BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kebumen terus memperkuat pendidikan politik bagi kalangan muda dengan menggelar Kelas Pemilu yang menyasar mahasiswa.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut, mahasiswa didorong menjadi pemilih cerdas, rasional, dan berintegritas sekaligus berperan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Anggota KPU Kabupaten Kebumen periode 2023–2028, Muhamad Sobir, mengatakan mahasiswa merupakan kelompok pemilih yang memiliki kapasitas intelektual serta peran strategis sebagai agen perubahan.
Karena itu, generasi muda di lingkungan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menggunakan hak pilih saat pemilu, tetapi juga mampu menjadi penggerak pendidikan demokrasi di tengah masyarakat.
“Mahasiswa adalah kelompok pemilih terdidik yang kritis. Kami berharap mahasiswa tidak hanya datang ke TPS, tetapi menjadi pemilih yang cerdas, rasional, dan berintegritas,” ujar Sobir, Kamis (23/7/2026).
Sobir yang membidangi Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih, Parmas), dan Sumber Daya Manusia (SDM) menjelaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi penting dalam menciptakan pemilu yang berkualitas.
Menurutnya, pemilih yang cerdas bukan sekadar menggunakan hak suara, tetapi juga mampu menganalisis berbagai informasi yang diterima sebelum menentukan pilihan politik.
Mahasiswa diharapkan dapat menilai rekam jejak calon, memahami visi dan misi yang ditawarkan, serta mengambil keputusan secara objektif tanpa dipengaruhi sentimen, tekanan, maupun ajakan yang tidak berdasarkan fakta.
Kemampuan berpikir kritis yang dimiliki mahasiswa menjadi modal penting untuk membangun budaya demokrasi yang sehat dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, Sobir juga mengajak mahasiswa untuk bersama-sama menghadapi berbagai tantangan yang kerap muncul dalam setiap penyelenggaraan pemilu.
Ia menyebut terdapat tiga ancaman utama yang perlu diwaspadai, yakni penyebaran hoaks atau disinformasi, praktik politik uang, dan golongan putih (golput).
Menurutnya, hoaks dapat memecah belah masyarakat dan memengaruhi pilihan politik secara tidak sehat.
Sementara itu, politik uang berpotensi merusak integritas pemilu karena menggeser pilihan masyarakat dari pertimbangan kualitas calon menjadi imbalan materi.
Selain itu, tingginya angka golput juga dinilai dapat melemahkan legitimasi hasil pemilu karena rendahnya tingkat partisipasi masyarakat.
“Pertama, hoaks atau disinformasi yang memecah belah. Kedua, politik uang yang merusak integritas pemilu. Ketiga, golput yang melemahkan legitimasi demokrasi itu sendiri. Ini harus kita tangkal bersama,” tegas Sobir.
KPU Kabupaten Kebumen memastikan program pendidikan pemilih akan terus diperluas dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat, terutama pemilih pemula dan pemilih muda.
Selain mahasiswa, kegiatan sosialisasi juga akan melibatkan organisasi kemahasiswaan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), komunitas kampus, hingga berbagai kelompok kepemudaan lainnya.
Melalui pendekatan tersebut, KPU berharap tingkat literasi kepemiluan masyarakat semakin meningkat sehingga mampu melahirkan pemilih yang kritis, bertanggung jawab, dan memahami pentingnya menjaga kualitas demokrasi.
Sobir menegaskan mahasiswa tidak hanya diharapkan menjadi pemilih yang berkualitas, tetapi juga mampu menjadi penyebar informasi yang benar kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Dengan pengetahuan yang diperoleh melalui Kelas Pemilu, mahasiswa diharapkan dapat memberikan edukasi mengenai pentingnya partisipasi politik, bahaya hoaks, serta penolakan terhadap praktik politik uang.
Menurutnya, keterlibatan aktif generasi muda akan menjadi salah satu kunci dalam menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat.
“Dengan literasi kepemiluan yang kuat, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pemilih yang berkualitas, tetapi juga menjadi corong edukasi bagi masyarakat di lingkungannya untuk menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat di Kabupaten Kebumen,” pungkasnya.
Melalui penguatan pendidikan pemilih secara berkelanjutan, KPU Kebumen berharap partisipasi masyarakat dalam setiap pemilu semakin berkualitas, sehingga proses demokrasi dapat berjalan lebih sehat, transparan, dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar dipilih berdasarkan kapasitas serta integritasnya. (mam/stch/dda)
















