BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Capaian imunisasi booster DPT-HB-Hib dan Measles Rubella (MR) bagi kelompok Bayi di Bawah Dua Tahun (Baduta) di Kabupaten Purbalingga menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Hingga semester I tahun 2026, cakupan imunisasi telah mencapai 48,95 persen, melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar 47,4 persen.
Meski berhasil melampaui target provinsi, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Kabupaten Purbalingga menilai masih terdapat sejumlah tantangan yang harus segera diselesaikan agar cakupan imunisasi dapat merata hingga ke seluruh desa.
Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah gangguan pada aplikasi Satu Sehat Indonesiaku (ASIK) yang digunakan sebagai sistem pencatatan imunisasi nasional.
Selain itu, tingginya mobilitas masyarakat menyebabkan sebagian anak belum tercatat atau terlambat mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.
Di lapangan, petugas kesehatan juga menemukan sejumlah orang tua yang baru mengetahui bahwa anak mereka belum masuk dalam sistem pencatatan ketika datang ke puskesmas atau posyandu.
Ada pula keluarga yang berpindah domisili setelah anak berusia satu tahun sehingga proses pemantauan imunisasi menjadi lebih sulit.
Kondisi kesehatan anak yang sedang sakit saat jadwal imunisasi berlangsung juga menjadi penyebab sebagian sasaran belum memperoleh imunisasi lengkap sesuai ketentuan.
Koordinator Imunisasi DinkesPPKB Kabupaten Purbalingga, Novita, menjelaskan bahwa aplikasi ASIK beberapa kali mengalami kendala teknis selama semester pertama 2026.
Akibatnya, sejumlah balita yang sebenarnya telah menerima imunisasi belum langsung tercatat dalam sistem digital.
“Juli ini kami menggelar desk dan supervisi langsung ke puskesmas yang cakupannya rendah. Bidan pelaksana kami panggil untuk membawa buku register manual guna di-cross-check. Kami ingin capaian imunisasi ini benar-benar merata hingga ke tingkat desa, bukan sekadar angka di tingkat kabupaten,” ungkap Novita, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, proses pencocokan data antara register manual dengan aplikasi digital dilakukan untuk memastikan seluruh balita yang telah menerima imunisasi benar-benar masuk dalam sistem pelaporan nasional.
Selain persoalan pencatatan, tingginya mobilitas masyarakat juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas kesehatan.
Banyak keluarga yang berpindah tempat tinggal, bepergian ke luar daerah, atau tidak berada di rumah saat jadwal imunisasi berlangsung.
Akibat kondisi tersebut, masih terdapat sejumlah wilayah kerja puskesmas yang capaian imunisasinya belum optimal.
Hingga saat ini terdapat sekitar 10 puskesmas yang masih menjadi fokus pembinaan DinkesPPKB.
Beberapa di antaranya adalah Puskesmas Karangmoncol, Karangtengah, Karangjambu, Serayu Larangan, Mrebet, Bojongsari, Padamara, dan Kemangkon 2.
Di wilayah tersebut, petugas akan melakukan pendataan ulang sekaligus mempercepat pelayanan imunisasi bagi anak yang belum mendapatkan vaksin lengkap.
Untuk mengejar target cakupan imunisasi, DinkesPPKB Purbalingga akan melaksanakan Program Imunisasi Kejar.
Program ini ditujukan bagi Baduta yang belum memperoleh imunisasi sesuai jadwal maupun anak yang belum tercatat dalam sistem pelaporan.
Melalui program tersebut, petugas kesehatan akan melakukan penelusuran sasaran secara lebih aktif.
Selain memperbarui data administrasi, tenaga kesehatan juga siap mendatangi rumah-rumah warga apabila diperlukan agar tidak ada anak yang terlewat mendapatkan imunisasi.
“Pembenahan data dan pendataan ulang kami kebut selama Juli sebagai persiapan sebelum dimulainya imunisasi anak sekolah pada Agustus. Selanjutnya akan dievaluasi kembali secara menyeluruh pada November,” jelas Novita.
DinkesPPKB berharap langkah tersebut mampu meningkatkan cakupan imunisasi secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Purbalingga sekaligus memastikan setiap anak memperoleh haknya atas perlindungan dari berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.
Imunisasi booster DPT-HB-Hib dan MR memiliki peran penting dalam memperkuat kekebalan tubuh anak terhadap penyakit berbahaya seperti difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, infeksi Haemophilus influenzae tipe b, campak, dan rubella.
Karena itu, pemerintah terus mengimbau para orang tua untuk membawa anak ke posyandu atau puskesmas sesuai jadwal imunisasi yang telah ditetapkan.
Dengan capaian yang sudah melampaui target provinsi, DinkesPPKB Purbalingga optimistis target imunisasi tahun 2026 dapat terus ditingkatkan.
Melalui pembenahan data, supervisi lapangan, serta pelaksanaan Program Imunisasi Kejar, diharapkan tidak ada lagi Baduta yang tertinggal mendapatkan imunisasi lengkap sehingga perlindungan kesehatan anak di Kabupaten Purbalingga dapat semakin optimal. (*/stch/dda)














