BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kebumen mengkonfirmasi bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tidak ada hubungannya dengan penarikan pajak.
Dalam upaya memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada masyarakat, BPS meminta agar warga tidak merasa khawatir dan mendukung kegiatan pendataan yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Selama periode ini, seluruh data yang dikumpulkan akan berfungsi murni untuk kepentingan statistik dan perencanaan pembangunan di Kabupaten Kebumen.
Kepala BPS Kabupaten Kebumen, Danisworo, menjelaskan bahwa tujuan utama dari sensus ini adalah untuk memastikan bahwa data dan informasi yang dikumpulkan benar-benar akurat dan berasal dari masyarakat.
Ia menekankan pentingnya kejujuran dalam memberikan informasi, baik yang berkaitan dengan kondisi individu, rumah tangga, maupun kondisi usaha yang dijalankan oleh para pelaku usaha.
“Kami sampaikan juga tidak ada kaitannya dengan pajak, tidak ada kaitannya dengan hal lain yang kiranya nanti dikhawatirkan. Ini lebih ke arah bagaimana kita memastikan data maupun informasi yang kita kumpulkan ini riil, murni berasal dari warga masyarakat,” jelas Danisworo.
Pernyataan senada juga disampaikan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Kebumen, Aden Andri Susilo.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu mengikuti sensus ekonomi tersebut karena kegiatan ini tidak akan berdampak pada kewajiban perpajakan mereka.
“Jangan ragu bahwa sensus ini akan berdampak ke pajak, tidak begitu. Itu yang perlu ditegaskan. Mari kita sukseskan sensus ekonomi ini,” kata Aden.
Sensus Ekonomi 2026 ditujukan untuk seluruh rumah tangga serta pelaku usaha di wilayah Kebumen.
Dalam rangka mendukung pelaksanaan sensus ini, BPS Kabupaten Kebumen telah menerjunkan sebanyak 1.647 petugas lapangan yang telah menjalani pelatihan khusus agar dapat melakukan pendataan dengan akurat dan efisien.
Pelatihan tersebut mencakup berbagai aspek penting, termasuk cara berinteraksi dengan responden serta metode pengumpulan data yang tepat.
Mengapa partisipasi masyarakat sangat penting? Data yang diperoleh dari sensus akan menjadi landasan bagi perencanaan pembangunan yang lebih efektif di masa depan.
Dengan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan informasi yang dihasilkan dapat mendukung kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan bagi Kabupaten Kebumen.
Danisworo juga menambahkan bahwa keberhasilan sensus ini sangat bergantung pada keterlibatan semua elemen masyarakat.
Dengan adanya dukungan dari warga, data yang diperoleh akan lebih representatif dan mencerminkan kondisi nyata di lapangan.
“Data hasil sensus ini nantinya akan digunakan untuk merumuskan berbagai kebijakan publik serta program-program pembangunan daerah,” tutup Danisworo.
Seiring dengan berlangsungnya kegiatan pendataan tersebut, awak media menyaksikan langsung proses pengumpulan data saat petugas BPS melakukan pendataan di rumah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kebumen, Wahyu Siswanti pada hari Sabtu (20/6).
Kegiatan ini menunjukkan komitmen BPS dalam melaksanakan tugasnya semaksimal mungkin demi kepentingan bersama.
Sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Kebumen, penting bagi setiap individu untuk memahami dampak jangka panjang dari Sensus Ekonomi 2026 ini.
Data statistik bukan hanya sekedar angka-angka, tetapi merupakan gambaran nyata tentang keadaan sosial-ekonomi masyarakat kita.
Dengan informasi yang valid dan akurat, pemerintah daerah dapat merancang program-program yang lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. (mam/stch/dda)














