BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Antusiasme pencari kerja membludak dalam pelaksanaan Job Fair atau bursa kerja yang menjadi puncak peringatan May Day 2025 di Kabupaten Kebumen. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani ini berlangsung selama dua hari, mulai Rabu (21/5) hingga Kamis (22/5), di Hotel Mexolie Kebumen.
Sejak pagi buta, ribuan pencari kerja sudah memadati lokasi acara. Mereka datang membawa berkas lamaran kerja, beberapa bahkan ditemani orang tua atau teman, berharap mendapatkan kesempatan kerja yang sesuai dengan harapan dan kompetensi mereka.
Indri, seorang pencari kerja asal Kecamatan Buluspesantren, mengaku datang bersama empat rekannya sejak pagi hari untuk menghindari antrean panjang. Namun, harapan itu pupus begitu sampai di lokasi.
“Ternyata sampai TKP sudah banyak yang datang. Jadi mau tidak mau ya kita akhirnya ikut mengantre dan desak-desakan,” ujar Indri sambil tersenyum pasrah.
Hal serupa dirasakan Adinda Nur, lulusan baru dari SMK di Gombong. Ia mengaku telah menyiapkan diri sejak kelulusan untuk langsung mencari pekerjaan, dan momen job fair ini menjadi waktu yang sangat tepat baginya.
“Ini pas banget. Karena job fair ini berbarengan dengan waktu kelulusan tingkat SMA sederajat. Saya dari awal habis lulus SMK niatnya memang mau langsung bekerja,” katanya penuh semangat.
Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani yang hadir dan menyapa para peserta menyampaikan dukungan penuh kepada para pencari kerja. Ia bahkan turun langsung ke kerumunan peserta, memberikan semangat dan motivasi.
“Harus tetap semangat ya, ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama untuk terus berjuang mencapai kehidupan yang lebih baik. Pokoknya yang semangat ya, terus berusaha, jangan menyerah, Insya Allah ada hasilnya,” ucap Bupati dengan hangat.
Lilis menekankan bahwa Job Fair ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjembatani antara pencari kerja dan perusahaan, agar proses rekrutmen berlangsung lebih efisien dan terbuka.
“Job Fair ini adalah jawaban atas situasi riil di daerah kita. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tingkat pengangguran terbuka di Kebumen pada tahun 2023 adalah 5,11 persen. Di tahun 2024 sedikit menurun menjadi 5,07 persen. Tapi angka ini masih di atas rata-rata Provinsi Jawa Tengah dan nasional,” jelasnya.

Tahun ini, sebanyak 16.118 siswa SMA/SMK di Kebumen lulus dan siap memasuki dunia kerja. Job Fair ini diharapkan menjadi jembatan bagi lulusan baru dan mereka yang masih menganggur untuk segera mendapatkan pekerjaan.
Sebanyak 40 perusahaan berpartisipasi, 30 hadir secara langsung dan 10 lainnya secara daring, dengan total lowongan kerja mencapai lebih dari 8.000 posisi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kebumen, Budhi Suwanto, menambahkan bahwa acara ini juga membuka akses kerja bagi penyandang disabilitas. Delapan perusahaan secara khusus membuka lowongan inklusif.
“Pada Job Fair kali ini kita juga membuka lowongan pekerjaan bagi siapapun yang ingin bekerja ke luar negeri. Jadi penempatan kerja tidak hanya di Kebumen, tapi juga ada di Semarang, Jakarta, Yogyakarta dan luar negeri,” terang Budhi.
Tak hanya bursa kerja, acara ini juga menjadi ajang sinergi antar-instansi. Disnaker Kebumen menandatangani kerja sama dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), untuk memastikan perlindungan maksimal bagi pekerja migran asal Kebumen.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada ahli waris pekerja rentan seperti buruh tani tembakau.
Ada pula kerja sama dengan Dinas Pendidikan Jawa Tengah dalam rangka peningkatan kualitas SDM lulusan SMA/SMK.
Beberapa perusahaan besar yang hadir termasuk Bank Jateng, Bank BPR BKK Kebumen, serta Java Indo Corpora yang memberikan penghargaan berupa sepeda motor kepada karyawan terbaik sebagai bentuk motivasi kerja.
Budhi menyampaikan bahwa layanan pembuatan AK1 (Kartu Kuning), konsultasi karier, hingga bantuan pembuatan CV dan surat lamaran juga disediakan langsung oleh Disnaker di lokasi job fair. Awalnya ditargetkan 2.500 peserta, namun pada hari pertama saja, jumlah pendaftar telah mencapai 7.139 orang.
“Di hari pertama sudah melebihi target pendaftaran,” ungkapnya.
Dengan tingginya partisipasi masyarakat, Job Fair ini diharapkan mampu menurunkan angka pengangguran di Kebumen, sekaligus menjadi wadah efektif bagi perusahaan untuk menemukan talenta yang sesuai kebutuhan mereka.
Momen ini bukan hanya menjadi hari besar bagi para pekerja, tetapi juga lembaran awal perjuangan bagi ribuan generasi muda yang siap mengisi lapangan kerja dengan semangat baru. (mam/stch)
















