.005 penerima

Dominasi wilayah tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan rumah subsidi di kawasan dengan jumlah pekerja yang besar.

Berdasarkan jenis pekerjaan, karyawan swasta atau buruh menjadi kelompok profesi dengan penerima FLPP terbanyak.

BP Tapera mencatat sebanyak 71.250 karyawan swasta telah memanfaatkan fasilitas pembiayaan rumah subsidi tersebut.

Selain itu terdapat:

  • Guru: 961 penerima
  • Anggota Polri: 367 penerima
  • Profesi lainnya: 37.529 penerima

Data tersebut menunjukkan bahwa program FLPP masih menjadi salah satu skema pembiayaan perumahan yang paling banyak dimanfaatkan oleh masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, khususnya para pekerja.

Tingginya jumlah penerima dari kalangan Gen Z menunjukkan semakin banyak generasi muda yang mulai merencanakan kepemilikan rumah sejak usia produktif.

Melalui skema FLPP, masyarakat berpenghasilan tertentu dapat memperoleh akses pembiayaan rumah subsidi dengan berbagai kemudahan sesuai ketentuan yang berlaku.

BP Tapera berharap penyaluran FLPP terus membantu masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mewujudkan kepemilikan rumah yang layak sekaligus mendukung program pemerintah untuk mengurangi backlog perumahan di Indonesia. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
48 Desa Siap Gelar Pilkades Serentak

Pilkades Serentak Cilacap 2026 Digelar 17 Desember, Sebanyak 48 Desa Siap Laksanakan Pemungutan Suara