Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Cedera Belum Sembuh, Marc Marquez Fokus Pemulihan Selama Jeda MotoGP 2026
Kemarau Ekstrem Terjang Cilacap, Warga Karanggintung Jalan Kaki 1 Km Demi Air Bersih

Kemarau Ekstrem Terjang Cilacap, Warga Karanggintung Jalan Kaki 1 Km Demi Air Bersih

Rela Jalan 1 Km Demi Air BersihRela Jalan 1 Km Demi Air Bersih
ANTRE : Warga Dusun Sindangraja Desa Karanggintung antre untuk mengambil air bersih di mata air desa setempat

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Cilacap mulai memberikan dampak serius terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.

Salah satu daerah yang paling merasakan dampaknya adalah Dusun Sindangraja, Desa Karanggintung, Kecamatan Gandrungmangu.

Warga di dusun tersebut kini harus berjalan kaki sekitar satu kilometer setiap hari hanya untuk mendapatkan air bersih setelah sumur-sumur milik mereka mengering akibat minimnya curah hujan.

Setiap pagi dan sore, puluhan warga terlihat membawa ember, jeriken, hingga galon menuju sebuah mata air yang berada di tepi Sungai Cikranji.

Mata air tersebut menjadi satu-satunya sumber air yang masih dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Karena debit air yang keluar relatif kecil, warga harus mengantre dengan sabar agar seluruh keluarga mendapatkan bagian.

Air yang diperoleh dari mata air tersebut diprioritaskan untuk kebutuhan paling penting, seperti memasak dan air minum.

Sementara itu, kebutuhan lain seperti mandi dan mencuci harus dihemat atau memanfaatkan sumber air lain yang jumlahnya juga semakin terbatas.

Kondisi ini menjadi rutinitas yang hampir selalu dialami masyarakat setiap kali musim kemarau datang.

Salah seorang warga, Darsiti, mengatakan bahwa sumur di rumahnya sudah tidak lagi mengeluarkan air sehingga keluarganya sepenuhnya bergantung pada mata air tersebut.

Menurutnya, kondisi seperti ini bukan pertama kali terjadi karena hampir setiap musim kemarau warga harus mengambil air dari lokasi yang sama.

Meski sudah terbiasa menghadapi kondisi tersebut, warga berharap bantuan air bersih dari pemerintah dapat terus disalurkan secara rutin.

Pasokan air bersih dinilai sangat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan harian, terutama ketika debit mata air terus berkurang seiring panjangnya musim kemarau.

Camat Gandrungmangu, Fathan Ady Chandra, menjelaskan bahwa beberapa wilayah di kecamatan tersebut memang masih mengalami kekurangan air bersih.

Desa Karanggintung sebenarnya telah memiliki Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), namun kapasitas debit air yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga, terutama masyarakat yang tinggal di dusun-dusun pegunungan.

Kondisi geografis menjadi salah satu penyebab distribusi air bersih belum optimal.

Wilayah yang berada di dataran lebih tinggi membutuhkan pasokan air lebih besar, sementara sumber air yang tersedia semakin terbatas ketika musim kemarau berlangsung dalam waktu lama.

Karena itu, bantuan air bersih masih menjadi solusi utama untuk membantu masyarakat.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, hingga saat ini terdapat 15 desa yang tersebar di sembilan kecamatan mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.

Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan distribusi bantuan air bersih ke wilayah-wilayah terdampak agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Khusus di Desa Karanggintung, penyaluran bantuan air bersih sudah mulai dilakukan dan akan terus dilanjutkan ke sejumlah rukun tetangga (RT) lainnya.

Selain pengiriman air menggunakan mobil tangki, pemerintah juga menyiapkan bantuan berupa tandon air agar masyarakat memiliki tempat penampungan yang memadai ketika bantuan air tiba.

Pemerintah berharap langkah tersebut mampu mengurangi beban warga selama musim kemarau berlangsung.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak dan menghemat pemakaian agar persediaan yang ada dapat dimanfaatkan lebih lama hingga musim hujan kembali tiba.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dampak krisis air bersih akibat kemarau di Kabupaten Cilacap dapat diminimalkan sehingga aktivitas sehari-hari warga tetap berjalan dengan baik. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Fokus Pulihkan Kondisi saat Jeda

Cedera Belum Sembuh, Marc Marquez Fokus Pemulihan Selama Jeda MotoGP 2026