Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
MTsN 4 Cilacap Raih 10 Prestasi Olahraga di Bupati Cup dan Kejurkab 2026
Panen Perdana Selada BUMDes Kutowinangun Kebumen Langsung Diserap Dapur MBG

Panen Perdana Selada BUMDes Kutowinangun Kebumen Langsung Diserap Dapur MBG

Panen Perdana Terserap Dapur MBGPanen Perdana Terserap Dapur MBG
PANEN SELADA: BUMDes Berkah Amanah Desa Kutowinangun melakukan panen perdana tanaman selada yang hasilnya langsung terserap untuk memenuhi pesanan dapur MBG, Selasa (15/9)

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Amanah Desa Kutowinangun, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, mulai menunjukkan hasil dari pengembangan usaha di sektor pertanian.

Panen perdana tanaman selada yang dibudidayakan BUMDes tersebut langsung terserap untuk memenuhi pesanan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Panen perdana tersebut menjadi bagian dari pengembangan program ketahanan pangan di Desa Kutowinangun.

Selain menyediakan komoditas pangan, budidaya selada juga diharapkan dapat membuka peluang usaha sekaligus menambah pemasukan bagi BUMDes.

Kepala Desa Kutowinangun, Fahmi Huda, mengatakan panen perdana selada menjadi salah satu langkah pemerintah desa dalam mengembangkan potensi usaha yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ini merupakan panen perdana selada dari BUMDes Berkah Amanah Desa Kutowinangun. Kebetulan hari ini juga ada pesanan untuk dapur MBG. Jadi ini program ketahanan pangan yang bermanfaat nanti untuk masyarakat Desa Kutowinangun,” ujar Fahmi, Selasa (15/9).

Budidaya selada dilakukan karena komoditas tersebut dinilai memiliki pasar yang cukup besar.

Permintaan selada disebut cukup tinggi, terutama di wilayah Kutowinangun dan daerah sekitarnya.

Kondisi tersebut menjadi pertimbangan pemerintah desa bersama BUMDes Berkah Amanah untuk mengembangkan selada sebagai salah satu komoditas usaha.

Fahmi menjelaskan, pengembangan usaha BUMDes tidak hanya berfokus pada tanaman hortikultura.

Di lokasi yang sama, pemerintah desa juga mengembangkan budidaya ikan lele.

“Sebetulnya tidak hanya selada, kita juga di sini budidaya lele. Kenapa kita memilih selada karena memang hari ini kebutuhan selada di sekitar Kutowinangun cukup banyak. Sehingga ini juga menjadi potensi pemasukan bagi BUMDes,” jelasnya.

Diversifikasi tersebut dilakukan agar usaha BUMDes tidak hanya bergantung pada satu jenis komoditas.

Budidaya selada dan lele diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan usaha desa secara berkelanjutan.

Dengan adanya permintaan dari dapur MBG, hasil budidaya selada juga memiliki saluran penyerapan yang lebih jelas.

Hal ini menjadi salah satu peluang bagi BUMDes untuk mengembangkan produksi sesuai dengan kebutuhan pasar.

Dalam proses budidaya, Pemerintah Desa Kutowinangun menggandeng Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kutowinangun.

Pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu memastikan proses perawatan tanaman berjalan dengan baik.

Aspek perawatan menjadi penting agar kualitas dan kuantitas hasil panen dapat dipertahankan ketika produksi dikembangkan dalam skala yang lebih besar.

Kehadiran pendamping dari sektor pertanian juga diharapkan membantu pengelola BUMDes dalam mengembangkan teknik budidaya yang sesuai dengan kondisi setempat.

Panen perdana menjadi tahap awal untuk melihat hasil dari pengembangan usaha tersebut.

Selanjutnya, pengelolaan tanaman selada diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga mampu menghasilkan komoditas secara rutin.

Selain menggandeng PPL dari BPP Kutowinangun, BUMDes Berkah Amanah juga membangun kemitraan dengan jejaring farming lokal.

Kemitraan tersebut diarahkan untuk mendukung penyerapan sekaligus pendistribusian hasil budidaya.

Dengan adanya jejaring pemasaran, hasil produksi diharapkan dapat tersalurkan dengan lebih lancar dan tidak hanya bergantung pada satu pembeli.

Pengembangan jaringan tersebut menjadi bagian penting dalam keberlanjutan usaha BUMDes.

Produksi yang meningkat perlu diikuti dengan kemampuan penyerapan dan distribusi agar komoditas yang dihasilkan tetap memiliki pasar.

Di sisi lain, terserapnya hasil panen perdana untuk memenuhi pesanan dapur MBG menunjukkan adanya kebutuhan pasar terhadap komoditas selada yang diproduksi BUMDes.

Namun, keberlanjutan penyerapan dan peningkatan produksi tetap akan bergantung pada kebutuhan pasar serta kemampuan BUMDes menjaga kualitas hasil panen.

Fahmi berharap budidaya selada dan lele dapat terus dikembangkan. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi sumber pemasukan bagi BUMDes dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Kutowinangun.

Pengembangan usaha berbasis potensi lokal juga menjadi salah satu cara bagi desa untuk mengoptimalkan aset dan sumber daya yang dimiliki.

Dengan pendampingan pertanian, kemitraan, serta akses pasar, BUMDes Berkah Amanah diharapkan dapat mengembangkan usaha secara bertahap dan berkelanjutan.

Panen perdana selada tersebut menjadi langkah awal bagi Desa Kutowinangun dalam menghubungkan ketahanan pangan, usaha BUMDes, dan kebutuhan pasar.

Hasilnya yang langsung terserap untuk pesanan dapur MBG menjadi salah satu bagian dari perjalanan pengembangan usaha tersebut. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
MTsN 4 Cilacap Raih 10 Prestasi di Bupati Cup/Kejurkab

MTsN 4 Cilacap Raih 10 Prestasi Olahraga di Bupati Cup dan Kejurkab 2026