BANYUMASEKSPRES.ID, Aktor muda berbakat, Iqbaal Ramadhan, baru-baru ini membagikan sebuah pengalaman yang tak terlupakan selama proses syuting film terbarunya, “Operasi Pesta Copet”.
Dalam film ini, Iqbaal memerankan karakter yang berpenampilan unik dan mencolok, yang dikenal dengan istilah ‘jamet’.
Menariknya, penampilannya yang berbeda membuatnya mendapatkan perlakuan tak terduga dari pihak keamanan.
“Saking jametnya, saya ditahan sama satpam Pestapora. Jadi pas lagi syuting di area Pestapora, satpamnya bilang ke saya, ‘Mas, maaf lagi ada yang syuting’,” ungkap Iqbaal Ramadhan dengan nada bercanda.
Film “Operasi Pesta Copet” bukan hanya sekadar proyek bagi Iqbaal. Film ini juga menjadi wahana baru baginya untuk mengeksplorasi peran yang berbeda dari biasanya.
Selama ini dikenal sebagai sosok sweetheart yang memikat hati banyak penggemar, kali ini ia tampil dengan karakter yang jauh lebih berani dan menantang.
Transformasi yang ditunjukkan Iqbaal sebagai seorang jamet copet konser adalah salah satu bukti bahwa ia mampu mengambil risiko dalam berakting dan menjelajahi berbagai sisi dunia seni peran.
Selain itu, Iqbaal Ramadhan juga berbagi pengalaman barunya di dunia produksi film.
Dalam “Operasi Pesta Copet”, ia tidak hanya berperan sebagai aktor tetapi juga debut sebagai produser kreatif.
Ia mengungkapkan, “Kalau sebagai produser, ini pengalaman pertama sebagai produser film. Sejauh ini, Operasi Pesta Copet menjadi proyek paling kompleks yang pernah saya kerjakan namun bikin nagih.”
Pernyataan ini menunjukkan betapa antusiasnya Iqbaal dalam menjalani dua peran sekaligus—sebagai aktor dan produser—dalam satu proyek film.
Film “Operasi Pesta Copet” merupakan sebuah karya dari rumah produksi Imajinari yang kembali memberikan gebrakan baru di dunia perfilman Indonesia.
Mengusung genre drama komedi, film ini disutradarai oleh Edy Khemod, seorang musisi sekaligus sutradara yang dikenal luas di industri musik tanah air.
Dalam debut penyutradaraannya ini, Edy Khemod berkolaborasi dengan sejumlah produser ternama seperti Ernest Prakasa, Dipa Andika, James Erlangga, dan tentunya Iqbaal Ramadhan sendiri.
Dibintangi oleh aktor-aktor muda berbakat seperti Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba, “Operasi Pesta Copet” menggambarkan kisah komplotan copet konser yang meresahkan.
Dengan latar belakang dunia musik yang kental, Edy Khemod ingin menyampaikan cerita dari sudut pandang orang-orang di balik layar industri musik.
Melalui narasi komedi yang segar dan cerdas, film ini diharapkan dapat menghibur penonton sambil tetap menyuguhkan pesan moral tentang kehidupan di balik panggung.
Edy Khemod sendiri mengungkapkan rasa antusiasme yang mendalam terhadap proyek ini.
Ia menekankan bahwa meskipun film ini berangkat dari kisah fiksi tentang copet konser, namun ada banyak pelajaran berharga yang bisa diambil dari hubungan antar karakter serta dinamika kehidupan mereka dalam industri musik.
Dengan pengalamannya sebagai drummer band Seringai dan creative director berbagai pertunjukan musik di Indonesia, Edy membawa nuansa otentik ke dalam setiap adegan, membuat penonton merasakan atmosfer dunia musik secara langsung.
Ketika kita melihat lebih dalam tentang tema film ini—yang berfokus pada kehidupan para penjahat kecil dalam setting konser—kita dapat menemukan banyak lapisan cerita terkait perjuangan hidup dan pilihan moral yang harus dihadapi setiap karakter.
Edy Khemod ingin agar penonton tidak hanya terhibur tetapi juga dapat merenungkan apa yang terjadi saat sebuah kesempatan datang dan bagaimana setiap individu bereaksi terhadap situasi sulit.
Film ini tentunya menjadi salah satu harapan besar bagi perfilman Indonesia untuk bisa bersaing dengan film-film luar negeri.
Dengan kombinasi talenta muda seperti Iqbaal Ramadhan dan Kristo Immanuel serta pengalaman Edy Khemod di dunia musik dan hiburan, “Operasi Pesta Copet” memiliki potensi untuk menarik perhatian banyak kalangan. (*/stch/dda)














