BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kebumen menggelar sosialisasi etika bermedia sosial bagi seluruh siswa kelas VII sebagai upaya meningkatkan literasi digital sekaligus membentuk karakter pelajar yang bijak dalam menggunakan teknologi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan agar siswa mampu memanfaatkan media sosial secara positif serta memahami berbagai risiko yang ada di dunia digital.
Sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan menghadirkan tim narasumber internal madrasah yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan dan pembinaan karakter, yakni Khalwani, Miyosi, Murni, Rini, Solikhah, Irham Basyir, Aswanti, dan Ratri.
Dalam kegiatan tersebut, para narasumber mengajak siswa melakukan refleksi terhadap kebiasaan sehari-hari saat menggunakan gawai maupun media sosial.
Siswa diajak mengevaluasi berbagai aktivitas digital, mulai dari kebiasaan langsung membuka ponsel setelah bangun tidur hingga penggunaan akun media sosial kedua atau second account.
Salah satu narasumber, Khalwani, menjelaskan bahwa media sosial memiliki banyak manfaat apabila digunakan secara bijak.
Platform digital dapat menjadi sarana belajar, mencari informasi, hingga memperluas pergaulan. Namun di sisi lain, media sosial juga menyimpan berbagai ancaman yang harus dipahami sejak dini.
“Di balik manfaat edukatifnya sebagai media belajar dan sosialisasi, media sosial menyimpan tantangan nyata seperti hoaks, perundungan siber (cyberbullying), budaya pengucilan (cancel culture), hingga penipuan,” ujarnya.
Selain membahas berbagai risiko tersebut, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga jejak digital.
Narasumber menjelaskan bahwa setiap aktivitas di internet, seperti komentar, unggahan foto, tanda suka (likes), hingga riwayat pencarian dapat tersimpan dalam waktu lama dan berpotensi memengaruhi masa depan seseorang.
Jejak digital yang buruk, menurut para narasumber, dapat berdampak pada peluang pendidikan, beasiswa, hingga karier di masa mendatang.
Oleh karena itu, siswa didorong untuk lebih berhati-hati sebelum mengunggah ataupun memberikan komentar di media sosial.
Dalam pembekalan tersebut, siswa juga dikenalkan pada sejumlah prinsip dasar etika bermedia sosial.
Mereka diajak membiasakan diri berpikir terlebih dahulu sebelum mengetik atau mengunggah sesuatu, menggunakan bahasa yang sopan, menghormati privasi orang lain, serta menghindari kebiasaan oversharing atau membagikan informasi pribadi secara berlebihan.
Materi etika digital yang disampaikan tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga dipadukan dengan nilai-nilai keislaman.
Para narasumber mengintegrasikan konsep literasi digital dengan pembentukan akhlakul karimah, sehingga siswa diharapkan mampu menerapkan etika yang baik baik di dunia nyata maupun di dunia maya.
Khalwani berharap kegiatan ini mampu memberikan bekal kepada para siswa agar tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga mampu menjadi generasi yang cerdas dalam memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
Menurutnya, kecerdasan digital menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki pelajar di era modern.
Dengan pemahaman yang baik mengenai etika bermedia sosial, siswa diharapkan mampu menghindari penyebaran hoaks, tidak terlibat dalam cyberbullying, menjaga privasi, serta menggunakan media sosial untuk kegiatan yang positif dan bermanfaat.
Melalui program edukasi ini, MTsN 1 Kebumen menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter peserta didik yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kesadaran digital dan akhlak mulia.
Dengan demikian, para siswa diharapkan mampu menjadi pengguna media sosial yang bijak, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan perkembangan teknologi di masa depan. (cah/stch/dda)














