Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

MTs Negeri 2 Kebumen Santuni 32 Anak Yatim Piatu di Bulan Muharram

32 Anak Yatim Piatu Dapat Berkah Muharram32 Anak Yatim Piatu Dapat Berkah Muharram
SANTUNAN: Di bulan Muharram, MTs Negeri 2 Kebumen berbagi dengan anak yatim

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Kedatangan bulan suci Muharram selalu membawa berkah tersendiri, terutama bagi anak-anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.

Setiap tahun, bulan ini menjadi momen penting bagi banyak pihak untuk berbagi, menunjukkan kepedulian kepada sesama, dan memperkuat rasa solidaritas.

Salah satu contoh nyata dari semangat berbagi ini terlihat dalam kegiatan yang dilakukan oleh MTs Negeri 2 Kebumen.

Dalam sebuah acara yang berlangsung pada Minggu (21/6), MTs Negeri 2 Kebumen memberikan santunan kepada 32 anak yatim piatu yang merupakan peserta didik dari dua lingkungan madrasah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 siswa berasal dari lingkungan Jalan Sarbini dan 20 siswa lainnya dari Jalan Cendrawasih.

Santunan ini bukan hanya sekadar sumbangan materi semata, tetapi juga mencerminkan komitmen lembaga pendidikan ini untuk menumbuhkan karakter peduli di kalangan peserta didiknya.

Kepala MTs Negeri 2 Kebumen, Wahyono Hadi Susilo, mengungkapkan bahwa kegiatan santunan yatim piatu merupakan agenda rutin yang memiliki makna lebih dalam dari sekadar memberikan bantuan.

“Bulan Muharram mengajarkan kita untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim dan piatu,” ujarnya.

Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini, diharapkan para peserta didik yang menerima santunan dapat merasakan perhatian serta kasih sayang dari keluarga besar MTs Negeri 2 Kebumen.

Tak hanya penyerahan santunan yang menjadi inti acara ini, tetapi juga doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat dan harapan agar semua penerima santunan senantiasa diberikan kesehatan serta keberkahan dalam menjalani pendidikan mereka.

Doa bersama ini juga menjadi simbol harapan agar anak-anak tersebut bisa meraih cita-cita mereka dengan lebih mudah.

Dalam konteks pendidikan karakter, Wahyono menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya mata pelajaran di madrasah untuk mengembangkan nilai-nilai kepedulian sosial.

Dengan demikian, para siswa diharapkan dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga peka terhadap lingkungan sekitar mereka.

“Kami ingin menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk sifat gemar berbagi,” tambahnya.

Bulan Muharram memang memiliki makna yang mendalam bagi umat Islam. Selain sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriyah, bulan ini juga dikenal sebagai bulan yang penuh berkah dan rahmat.

Tradisi berbagi kepada sesama selama bulan Muharram mencerminkan ajaran agama tentang pentingnya saling membantu dan memberikan perhatian kepada orang-orang yang kurang beruntung.

Dengan adanya kegiatan bakti sosial seperti ini, diharapkan akan semakin banyak individu dan lembaga lain yang tergerak untuk melakukan hal serupa. (cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Penghasilan di Bawah Rp 8 Juta Masuk MBR

Mendagri Tetapkan Pekerja dengan Penghasilan di Bawah 8 Juta Masuk Kategori MBR