Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Sedimentasi Waduk Mrica Capai 93 Persen, Banjarnegara Hadapi Ancaman Lingkungan Serius

Sedimentasi Waduk Mrica Capai 93 PersenSedimentasi Waduk Mrica Capai 93 Persen
SARASEHAN: Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali menghadiri apel dan sarasehan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Aula Balai Desa Cendana, Kecamatan Banjarnegara

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Ancaman lingkungan yang dihadapi Kabupaten Banjarnegara bukan hanya sekadar tumpukan sampah atau berkurangnya ruang hijau.

Di balik keindahan perbukitan yang mulai kehilangan tutupan vegetasi, terdapat persoalan yang jauh lebih serius, yaitu tingkat sedimentasi Waduk Mrica yang telah mencapai angka mencengangkan, yakni 93 persen.

Kondisi ini menjadi salah satu sorotan utama dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berupaya menjadikan peringatan lingkungan bukan sekadar acara seremonial, tetapi sebuah gerakan yang berkelanjutan dan dapat diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Wakil Bupati Banjarnegara, KH Wakhid Jumali, menekankan bahwa kerusakan lingkungan saat ini bukanlah persoalan yang akan terjadi di masa depan, tetapi merupakan ancaman nyata yang sudah dirasakan oleh masyarakat saat ini.

Ia mengungkapkan, “Alih fungsi lahan, berkurangnya tanaman penyangga di kawasan tangkapan air, dan persoalan sampah jadi faktor yang memperbesar risiko bencana di wilayah Banjarnegara.”

Pernyataan ini mencerminkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sebagai warisan generasi sebelumnya dan titipan untuk generasi mendatang.

Salah satu isu krusial yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah tingginya tingkat sedimentasi di Waduk Mrica.

Waduk ini telah menjadi infrastruktur vital selama beberapa dekade terakhir, namun kini terancam oleh terus-menerusnya material tanah dari kawasan hulu akibat erosi dan perubahan fungsi lahan.

Dampaknya sangat serius karena dapat mengurangi kapasitas tampung waduk serta memicu berbagai masalah lingkungan lainnya.

Dengan kondisi seperti ini, semakin jelas bahwa ada urgensi untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam melindungi lingkungan.

Untuk menekan laju kerusakan lingkungan yang semakin parah, Pemkab Banjarnegara telah meluncurkan Program Banjarnegara Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Program ini mencakup berbagai inisiatif seperti gerakan penanaman pohon, program sedekah sampah di sekolah-sekolah, hingga perbaikan sistem pengelolaan sampah yang tidak lagi bergantung pada metode open dumping.

Dengan demikian, pemerintah berusaha menciptakan kesadaran kolektif di kalangan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) Banjarnegara, Herrina Indri Hastuti juga menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup kali ini difokuskan pada aksi nyata yang menyentuh langsung persoalan di lapangan.

“Kami berharap lokasi yang sudah dibersihkan ini tidak lagi menjadi tempat pembuangan sampah. Justru harus menjadi contoh bagaimana lingkungan bisa dikelola dengan lebih baik,” ujarnya.

Pendekatan ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pengelolaan lingkungan yang lebih baik serta mendorong partisipasi aktif masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah juga semakin mendorong inovasi dalam pengolahan limbah untuk meningkatkan nilai ekonomis dari sampah.

Salah satu langkah inovatif adalah pemanfaatan sampah plastik sebagai bahan bakar alternatif.

Inisiatif semacam ini tidak hanya dapat mengurangi volume limbah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir tetapi juga memberikan solusi ekonomi bagi masyarakat.

Dengan upaya-upaya tersebut, Pemkab Banjarnegara berharap dapat mengubah pola pikir masyarakat terhadap lingkungan hidup. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Aliansi Kebumen Bersatu Aksi Dukung MBG

Aliansi Kebumen Bersatu Gelar Aksi Damai Dukung Program Makan Bergizi Gratis Prabowo

Berita Selanjutnya
Tiga Kamar Kontrakan Terbakar

Korsleting Listrik Picu Kebakaran Rumah Kontrakan di Cilacap, Tiga Kamar Hangus