Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Jepang Dilanda Cuaca Panas 40 Derajat Celsius, Korban Jiwa Bertambah
BPS Purbalingga Cairkan Honor Termin Pertama Sensus Ekonomi 2026, Petugas Terima 4,2 Juta

BPS Purbalingga Cairkan Honor Termin Pertama Sensus Ekonomi 2026, Petugas Terima 4,2 Juta

BPS Klaim Sensus Ekonomi Capai TargetBPS Klaim Sensus Ekonomi Capai Target
DAPAT HONOR: Petugas Sensus Ekonomi 2026 wilayah Kecamatan Bukateja mengikuti evaluasi pendataan tahap II

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purbalingga mulai mencairkan honor termin pertama kepada petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang telah memenuhi target awal pendataan.

Sebanyak 1.072 petugas dinyatakan berhasil mencapai target minimal sehingga berhak menerima pembayaran tahap pertama.

Pencairan honor dilakukan bersamaan dengan Pertemuan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Tahap II yang berlangsung pada Rabu (22/7/2026) dan Kamis (23/7/2026) di sejumlah kecamatan di Kabupaten Purbalingga.

Kepala BPS Kabupaten Purbalingga, Slamet Romelan, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi hasil pendataan selama satu bulan terakhir sekaligus menyelesaikan administrasi pembayaran honor kepada petugas.

“Agenda utama kami memonitor progres pendataan, mengevaluasi anomali data, serta menyusun tindak lanjut penyelesaiannya. Sekaligus menyelesaikan administrasi pembayaran honor termin pertama bagi petugas yang telah memenuhi target,” ujarnya.

Petugas yang berhasil menyelesaikan minimal 40 persen target pendataan menerima honor termin pertama sebesar Rp4.275.000.

Dana mulai dicairkan pada hari pelaksanaan pertemuan atau paling lambat sehari setelahnya, menyesuaikan proses transfer dari masing-masing bank.

Dari total 1.075 petugas sensus yang diterjunkan di Kabupaten Purbalingga, hanya tiga orang yang belum menerima pembayaran honor.

Satu petugas merupakan tenaga pengganti yang baru bergabung sekitar satu pekan setelah pelaksanaan sensus dimulai, sedangkan dua petugas lainnya belum berhasil mencapai target minimal pendataan.

“Ini akan menjadi penyemangat petugas untuk terus melakukan pendataan sesuai pembagian tugas masing-masing,” kata Slamet.

Selain melakukan evaluasi, BPS Purbalingga juga melibatkan camat, sekretaris camat, serta unsur Polri di masing-masing kecamatan sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Menurut Slamet, kendala yang dihadapi petugas selama proses pendataan masih didominasi persoalan teknis, terutama terkait missing value atau data yang belum lengkap akibat penyesuaian pada aplikasi pendataan.

“Misalnya isian petugas atau missing value karena program aplikasi. Dengan pertemuan ini mudah-mudahan bisa terselesaikan. Hal-hal yang lain tidak ada masalah,” pungkasnya.

Melalui evaluasi berkala dan pencairan honor termin pertama ini, BPS berharap semangat para petugas tetap terjaga sehingga target penyelesaian pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Purbalingga dapat tercapai sesuai jadwal. (alw/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Jepang Rekor Bersuhu 40 Derajat Celsius

Jepang Dilanda Cuaca Panas 40 Derajat Celsius, Korban Jiwa Bertambah