Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Warga Swadaya 30 Juta Perbaiki Jembatan Kaligintung Banjarnegara-Purbalingga

Warga Patungan Selamatkan JembatanWarga Patungan Selamatkan Jembatan
PERBAIKI JEMBATAN: Warga di perbatasan Banjarnegara dan Purbalingga memperbaiki jembatan Kaligintung secara swadaya

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Kerusakan Jembatan Kaligintung yang menghubungkan Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, dengan Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, mendorong warga turun tangan melakukan perbaikan secara swadaya.

Demi menjaga akses utama yang menjadi penghubung dua kabupaten tersebut, masyarakat bergotong royong mengumpulkan dana lebih dari Rp30 juta untuk melakukan penanganan darurat.

Perbaikan dilakukan setelah bagian bawah jembatan mengalami pengikisan akibat derasnya arus Sungai Gintung.

Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan sekaligus mengancam kelancaran aktivitas masyarakat yang setiap hari bergantung pada jalur tersebut untuk bekerja, berdagang, hingga mengangkut hasil pertanian.

Perangkat Desa Jembangan, Jarwadi, mengatakan Jembatan Kaligintung merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan Kecamatan Punggelan di Kabupaten Banjarnegara dengan Kecamatan Rembang di Kabupaten Purbalingga.

Karena memiliki peran yang sangat vital, warga dari Desa Jembangan dan Desa Karangbawang sepakat bergotong royong memperbaiki jembatan sambil menunggu penanganan permanen dari pemerintah.

Menurut Jarwadi, masyarakat secara sukarela menyumbangkan berbagai kebutuhan pembangunan, mulai dari pasir, semen, besi hingga dana tunai.

Material tersebut digunakan untuk membuat pondasi sementara agar kerusakan tidak semakin parah akibat derasnya aliran sungai.

“Jembatan ini merupakan satu-satunya penghubung antara Kecamatan Punggelan, Banjarnegara, dan Kecamatan Rembang, Purbalingga. Karena bagian bawah jembatan hampir tergerus arus sungai, masyarakat berinisiatif bergotong royong mengumpulkan pasir, semen, besi hingga dana untuk membuat pondasi sementara. Selanjutnya kami berharap bisa dipasang bronjong agar lebih aman,” kata Jarwadi, Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan, dana swadaya yang berhasil dikumpulkan warga telah mencapai lebih dari Rp30 juta.

Dana tersebut dimanfaatkan untuk membeli material bangunan yang dibutuhkan dalam proses perbaikan sekaligus memenuhi kebutuhan konsumsi warga yang terlibat dalam kerja bakti.

Semangat kebersamaan masyarakat mendapat apresiasi dari Sekretaris Komisi III DPRD Banjarnegara, Muhammad Sutardo, yang meninjau langsung proses perbaikan di lokasi.

Menurutnya, antusiasme warga menunjukkan bahwa Jembatan Kaligintung memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan Banjarnegara dan Purbalingga.

“Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat. Antusiasme warga luar biasa, bahkan mereka rela iuran untuk membiayai perbaikan jembatan yang mengalami pengikisan. Kami akan mengusulkan penanganan ini melalui APBD Perubahan agar bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.

Meski perbaikan darurat telah dilakukan, masyarakat berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen.

Mereka menilai solusi sementara tidak akan mampu mengatasi persoalan yang terus berulang setiap musim hujan ketika debit Sungai Gintung meningkat.

Tokoh masyarakat Desa Karangbawang, Suhirin, mengatakan perbaikan secara swadaya bukan pertama kali dilakukan.

Menurutnya, warga sudah beberapa kali harus mengeluarkan biaya dan tenaga untuk memperbaiki kerusakan jembatan agar tetap bisa digunakan.

“Perbaikan seperti ini sudah menjadi rutinitas. Warga terus-menerus harus swadaya dan kerja bakti. Harapan kami pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat segera membangun jembatan permanen, sehingga masyarakat di wilayah perbatasan tidak selalu dibebani perbaikan darurat,” katanya.

Bagi masyarakat di kawasan perbatasan, Jembatan Kaligintung menjadi jalur utama yang menunjang mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.

Karena itu, mereka berharap pemerintah segera melakukan pembangunan infrastruktur yang lebih kuat dan tahan terhadap derasnya arus sungai agar aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu setiap kali musim hujan datang.

Hingga kini, warga tetap melanjutkan perbaikan sementara secara gotong royong sembari menantikan tindak lanjut dari pemerintah daerah agar Jembatan Kaligintung dapat dibangun secara permanen dan memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Ledakan Listrik Gegerkan Warga

Dentuman Keras Gegerkan Purwokerto, Diduga Berasal dari Jaringan Listrik PLN

Berita Selanjutnya
Nicolas Otamendi Pensiun dari Timnas Argentina

Nicolas Otamendi Pensiun dari Timnas Argentina, Tinggalkan Pesan Haru Usai Final Piala Dunia