BANYUMASEKSPRES.ID, BOYOLALI – Jalur pendakian Gunung Merbabu via Suwanting kini memiliki fasilitas baru yang sangat penting bagi keselamatan para pendaki.
Shelter darurat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat perlindungan, tetapi juga dilengkapi dengan teknologi modern termasuk akses Wi-Fi.
Dengan adanya shelter emergency yang canggih ini, pendaki dapat merasa lebih aman saat menghadapi kondisi berbahaya di jalur pendakian.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), Anggit Haryoso, menekankan bahwa keberadaan shelter ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat sistem mitigasi risiko dalam aktivitas pendakian di kawasan konservasi tersebut.
“Pembangunan shelter emergency ini merupakan bagian dari upaya mendukung program Kementerian Kehutanan dalam mewujudkan program Zero Accident di kawasan Taman Nasional,” ungkapnya.
Terletak di Pos 3 jalur pendakian Suwanting, Kabupaten Magelang, shelter ini berada pada ketinggian 2.738 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Dengan lokasi yang strategis, shelter ini resmi dioperasikan untuk membantu para pendaki yang membutuhkan perlindungan ketika menghadapi bahaya.
“Fasilitas ini dihadirkan untuk memperkuat sistem keselamatan pendaki sekaligus mendukung target zero accident di kawasan gunung tersebut,” jelas Anggit.
Shelter emergency ini dirancang sebagai ruang perlindungan yang aman bagi para pendaki yang mengalami berbagai kondisi berbahaya, seperti cuaca ekstrem, hipotermia, tersesat, maupun kecelakaan.
Dalam keadaan darurat, shelter ini berfungsi sebagai titik evakuasi awal sebelum penanganan lebih lanjut dilakukan oleh petugas terkait.
Menariknya, shelter ini dilengkapi dengan sejumlah fasilitas berbasis teknologi mutakhir.
Di antara fasilitas tersebut adalah panel listrik tenaga surya yang ramah lingkungan, kamera pengawas (CCTV) untuk memantau situasi sekitar secara real-time, jaringan internet (Wi-Fi) agar pendaki tetap terhubung meski berada di ketinggian, serta perangkat komunikasi radio (RIG) untuk mempermudah koordinasi dalam keadaan darurat.
Selain itu, sistem penangkal petir juga tersedia untuk melindungi pengguna dari bahaya sambaran petir yang sering terjadi di pegunungan.
“CCTV di lokasi tersebut juga difungsikan untuk memantau kondisi cuaca dan aktivitas pendakian secara real time,” tambah Anggit Haryoso.
Pembangunan shelter emergency ini dimulai pada tanggal 29 Mei dan selesai pada 10 Juni 2026.
Proyek ini dilakukan dengan skema cost sharing yang melibatkan berbagai pihak seperti Balai TN Gunung Merbabu, Arei Outdoor Gear, dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Suwanting Indah.
Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat lokal menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan keamanan dan kenyamanan selama kegiatan pendakian.
“Kami berharap fasilitas ini dapat meningkatkan keselamatan pendaki sekaligus menjadi momentum untuk menciptakan pengalaman pendakian yang lebih aman, nyaman, dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Kepala Dusun Suwanting, Sutopo juga memberikan pandangannya mengenai pembangunan shelter darurat ini.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat dalam proyek tersebut adalah bentuk kolaborasi yang baik dalam pengelolaan kawasan konservasi berbasis masyarakat.
“Kami mendukung penuh upaya peningkatan keselamatan pendaki. Ini juga menjadi bentuk peran aktif masyarakat dalam menjaga dan mengelola kawasan Gunung Merbabu secara berkelanjutan,” ungkap Sutopo.
Fasilitas baru ini tentunya akan memberikan dampak positif bagi para pendaki yang menjadikan Gunung Merbabu sebagai destinasi favorit mereka.
Dengan adanya shelter emergency yang dilengkapi teknologi mutakhir dan dukungan dari masyarakat lokal serta pemerintah, pengalaman mendaki akan semakin aman dan menyenangkan. (*/stch/dda)














