BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Banjarnegara terus mengembangkan pendidikan vokasi sebagai bagian dari upaya membekali siswa berkebutuhan khusus dengan keterampilan hidup yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan pendidikan.
Program tersebut dirancang untuk membantu peserta didik menjadi lebih mandiri, produktif, serta memiliki peluang bekerja maupun membuka usaha sesuai potensi yang dimiliki.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SLB Negeri Banjarnegara, Antono Aribowo, menjelaskan bahwa pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik.
Menurutnya, keterampilan praktis menjadi aspek penting agar para lulusan mampu beradaptasi dengan kehidupan bermasyarakat dan memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.
Ia mengatakan seluruh siswa tetap memperoleh hak yang sama dalam mengikuti mata pelajaran formal sesuai kurikulum pendidikan.
Namun, sekolah juga memberikan perhatian khusus melalui program vokasi yang dirancang untuk menggali kemampuan unik yang dimiliki setiap peserta didik.
“Secara mata pelajaran formal, semua siswa mendapatkan hak pembelajaran yang sama, tapi lewat kegiatan vokasi, kita menggali potensi khusus yang dimiliki masing-masing anak secara lebih mendalam,” ujar Antono.
Program pendidikan vokasi di SLB Negeri Banjarnegara telah menjadi bagian dari kurikulum sekolah.
Materi keterampilan disusun berdasarkan minat, bakat, dan kemampuan masing-masing siswa sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan individu.
Antono menuturkan, tujuan utama program tersebut sejalan dengan slogan sekolah, yakni ceria, mandiri, dan berprestasi.
Pihak sekolah berharap para lulusan tidak hanya mampu menjalani kehidupan sehari-hari secara mandiri, tetapi juga mempunyai bekal keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan.
“Harapan besar kami selaras dengan slogan sekolah, yaitu ceria, mandiri, dan berprestasi. Minimal anak-anak bisa mandiri, bahkan mampu membuka usaha dengan bekal ilmu yang telah mereka pelajari di sekolah,” katanya.
Guru SLB Negeri Banjarnegara, Purwo Handoko, menjelaskan bahwa setiap siswa diberikan kebebasan memilih bidang keterampilan sesuai minat masing-masing.
Apabila masih kesulitan menentukan pilihan, guru pendamping akan membantu melakukan identifikasi potensi sehingga siswa dapat mengikuti bidang yang paling sesuai dengan kemampuan mereka.
Menurut Purwo, proses pembelajaran vokasi dilakukan secara bertahap karena setiap siswa memiliki karakteristik dan kemampuan belajar yang berbeda.
Tidak semua siswa langsung merasa cocok dengan keterampilan yang dipilih pada awal pembelajaran.
Namun, melalui pendampingan intensif, mereka mulai menunjukkan perkembangan yang positif.
“Kita mencoba mengangkat kemampuan mereka di bidang lain. Kecenderungan minat itu kita arahkan ke bidang keterampilan agar setelah lulus nanti mereka memiliki bekal nyata,” jelas Purwo.
Kegiatan vokasi dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu dan diikuti oleh siswa jenjang SMPLB maupun SMALB.
Sekolah menyediakan berbagai pilihan keterampilan yang dapat dipilih sesuai potensi peserta didik.
Bidang keterampilan yang diajarkan meliputi teknologi informasi, pertanian dan perikanan, tata boga, tata busana, tata graha, membatik, seni lukis, kriya kayu, hingga layanan cuci sepeda motor dan mobil.
Beragam pilihan tersebut memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan yang paling sesuai dengan minat mereka.
Selain melatih keterampilan teknis, kegiatan vokasi juga bertujuan membangun rasa percaya diri, melatih kedisiplinan, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, serta membiasakan siswa bekerja secara mandiri maupun dalam kelompok.
Nilai-nilai tersebut dinilai penting sebagai bekal ketika mereka memasuki dunia kerja atau menjalankan usaha sendiri.
Melalui penguatan pendidikan vokasi, SLB Negeri Banjarnegara berharap semakin banyak lulusan yang mampu hidup mandiri, memiliki keterampilan yang bernilai ekonomi, serta berkontribusi di tengah masyarakat.
Program ini sekaligus menjadi bentuk komitmen sekolah dalam memberikan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga mempersiapkan masa depan siswa berkebutuhan khusus agar lebih mandiri, produktif, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kehidupan yang lebih baik. (jud/stch/dda)














