BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinnaker) Kabupaten Purbalingga menetapkan target ambisius untuk menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi sebesar 3,9 persen pada tahun 2030.
Target ini merupakan bagian integral dari pelaksanaan visi dan misi Bupati Purbalingga, yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja yang lebih luas.
Fungsional Pengantar Kerja Ahli Muda Dinperinnaker Purbalingga, Yudhi Hendri Hananto, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah merumuskan rencana penurunan TPT secara bertahap dalam periode lima tahun ke depan.
“Pada tahun lalu, kami berhasil menurunkan angka pengangguran sebesar 0,13 persen. Untuk capaian tahun 2026 ini, kami akan melaporkan hasilnya pada tahun 2027,” ungkap Yudhi pada Jumat (19/6/2026).
Capaian ini menunjukkan adanya tren positif dalam upaya pemerintah daerah untuk menekan angka pengangguran di wilayah Purbalingga.
Dengan optimisme yang tinggi, Yudhi percaya bahwa target TPT sebesar 3,9 persen pada tahun 2030 dapat diwujudkan melalui berbagai program ketenagakerjaan yang telah digulirkan oleh pemerintah setempat.
Salah satu faktor kunci yang dinilai mampu mendorong penurunan angka pengangguran adalah masuknya sejumlah investor baru ke daerah ini, terutama di sektor pertokoan modern.
Kehadiran investasi baru tersebut diharapkan tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal secara keseluruhan.
Selain itu, kegiatan bursa kerja atau job fair yang rutin diadakan juga menjadi sarana efektif untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Program penempatan tenaga kerja ke luar negeri juga menjadi salah satu strategi utama yang terus didorong oleh Dinperinnaker dalam upaya meningkatkan serapan tenaga kerja asal Purbalingga.
Melalui berbagai program tersebut, dinas berharap bahwa angka pengangguran di Kabupaten Purbalingga dapat terus ditekan secara konsisten setiap tahunnya.
Dalam upaya mencapai target tersebut, Dinperinnaker telah melaksanakan beberapa inisiatif penting.
Salah satunya adalah penyelenggaraan job fair yang menarik banyak perhatian para pencari kerja.
Pada event tersebut, ribuan pencari kerja memadati Sasana Krida Perwira GOR Goentoer Darjono untuk mendapatkan informasi dan peluang pekerjaan dari berbagai perusahaan yang hadir.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan akses langsung antara pencari kerja dan pemberi kerja, tetapi juga membantu mempercepat proses penyerapan tenaga kerja di wilayah tersebut.
Yudhi Hendri Hananto menambahkan bahwa partisipasi aktif pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan ekonomi lokal sangat penting untuk mengurangi pengangguran.
“Kami terus berupaya menjalin kerjasama dengan berbagai pihak termasuk dunia usaha dan lembaga pendidikan untuk menyediakan pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar,” ujarnya.
Pelatihan keterampilan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal sehingga mereka lebih siap memasuki dunia kerja.
Selain itu, Dinperinnaker juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan dan pelatihan keterampilan.
Masyarakat diimbau untuk tidak hanya mengandalkan pekerjaan formal tetapi juga mempertimbangkan peluang wirausaha sebagai alternatif untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
Dalam hal ini, pemerintah daerah menawarkan berbagai program pendampingan bagi para calon wirausahawan guna membantu mereka memulai usaha dengan baik.
Pengembangan sektor pariwisata juga menjadi fokus perhatian pemerintah daerah dalam upaya mengurangi angka pengangguran.
Dengan potensi wisata alam dan budaya yang dimiliki Kabupaten Purbalingga, diharapkan sektor pariwisata dapat menjadi sumber pendapatan baru serta membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. (alw/stch/dda)
















